Home Kampus Peningkatan Mutu Benih Padi Varietas 3S dari Hasil Perbedaan Waktu Pemupukan Melalui...

Peningkatan Mutu Benih Padi Varietas 3S dari Hasil Perbedaan Waktu Pemupukan Melalui Percepatan Blower

Agrozine.id – Peningkatan produktivitas padi dapat tercapai dengan penggunaan benih unggul. Selain unggul,dibutuhkan juga benih yang bermutu tinggi. Mutu Iot benih dagpat ditingkatkan dengan waktu pemberian pupuk yang tepat selama produksi dan pengolahan benih menggunakan kecepatan hembusan blower yang optimal. Salah satu benih padi unggul adalah padi IPB 3S. Melihat perlunya peningkatan benih unggul padi, akhirnya Arodi Agustenta Sinulingga melakukan penelitian terkait Peningkatan Mutu Benih Padi Varietas 3S dari Hasil Perbedaan Waktu Pemupukan Melalui Percepatan Blower.

Di bawah bimbingan Prof Dr Ir Memen Surahman Msc, Agr dan Prof Dr Edi Santosa, ia melakukan penelitian di Laboratorium Pengolahan Benih Leuwikopo dan Laboratorium Penyimpanan dan Pengujian Benih departemen Agronomi dan Hortikultura IPB pada akhir tahun 2018 hingga Maret 2019.

“Sebenarnya pada awalnya saya mengambil penelitian ini karena masuk dalam kerjasama proyek dosen pembimbing dengan masyarakat mandiri benih di Bogor.  Dari segi lokasi dan biaya sudah jelas akan lebih dekat dan lebih murah. Namun seiring berjalannya waktu,saya merasa penelitian ini memberikan banyak pelajaran khususnya pada saya sendiri”, jelas Arodi ketika berbicara mengenai awal tercetusnya ide penelitian padi varietas 3S ini.

Masyarakat sudah bisa dan tahu caranya menanam padi sehingga kita tidak lagi perlu mengajarkan hal semacam itu pada mereka. Yang perlu untuk kita kembangkan adalah pengetahuan mereka terkait dengan pertanian itu sendiri. Bagaimana mengolah tanaman di sawah, mengajari tahapan produksi benih sehingga masyarakat paham dan jika memang memungkinkan sedikit demi sedikit mereka mau belajar. Karena itu diadakanlah proyek tersebut untuk menciptakan masyarakat mandiri benih, lanjut Arodi.

Upaya yang dilakukan oleh pemerintah untuk meningkatkan produksi padi pada tahun 2018 adalah dengan memperluas area tanam dan percepatan tanam untuk meningkatkan indeks panen dan meningkatkan produktivitas.

Padi varietas 3S adalah varietas baru yang termasuk unggul. Padi varietas 3S dapat menghasilkan panen tujuh ton per hektar dalam setahun serta  potensi hasil mencapai 1.2 ton per hektar. Padi 3S memiliki persentase yang baik untuk dikembangkan namun padi varietas baru tersebut juga memiliki kekurangan yakni persentase gabah yang cukup tinggi.

Untuk mengatasi tingginya persentase gabah yang dihasilkan oleh padi varietas 3S,maka diperlukan  bantuan blower untuk menghilangkan gabah sehingga dapat dihasilkan benih dengan kualitas yang baik dan unggul. Yang dimaksud dengan benih unggul adalah yang berkualitas baik dan memiliki sedikit kotoran.

Kecepatan angin kipas blower menjadi salah satu kunci dalam membersihkan gabah agar menghasilkan benih unggul. Dalam penelitiannya Arodi melihat sendiri kegiatan panen yang dilakukan oleh petani dan kemudian gabah hasil panen ia uji dengan menggunakan kecepatan blower yang berbeda beda.

Selain kecepatan blower, penilaian juga menggunakan faktor lain yaitu waktu pemupukan yang dapat mempengaruhi gabah yang dihasilkan. Dalam penelitiannya ia membagi tahapan pengukuran menjadi beberapa tahap mulai dari perontokan dan pengeringan gabah, pengolahan benih,penyimpanan benih dan pengujian mutu benih padi varietas 3S IPB.

Berdasarkan dua indikator utama yang dinilai yaitu kecepatan blower dan waktu pemupukan diperoleh hasil yang berbeda. Kecepatan blower berpengaruh sangat nyata terhadap peresentase benih terapung.

Selama melakukan penelitian ada beberapa kendala yang dirasakan oleh Arodi termasuk kendala musim. ” Karena penelitian ini termasuk dalam serangkaian proyek, jadi padi hasil panen yang diuji tercampur. Karena waktu panen saya sedikit terlambat tiba di lapangan akhirnya bibit tercampur dan lagi saat pengambilan data adalah musim hujan sehingga saat panen sawah tidak dikeringkan terlebih dahulu yang akhirnya menyebabkan bulir padi kotor terkena lumpur dan berjamur”, jelasnya.

Arodi menjelaskan penelitiannya ini akan sangat bermanfaat bagi para petani jika mereka mengaplikasikannya dengan baik di lahan pertaniannya. Kecepatan blower yang paling bagus akan sangat membantu petani dalam memilah benih berkualitas, sehingga bisa terwujud desa mandiri benih.

Terkait dengan harapan untuk petani, ia berharap petani dapat diberikan pengetahuan dan teknologi yang mendukung kinerja  mereka di lapangan. “Padi 3S ini adalah varietas padi yang susah rontok,sehingga kurang disukai oleh masyarakat. Karena itu harapannya melalui kerjasama dalam proyek ini petani dapat difasilitasi dengan bantuan alat perontok padi”, kata Arodi.

Selain itu petani juga tidak perlu diajari bagaimana cara menanam padi karena mereka sudah tentu paham dengan itu. Yang perlu kita ajarkan pada para petani ini adalah bagaimana mereka memanfaatkan teknologi untuk meningkatkan hasil panennya dan membekali mereka dengan ilmu pemasaran yang tepat guna agar para petani mendapat hasil yang maksimal termasuk para petani yang budidaya padi varietas 3S ini”, pungkasnya. (ira)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here