Home Kampus Potensi Bakteri pada Kotoran Domba sebagai Starter Pembentukan Biogas

Potensi Bakteri pada Kotoran Domba sebagai Starter Pembentukan Biogas

starter pembentukan biogas

Agrozine.id – Saat ini diperlukan energi alternatif sebagai pengganti sumber energi yang berasal dari fossil dan minyak bumi, oleh karena itu pemanfaatan limbah menjadi biogas merupakan salah satu solusi yang harus dikembangkan. Di Indonesia, limbah peternakan seperti feses dan urine belum mendapatkan perhatian. Maka dari itulah, diperlukan sebuah inovasi pemanfaatan limbah ternak untuk starter pembentukan biogas.

Biogas adalah campuran gas yang dihasilkan oleh bakteri metanogenik yang terjadi pada material-material yang dapat terurai secara alami dalam kondisi anaerobik. Biogas merupakan salah satu pemanfaatan limbah ternak yang potensial untuk dikembangkan. Hal tersebut juga sebagai salah satu upaya mengurangi efek global warming.

Baca juga: Tim Doktor Mengabdi UB Kembangkan Biogas dari Limbah Ternak

Peternakan domba yang menghasilkan limbah berupa feses dan urine ternyata mengandung bahan organik dan sumber bakteri. Kandungan tersebutlah yang berpotensi menjadi sumber biomassa yang dapat dimanfaatkan untuk menghasilkan energi dalam bentuk biogas.

Melalui penelitian yang dilakukan oleh Yuli Astuti Hidayati bersama tim dari Fakultas Peternakan, Universitas Padjajaran (Fapet Unpad) mengenai “Potensi Bakteri pada Kotoran Domba Sebagai Starter Pembentukan Biogas pada Media Batubara Lignit” dapat diketahui potensi yang dimiliki bakteri pada kotoran domba digunakan sebagai starter untuk pembentukan biogas pada media batubara lignit, dengan parameter mengamati jumlah bakteri anaerob dan produksi biogas.

Adapun metode penelitian yang dilakukan oleh salah satu dosen dari Fakultas Peternakan Unpad ini adalah dengan menggunakan eksperimental di Laboratorium menggunakan Rancangan Acak Lengkap dengan empat perlakuan dan empat ulangan.

Analisis data menggunakan analisis ragam, dan uji Duncan dilakukan untuk mengetahui perbedaan antara perawatan. Kemudian, prosedur penelitian dibagi menjadi dua tahap, yakni tahap pertama adalah metode in vitro untuk memilih sampel feses dengan produksi biogas terbesar. Dan tahap kedua menggunakan media yang diperkaya (media 98-5) cairan untuk mengamati pertumbuhan bakteri yang berasal dari kotoran domba terpilih, kemudian digunakan konsorsium bakteri permulaan pada media batubara lignit.

Mengapa menggunakan media batubara lignit? Batubara Lignit merupakan batubara termuda dan mengandung 25-30% karbon organik, jadi bisa digunakan sebagai bahan organik, yang nantinya terdegradasi dalam pembentukan biogas.

Perlakuan didasarkan pada konsentrasi bakteri konsorsium yang digunakan, T1 = 0%, T2 = 1,5%, T3 = 3%, dan T4 = 4,5%. Jumlah bakteri anaerob diamati di tabung Hungate, dan produksi biogas diamati dalam botol serum.

Baca juga: Pembiakan Sapi Efisien dan Ramah Lingkungan untuk Peternak

Hasil penelitian menunjukkan bahwa jumlah bakteri anaerob tertinggi yaitu 1012 CFU/ml dan produksi biogas tertinggi  yaitu sebanyak 105,6 mL, dan metana 47,84% yang dicapai karena efek pemberian starter bakteri kotoran domba dengan dosis 0.15% (T2)

Yuli mengungkapkan, bakteri pada kotoran domba (feses) ternyata bisa jadi berpotensi digunakan sebagai agen pembentuk biogas pada media batubara lignit. Hal tersebut dibuktikan pada penelitiannya yang menunjukkan adanya pertumbuhannya bakteri anaerob dan produksi biogas. (ran)

 

Tonton video menarik ini:

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here