Home Biodiversitas Pohon Beringin, Si “Pencetak” Mata Air

Pohon Beringin, Si “Pencetak” Mata Air

smkn8jember.sch.id

Agrozine – Pohon yang rimbun ini amat familiar bagi masyarakat Indonesia. Pohon beringin menjadi lambang Sila Ketiga Pancasila, yaitu Persatuan Indonesia. Pohon nan teduh ini juga ditanam di alun-alun berbagai kota di Indonesia.

Pohon beringin atau dalam Bahasa Jawa disebut waringin adalah salah satu spesies dari keluarga Moracear dan masih berkerabat dengan pohon nangka. Pohon ini sangat bermanfaat bagi lingkungan, terutama karena kemampuannya dalam menyimpan air.

Pohon ini dengan mudah dapat dikenali karena sosoknya yang besar dan memiliki karakteristik unik. Pohon beringin ini umurnya bisa mencapai hingga ratusan tahun.

Di Indonesia, kita dapat menemukan pohon berakar gantung ini. Secara umum wilayah penyebaran pohon beringin adalah di Pulau Jawa, Sumatera, Kalimantan, serta sebagaian Pulau Sulawesi. Negara-negara Asia lain yang juga menjadi habitat beringin adalah Malaysia, Brunei, Singapura, dan sekitarnya. Beringin juga tumbuh di Australia, sedangkan untuk wilayah Pasifik, pohon ini tersebar di Hawaii, Arizona, Florida dan Amerika.

Umumnya pohon beringin banyak ditemukan di kawasan hutan tropis pada ketinggian 600 mdpl. Namun, pohon ini juga dapat tumbuh di daerah hutan dataran rendah hingga hutan dataran tinggi, serta daerah terbuka. Spesies ini dapat tumbuh di berbagai wilayah karena memiliki kemampuan adaptasi cukup baik terhadap lingkungan. Bahkan, dapat tumbuh di daerah karst karena perakarannya sanggup menembus celah-celah batuan di sekitarnya.

Beringin yang tumbuh liar biasanya berada di sekitar sumber air, seperti danau, telaga, mata air, sungai, dan sebagainya. Pohon ini menyukai kawasan dengan curah hujan yang tinggi dan akarnya mampu menyimpan air dengan baik. Pohon beringin yang telah berusia tua tidak terlalu terpengaruh dengan musim kering dan akan tetap hidup dengan baik.

Pohon ini sangat toleran terhadap sinar matahari. Beringin dapat hidup di tempat yang ternaungi ataupun di tempat yang terkena paparan sinar matahari secara penuh. Selain itu, beringin juga toleran terhadap jenis tanah yang menjadi tempat tumbuhnya. Pohon ini mampu beradaptasi pada tanah liat, berpasir, asam, basa, serta basah maupun kering.

Bentuk batang beringin berbentuk silindris, betekstur kasar dan memiliki percabangan simpodial. Batang simpodial adalah jenis batang dengan banyak percabangan serta tidak memiliki satu batang utama. Diameter batang beringin dapat mencapai 2 meter.

Daun beringin berbentuk oval dengan bagian ujung meruncing dan pangkalnya tumpul. Pertumbuhan daunnya berseling dan tulang daunnya menyirip.

Pohon beringin menghasilkan bunga tunggal yang tumbuh di ketiak daun. Bentuk tangkai bunganya silindris dengan kelopak mirip corong dan berwarna hijau. Mahkota bunganya bulat dengan warna kuning kehijauan, sedangkan benang sari dan putiknya berwarna kekuningan. Beringin menghasilkan buah semu yang menjadi sumber makanan hewan-hewan di sekitarnya. Bentuk buahnya bulat dan berwarna hijau saat buah masih mudah.

