Home Kampus Potensi Pengembangan Teknologi Pemberian Pakan Ikan Otomatis di Era Digital

Potensi Pengembangan Teknologi Pemberian Pakan Ikan Otomatis di Era Digital

Agrozine.id – Revolusi industri 4.0 merupakan suatu strategi yang dilakukan guna memplementasikan peningkatan teknologi melalui sektor manufaktur dan menciptakan kerangka kebijakan strategi yang konsisten dalam menghadapi kompetisi global.

Pada sektor perikanan masih sangat dibutuhkan inovasi – inovasi yang perlu dikembangkan untuk memperkuat sektor industri perikanan khususnya yang berkaitan dengan produksi pangan. Penerapan sistem budidaya berebasis teknologi terbarukan masih jarang dijumpai karena mayoritas skala usaha adalah menengah ke bawah.

Dalam rangka optimalisasi produksi budidaya perikanan, khususnya ikan konsumsi yang selanjutkan di arahkan untuk peningkatan ketahanan pangan, sistem manajemen dalam produksi budidaya peraairan seperti teknologi pemberian pakan, sistem polikultur terpadu, dan teknologi pemantauan kualitas air sangat diperlukan, terutama masa pandemic Covid-19 yang menerapkan pembatasan skala besar maupu work from home. Penerapan teknologi dalam akuakultur akan sangat membantu pemantauan jarak jauh.

pemberian pakan ikan otomatis
Penggunaan Self-feeding di keramba jaring apung laut, Saiki, Oita, Jepang

Pada sebagaian besar budidaya ikan komersial saat ini, salah satu teknologi pemberian pakan ikan otomatis seperti automatic feeder telah banyak digunakan termasuk di Indonesia. Dengan menggunakan automatic feeder, maka kesalahan cara pemberian pakan secara manual yang ditebar menggunakan tangan dapat dihindari. Teknologi pemberian pakan lain yang dimodifikasi dari penggunaan automatic feeding adalah self-feeding atau demand feeder.

Perbedaannya dengan automatic feeder, metode pemberian pakan ikan otomatis ini memanfaatkan nafsu makan ikan dan berdasarkan pola makan ikan sehingga kesalahan dalam penjadwalan pemberian pakan ikan dapat diminimalisir. Sasaran yang dituju adalah konversi pemberian pakan dan pertumbuhan komoditas budidaya yang lebih baik, serta mengurangi jumlah pakan yang tidak termakan.

Di berbagai negara maju, metode ini telah banyak digunakan khususnya pada jenis ikan seperti European Seabass Dicentrarchus labrax Yellowtail Seriola quinqueradiata dan Tilapia Oreochromis niloticus.

pemberian pakan ikan otomatis
Mekanisme self feeding skala laboratorium (Pratiwy & Kohbara, 2018)

Mekanisme kerja dalam metode ini adalah pergerakan ikan dalam menggerakan pendulum yang dapat menggerakan mesin pemutar untuk mengalirkan pakan, kemudian gerakan tersebut dapat diterjemahkan melalui data logger untuk diringkas dalam format yang dapat dianalisis menggunakan software untuk mencatat interval makan ikan melalui aktogram atau pediogram berdasarkan perubahan suhu dan intensitas cahaya.

Dengan demikian ikan akan mengatur sendiri kebutuhan makannya sesuai dengan interval kekosongan lambung. Data logger ini yang akan menjadi database aplikasi pemberian pakan optimal, sehingga akan muncul berupa kurva standar interval kekosongan lambung ikan yang kita pelihara.

Penggunaan alat pakan otomatis mengarah pada penggunaan pakan yang lebih efisien sehingga dapat meminimalisir sisa pakan dan limbah yang masuk ke perairan selain itu, teknologi ini dapat terintegrasi dengan perubahan suhu perairan dan intensitas cahaya, sehingga apabila terjadi perubahan suhu secara fluktuatif, langkah solutif dalam manajemen pemberian pakan dapat diterapkan.

Selain itu, teknologi ini dapat dikombinasikan dengan sistem kontrol tambahan yang memanfaatkan teknologi informasi untuk menyimpan data dalam perangkat dan mengintegrasikannya terhadap suatu mobile application yang bisa dengan mudah digunakan dan dimanfaatkan para pembudidaya tanpa perlu setiap saat berada di lokasi budidaya.

Saat ini di Indonesia penggunaan teknologi pemberian pakan ikan baru sampai tahap penggunaan pakan automatic feeder dan penggunaan self-feeder masih belum diaplikasikan. Ke depannya, penggunaan teknologi ini diharapkan dapat dimanfaatkan sebagai salah satu alternatif pemberian pakan ikan dengan perangkat teknologi yang mudah diterapkan dan terjangkau dalam segi biaya.

 

Penulis: Fittrie Meyllianawaty Pratiwy, Ph.D.

Dosen Departemen Perikanan, Fakultas Perikanan dan Ilmu Kalutan, Universitas Padjadjaran.

tonton video menarik ini:

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here