Home Kampus Poninten, Otomatisasi Budidaya Tambak Air Laut Karya Mahasiswa ITS

Poninten, Otomatisasi Budidaya Tambak Air Laut Karya Mahasiswa ITS

budidaya tambak air laut

Agrozine.id – Danila Farros Maulana dan Muhammad Alfiyan Zulfa adalah mahasiswa Departemen Teknik Informatika dan Departemen Teknik Sipil ITS angkatan 2020 yang berhasil menciptakan inovasi teknologi pemantauan dan pengendalian tambak air laut secara otomatis. Ide otomatisasi budidaya ini diperoleh dari permasalahan dalam pengelolaan budidaya tambak air laut konvensional yang dirasa menjadi hambatan bagi produktivitas para petambak.

Mereka bergabung dalam satu tim yang bernama Doa Umi yang mencetuskan PONINTEN (Pond Treatment and Monitoring System) sebagai sistem pemantau dan pengendali parameter air tambak laut.

Baca juga: Menjaga Stabilitas pH Air Tambak Udang

Potensi budidaya tambak air laut di Indonesia sangatlah besar, namun pengelolaannya belum maksimal, terutama di budidaya tambak. Intuisi petambak digunakan untuk mengambil keputusan seperti stabilitasi proses sirkulasi dan aerasi. Intuisi ini menjadi masalah, jika intuisi itu tidak tepat dapat mengakibatkan kematian ikan, dan berlanjut akan mengakibatkan gagal panen.

Berdasarkan hasil studi lapangan yang dilakukan oleh keduanya, para petambak cenderung kewalahan mengontrol tambak milik mereka. “Apalagi sebagian dari mereka punya lebih dari lima tambak intensif yang membutuhkan kontrol setiap saat,” ungkapnya Danila.

Keduanya memaparkan ide ini yang terdiri dari 2 perangkat, yaitu node (sistem PONINTEN) untuk memonitor parameter air tambak laut, serta aplikasi pengendali jarak jauh. Cara kerjanya sederhana, alat akan mendeteksi tingkat parameter yang sudah ditentukan, kemudian akan menstabilkan air jika parameternya berubah.

Alat ini juga mampu mengirimkan notifikasi perubahan parameter ke smartphone petambak melalui aplikasi teknologi Long Range (LoRa) dengan protokol komunikasi nirkabel jarak jauh untuk area luas dengan daya rendah. PONINTEN juga mengendalkan suhu, ketinggian air, kandungan garam. Tingkat akurasi alat ini sangat baik, dibuktikna dengan persentase kesalahan rata-rata dibawah 1%.

Keunggulan PONINTEN ini yaitu sensor mampu mengembalikan perubahan parameter, sehingga kualitas air sangat terjaga. Dan juga alat ini bisa menghemat biaya sampai 37,5%. Dengan spesifikasi alat yang ada di tambak berupa satu aerator dan satu pompa,” ungkap Danila.

Sementara itu, Alfiyan menegaskan, untuk saat ini fokus penelitian mereka masih terbatas pada kondisi tambak yang optimal bagi komoditi udang vaname. Dua mahasiswa asal Gresik ini pun berencana untuk mengembangkan riset hingga menjangkau komoditi yang lain.

“Misalnya komoditi mujaer, kita teliti pH optimalnya berapa, begitu juga dengan parameter yang lain,” papar Alfiyan. (ran)

 

Tonton video menarik ini:

 

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here