Home Kelautan Pentingnya Terumbu Karang Bagi Ekowisata Bahari

Pentingnya Terumbu Karang Bagi Ekowisata Bahari

worldatlas.com

Agrozine – Sobat Agro pernah melihat langsung terumbu karang? Wajar kalau banyak yang belum pernah melihatnya langsung karena mesti menyelam ke dalam laut untuk menemukannya. Namun, keindahannya menjadi daya tarik utama ekowisata bahari sehingga banyak wisatawan yang ingin melihatnya langsung di dalam laut. Kali ini Agrozine akan membahas tentang pentingnya terumbu karang bagi ekowisata bahari. Langsung disimak ya…

Apa sebenarnya terumbu karang itu? Terumbu karang adalah makhluk hidup seperti kita juga. Terumbu karang merupakan sekumpulan hewan karang yang bersimbiosis dengan sejenis tumbuhan alga yang disebut zooxanthellae. Terumbu karang termasuk dalam jenis filum Cnidaria, kelas Anthozoa yang memiliki tentakel. Kelas Anthozoa terdiri dari dua Subkelas, yaitu Hexacorallia (atau Zoantharia) dan Octocorallia.
Koloni karang dibentuk oleh ribuan hewan kecil yang disebut Polip. Polip mempunyai bentuk tubuh seperti tabung dengan mulut yang terletak di bagian atas dan dikelilingi oleh tentakel. Pada kebanyakan spesies, satu individu polip karang akan berkembang menjadi banyak individu yang disebut koloni.

Hewan ini memiliki bentuk unik dan warna beraneka rupa serta dapat menghasilkan CaCO3. Terumbu karang merupakan habitat bagi berbagai spesies tumbuhan laut, hewan laut, dan mikroorganisme laut lainnya.
Habitat terumbu karang berada di pinggir pantai atau daerah yang masih terkena cahaya matahari, kurang lebih hingga 50 m di bawah permukaan laut. Beberapa tipe terumbu karang bisa hidup jauh di dalam laut dan tidak memerlukan cahaya, tetapi terumbu karang jenis ini tidak bersimbiosis dengan zooxanthellae dan tidak membentuk karang.
Ekosistem terumbu karang sebagian besar terdapat di perairan tropis seperti di Indoenesia. Terumbu karang sangat sensitif terhadap perubahan lingkungan hidupnya, terutama suhu, salinitas, sedimentasi, eutrofikasi, dan memerlukan kualitas perairan yang masih alami.
Manfaat terumbu karang sangat besar dan beragam, baik secara ekologi maupun ekonomi. Jenis manfaat yang terkandung dalam terumbu karang bisa berupa manfaat langsung maupun tidak langsung. Manfaat dari terumbu karang yang langsung dapat dimanfaatkan oleh manusia, yaitu:

  • Sebagai tempat hidup ikan yang banyak dikonsumsi manusia, seperti ikan kerapu, ikan baronang, dan ikan ekor kuning.
  • Sebagai objek wisata terumbu karang yang memiliki keindahan bentuk dan warna.
  • Tempat penelitian dan pemanfaatan biota perairan lainnya yang terkandung di dalamnya.

Sedangkan yang manfaat terumbu karang  tidak langsung adalah sebagai penahan abrasi pantai yang disebabkan gelombang dan ombak laut, juga sebagai sumber keanekaragaman hayati.

Prof Fredinan Yulianda, Guru Besar IPB University dari Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan (FPIK), mengungkapkan bahwa potensi terumbu karang Indonesia sangat besar dan tersebar pada area 2,5 juta hektar di perairan dangkal yang jernih. Kawasan terumbu karang umumnya berada di pulau-pulau kecil dan memberikan kontribusi 70 persen jenis karang dunia. Ekosistem terumbu karang di Indonesia memiliki potensi keanekaragaman hayati biota laut yang tinggi dan berasosiasi dengan sistem karang, moluska, dan biota laut lainnya. Sayangnya, kondisi umum terumbu karang Indonesia saat ini mengalami penurunan kualitas berdasarkan persen tutupan. Pada tahun 2020, kategori terumbu karang berdasarkan persen tutupan di 1.153 lokasi ekosistem terumbu karang secara umum sekitar 71,20 persen. Berdasarkan persentasi tutupan karang tersebut, kondisi terumbu karang Indonesia masuk kategori kurang baik.

Berdasarkan data dari Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan tahun 2021, sekitar 71,38 persen terumbu karang keadaannya kurang baik di 13 kawasan konservasi laut, sementara hanya 28,62 persen terumbu karang dengan kondisi baik. Hal ini tentunya berdampak pada pada sektor pariwisata, khususnya ekowisata terumbu karang. Oleh karena itu, perlu dilakukan upaya konservasi terumbu karang.

Menurut Prof Fredinan, upaya konservasi dapat dilakukan dengan konsep pencegahan kerusakan dan perbaikan sumberdaya. Upaya tersebut merupakan bentuk kontribusi dalam pembangunan ekonomi berbasis sumberdaya alam yang mengedepakan keseimbangan antara pemanfaatan sumberdaya karang dan kemampuan pulih sumberdaya karang.

Tujuan konservasi antara lain menjaga proses ekologi, melindungi keanekaragaman hayati, menjaga kelestarian dan pemanfaatan sumber daya karang, dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat setempat.

Saat ini, Indonesia melalui Kementerian Kelautan Perikanan telah menetapkan dan mencadangkan kawasan konservasi laut seluas 28.391.288,44 hektar yang merupakan 8,39 persen dari luas laut Indonesia. Sebagian besar kawasan konservasi yang berpotensi untuk pengembangan wisata bahari berupa Taman Nasional Laut, Taman Wisata Perairan, Taman Wisata Alam Laut.

Ekowisata terumbu karang terdiri atas wisata selam dan wisata snorkeling. Kegiatan wisata snorkeling dilakukan di perairan dengan kedalaman 1-3 meter, sedangkan wisata selam di kedalaman 3-15 meter.

Menurut perhitungan Prof Fredinan, jika dilakukan konservasi dan rehabilitasi karang hingga kondisinya baik 100 persen maka kontribusi ekonomi terumbu karang akan meningkat menjadi 217, 23 triliun rupiah per tahun. Sebuah kontribusi pendapatan yang luar biasa bagi sektor pariwisata Indonesia. Oleh karena itu, mari kita jaga dan lestarikan terumbu karang di lautan.  (das)

Yuk Sobat, Tonton Video Menarik Ini:

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here