Home Kampus Perbedaan Cara Budidaya Lebah Bersengat dan Lebah Tidak Bersengat

Perbedaan Cara Budidaya Lebah Bersengat dan Lebah Tidak Bersengat

Agrozine.id – Budidaya lebah. Inilah yang membuat Rizki Maulana seorang lulusan Peternakan dari IPB University tertarik untuk menggeluti usaha dari serangga yang kerap ditakuti karena memiliki sengat yang cukup sakit ketika terkena.

Menggeluti usaha yang dilakukan sejak tahun 2019 di Purwakarta ini ternyata telah memberikan pengetahuan yang secara tak sengaja akhirnya diketahui, yakni, mengetahui perbedaan cara mengembangbiakkan serangga yang memiliki sengat dan tidak.

Perlu diketahui juga bahwa melakukan budidaya lebah sepertinya tidak mudah mengingat karakteristik serangga ini yang mengikuti musim merkahnya bunga-bunga di suatu daerah. Tak ayal, berpindah tempat bukanlah hal yang dianggap sulit karena itu sudah dilakukan sejak awal memulai usaha ini. Kini, posisi  usaha peternakan lebahnya ada di Purwakarta.

“Jadi kita posisinya tidak tetap,tapi berpindah-pindah. Kita ibaratnya ngikutin si musim bunganya ini ada di daerah mana aja sih gitu”, jelas Rizki.

Ditambahkan Rizki dalam budidaya lebah harus memperhitungkan masa paceklik tanaman berbunga. “Kita nyesuaian juga ya si bunganya itu mekar dimana dan bahkan pada masa pacekliknya ini pun kita harus kayak kemana-mana gitu”, imbuhnya. Untuk daerah perpindahan sendiri sejauh ini sudah ada tiga lokasi perpindahan yaitu Purwarkata, Sukabumi dan Pati Jawa Tengah.

Jenis lebah yang diternakkan oleh Rizki adalah¬†Apis mellifera. Ini merupakan jenis yang mudah untuk dipindah. Jadi untuk jenis lebah sebenarnya banyak, ada jenis Apis (lebah bersengat) dan lebah tidak bersengat (trigona). “Kebanyakan kalau lebah tidak bersengat itu menghasilkan propolis dan relatif badannya lebih kecil”, ungkap Rizki.

Dijelaskan Rizki cara budidaya lebah bersengat dan tidak bersengat memiliki perbedaan. Lebah bersengat punya postur tubuh lumayan besar dan koloninya besar, satu koloni itu jumlahnya banyak. Jadi kita harus berpindah-pindah mencari lokasi dimana floranya ini cukup untuk pakan.

Sedangkan kalau untuk lebah tidak bersengat cenderung statis. Tapi statis juga harus tetap memperhatikan kecukupan pakannya dalam hal ini floranya.

Untuk tahapan budidaya, jenis bersengat cenderung perlu lahan lebih luas dalam pemeliharaannya dibanding dengan lebah tidak bersengat. Namun jika dilihat dari hasil panen, lebah bersengat cenderung menghasilkan madu yang lebih banyak jika dibandingkan dengan lebah tidak bersengat.

“Sebenarnya kalau untuk yang lebih enak sih ya ternak lebah tidak bersengat karena kita ngga harus berpindah-pindah gitu kan. Tapi ya kelemahannya karena lebah tidak bersengat ini ukuran tubuhnya lebih kecil dan koloninya juga kecil jadi ya hasil panennya juga lebih sedikit,” paparnya menanggapi soal budidaya lebah. (ira)

tonton video ini:

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here