Home Perikanan Populasi Baru Paus Biru Ditemukan di Samudera Hindia Bagian Barat

Populasi Baru Paus Biru Ditemukan di Samudera Hindia Bagian Barat

ikan paus bungkuk

Agrozine.id – Paus adalah hewan terbesar di lautan dan dapat ditemukan di seluruh dunia. Spesies ini mudah dikenali dan menurut berbagai penelitian memiliki lagu uniknya sendiri-sendiri. Dalam sebuah makalah yang baru-baru ini diterbitkan di sebuah jurnal Endangered Species Research, peneliti menggambarkan nyanyian paus yang terdengar di pantai Laut Arab Oman hingga kepulauan Chagos di Samudera Hindia Tengah dan sejauh Madagaskan bagian selatan di Barat Daya India adalah populasi baru paus biru.

Dr Salvatore Cerchio, Direktur Program Cetacean Dana Konservasi Perairan Afrika dan Ilmuwan Tamu di Akuarium New England memimpin analisis rekaman paus dari toga lokasi di Samudera Hindia bagian barat. Cerchio juga bekerja dengan tim ilmuwan yang mengumpulkan rekaman akustik di lepas pantai Oman di Laut Arab. Penelitian ini difokuskan pada paus bungkuk Laut Arab yang sangat terancam punah.

Selain itu terdapat pula penelitian kolaborasi antara Environent Society of Oman, Five Oceans Enviroment Services LLC, Otoritas Lingkungan Oman dan Kementerian Pertanian, Perikanan dan Sumber Daya Air Oman untuk melakukan penelitian yang sama bahwa populasi baru paus biru telah muncul.

Baca Juga : Mengenal Hiu Sirip Hitam, Predator Perairan Dangkal yang Pemalu

Rekaman nyanyian paus biru direkam diluar daerah Oman dan menjadi jelas bagi peneliti bahwa mereka telah menemukan populasi paus biru yang sebelumnya tidak dikenali di Samudera Hindia bagian barat.

“Sungguh luar biasa, menemukan nyanyian ikan paus dalam data anda yang benar-benar unik, belum pernah dilaporkan sebelumnya dan mengenalinya sebagai paus biru. Nyanyian itu telah dipelajari luas secara global dan beberapa populasi paus biru telah diidentifikasi berdasarkan nyanyian mereka yang berbeda di seluruh Samudera Hindia”, kata Cerchio.

“Dengan semua karya tentang nyanyian tersebut, untuk berpikir ada populasi di luar sana yang tidak diketahui siapa pun sampai tahun 2017, yah, itu seperti membuat Anda terpesona,” kata Cerchio.

Di tahun 2018, tim peneliti tersebut melaporkan semua temuan mereka ke Komite Ilmiah Komisi Perburuan Paus Inetrnasional (IWC) yang sedang mengevaluasi status populasi baru paus biru di Samudera Hindia. Emmanuelle Leroy dan Tracey Rogers dari University of New South Wales di Sydney Australia juga melakukan penelitian akustik di Samudera Hindia. Setelah membaca laporan IWC tentang populasi baru tersebut, Leroy menyadari bahwa mereka juga telah merekam lagu yang sama dari kepulauan Chagos di Samudera Hindia Tengah.

Baca Juga : WWF Indonesia Ajak Masyarakat dan Pelaku Usaha Berhenti Konsumsi Hiu

Tim peneliti bertambah dan analisis dari ketiga tim menunjukkan bahwa populasi baru paus biru tersebut mungkin menghabiskan sebagian waktunya di Samudera Hindia Barat Laut di Laut Arab dan barat Chagos.

Telah lama diketahui bahwa populasi unik paus ini berada di Samudera Hindia Utara, tetapi diasumsikan bahwa paus di Laut Aran termasuk dalam populasi yang sama yang telah dipelajari di Sri Lanka dan menyebar ke Hindia bagian selatan. Namun rekaman nyanyian yang baru tersebut berbeda dengan penemuan sebelumnya sehingga diasumsukan lagu paus yang terekam tersebut adalah populasi baru.

“Sebelumnya upaya perekaman kami di luar Oman, tidak ada data akustik dari Laut Arab. Jadi identitas populasi paus biru itu awalnya hanya tebakan”, kata Andrew Wilson dari Five Ocean Environmental Services LLC yang memimpin penyebaran unit perekam di Laut Arab.

Menurut dia, pekerjaan kami menunjukkan bahwa masih banyak yang harus dipelajari tentang hewan-hewan ini dan ini merupakan persyaratan mendesak mengingat berbagai ancaman terhadap paus besar terkait dengan perluasan industri maritim di wilayah tersebut.

Populasi paus biru semakin terancam punah akibat perburuan di seluruh dunia pada abad ke-20 dan populasi tersebut baru mulai pulih dengan sangat lambat selama beberapa dekade terakhir setelah moratorium global perburuan paus komersial. Laut Arab menjadi sasaran penangkapan paus secara ilegal pada tahun 1960-an, sebuah aktivitas yang hampir membasmi populasi kecil paus bungkuk, paus biru, paus sperma dan paus Bryde.

Selama 20 tahun kami memfokuskan pekerjaan pada paus bungkuk Laut Arab yang sangat terancam punah, yang menurut kami hanya tersisa sekitar 100 hewan di lepas pantai Oman”, kata Suaad Al Harthi, Direktur Eksekutif Masyarakat Lingkungan Oman.

“Sekarang kami baru saja mulai belajar lebih banyak tentang populasi baru paus biru lain yang sama-sama istimewa dan kemungkinan besar sama-sama terancam punah”, lanjutnya. (ira)

 

Tonton video menarik ini :

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here