Tinggi pohon beringin dapat mencapai 15 hingga 25 meter. Bahkan, di hutan alam terdapat beringin dengan tinggi lebih dari itu. Bentuk tajuk beringin membulat dan lebar sehingga menjadikan pohon ini kerap di tanam di alun-alun dan persimpangan jalan sebagai tempat berteduh.

Beringin memiliki akar tunggang yang menyebar ke tanah dan sanggup menopang ukuran pohonnya yang besar. Perakarannya berbentuk mirip jaring dan berfungsi sebagai safety nutrition network atau jaring pengaman nutrisi. Sistem perakaran beringin yang masuk sangat dalam ke tanah dapat menyimpan air tanah secara baik. Manfaatnya bagi lingkungan, yaitu sebagai pencegah tanah longsor and erosi.

Salah satu keunikan beringin adalah adanya akar gantung yang tumbuh dari percabangannya. Fungsi akar gantung adalah untuk respirasi. Warnanya cokelat, tumbuh ke bawah, dan akan masuk ke dalam tanah untuk menyerap nutrisi dan air dari dalam tanah.

Pohon beringin dapat hidup sangat lama, salah satunya adalah beringin berusia ratusan tahun yang berada di alun-alun kota Yogyakarta. Saking tua dan besarnya ukuran pohon ini, masyarakat secara turun temurun mengaitkannya dengan hal-hal gaib.

Beringin adalah salah satu pohon yang bisa dimanfaatkan untuk melestarikan sumber mata air. Penanaman pohon dengan karakteristik perakaran yang kuat, tumbuh ke dalam dan jumlahnya banyak sangat baik untuk membuka rekahan tanah. Sehingga titik mata air akan bertambah seiring dengan pertumbuhan ukuran akarnya. Perakaran beringin dianggap mampu menembus lapisan air tanah dangkal dan dapat membuka aliran permukaan baru sehingga menjadi mata air.

Bentuk percabangan, perakaran dan pertumbuhan kanopi beringin juga dapat menahan benturan air hujan terhadap permukaan tanah, sehingga proses infiltrasi ke tanah menjadi lancar karena kerusakan lapisan tanah dapat dicegah. Selain itu, pohon beringin juga mampu mengurangi penguapan yang terjadi di dalam tanah dan mampu menjaga ketersediaan air di sekitarnya.

Beringin juga bermanfaat untuk penahan angin, karena memiliki tajuk dan kanopi lebar, serta batang pohon yang kuat. Diameter batang akan terus tumbuh sesuai usianya dan akan semakin besar dengan tambahan akar gantung yang membalut batangnya. Tajuknya yang lebar juga memberikan keteduhan bagi flora dan fauna di bawahnya.

Beringin (Ficus benjamina) dan beberapa jenis Ficus lain dari suku Moraceae sering digunakan sebagai objek bonsai. Beringin yang sering dijadikan bonsai antara lain:

  • Beringin Amplas (Ficus tinctoria subsp. gibbosa)
  • Beringin Benjamin (Ficus benjamina)
  • Beringin Dolar (Ficus microcarpa var. latifolia)
  • Beringin Elegan (Ficus microcarpa)
  • Beringin Filipina (Ficus neriifolia)
  • Beringin Kimeng (Ficus microcarpa ‘Kinmen’)
  • Beringin Korea (Ficus microcarpa var. crassifolia)

Buah beringin memiliki kandungan saponin, flavonoid dan polifenol. Akan tetapi, pemanfaatan buahnya belum terlalu diekspos. Bagian beringin yang bisa digunakan sebagai obat herbal adalah daunnya, biasanya daun beringin dimanfaatkan untuk mengobati sariawan. Selain itu, daunnya juga bermanfaat untuk mengobati radang saluran nafas, flu, batuk rejan, radang usus, disentri dan kejang akibat demam.

Demikianlah informasi tentang pohon beringin. Semoga bermanfaat dan bisa memotivasi kamu untuk turut serta melestarikannya (das).

Yuk Sobat, Tonton Video Menarik Ini:

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here