Home Biodiversitas Peran Kelelawar Bagi Ekosistem Pertanian

Peran Kelelawar Bagi Ekosistem Pertanian

futurity.org

Agrozine – Halo sobat Agro! Kali ini kita akan bahas peran kelelawar di alam, terutama bagi ekosistem pertanian. Hayo, siapa yang pernah melihat kelelawar? Wajar kalau di antara kamu jarang melihat hewan yang satu ini karena kelelawar aktif mencari makan di malam hari. Warnanya yang hitam dan suasana yang gelap  membuat mata kita sulit menangkap sosoknya. Terlebih lagi bagi kamu yang tinggal di kota besar, keberadaan hewan yang satu ini bisa dikatakan hampir tidak ada.

Kelelawar dapat ditemukan pada berbagai ekosistem darat yang ditumbuhi pepohonan. Manusia pada umumnya mengenali kelelawar sebagai makhluk gua. Mereka tidur di siang hari bergelantungan di dalam gua ataupun di pohon-pohon.

Kelelawar merupakan satu-satunya mamalia alias hewan menyusui yang bisa terbang. Di Indonesia, terdapat dua sub-ordo kelelawar, yaitu:

Megachiroptera

Kelompok kelelawar ini pemakan buah, daun, nektar, dan serbuk sari. Megachiroptera terdiri atas 1 famili, 41 genus, dan 163 spesies. Kelelawar pemakan buah memiliki tubuh yang lebih besar, bentangan sayap hanya sampai ke kaki (tidak sampai ke ekor),  dan moncong yang panjang seperti serigala. Selain itu, memiliki ciri ciri bermata besar, penciuman yang baik, struktur telinga sederhana, ekor biasanya pendek atau tidak ada, dan jari sayap kedua umumnya bercakar.

Microchiroptera

Kelompok kelelawar ini sebagian besar pemakan serangga, hanya sedikit yang memakan buah dan nektar. Microchiroptera terdiri atas 17 famili, 147 genus dan 814 spesies. Kelelawar ini menghuni gua-gua untuk tempat bertengger pada siang hari. Beberapa contoh kelelawar Microchiroptera, yaitu Rhinolopus canuti (kelelawar tapal kuda), Rhinolopus affinis, dan Rhinolopus pusillus. Ketiga spesies kelelawar tersebut dapat ditemukan di kawasan karst Gunung Sewu, Kabupaten Gunung Kidul. Kelelawar pemakan serangga selain tubuh lebih kecil, memiliki bentangan sayap sampai ke kaki dan ekor, serta memiliki bentuk muka yang pesek seperti anjing bulldog.

Keberadaan kelelawar di alam ternyata memiliki peran yang penting dan manfaat yang besar. Berikut ini peran kelelawar bagi ekosistem pertanian:

Sebagai Predator Alami dan Pengendali Hama Pertanian

Peran ini terutama dilakukan oleh kelelawar pemakan serangga. Kelelawar jenis ini memiliki kemampuan memakan serangga sebanyak 50% dari bobot tubuhnya. Dengan kemampuan ini, serangga dalam jumlah besar dapat dikonsumsi oleh kelelawar sehingga. Jika terjadi ledakan jumlah serangga maka keberadaan kelelawar di alam liar sangatlah dibutuhkan.

Sebagai Agen Penyerbukan dan Penyebar Biji

Kelelawar jenis pemakan buah akan memakan buah dan membuang ampas berikut biji-biji buah tersebut sehingga ia berperan memencarkan dan menyebarluaskan berbagai jenis tanamanberbuah ke daerah yang lebih luas.

Membantu Menyuburkan Tanah

Guano atau kotoran kelelawar merupakan salah satu bahan pembuat pupuk terbaik di dunia. Guano memiliki kadar nitrogen yang besar, serta mengandung kadar unsur fosfat tertinggi dan kadar kalium yang besar.

Demikianlah peran kelelawar bagi ekosistem pertanian. Semoga bermanfaat. (das)

Yuk Sobat, Tonton Video Menarik Ini:

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here