Home Kampus Potensi Tepung Daun Kelor untuk Tingkatkan Reproduksi Kambing Kacang Jantan

Potensi Tepung Daun Kelor untuk Tingkatkan Reproduksi Kambing Kacang Jantan

potensi tepug daun kelor kambing kacang

Agrozine.id – Potensi tepung daun kelor untuk kambing kacang. Jenis kambing ini merupakan jenis lokal yang tergolong sebagai hewan ruminansia kecil, persebarannya di seluruh wilayah Indonesia. Kambing kacang banyak dipelihara oleh masyarakat perdesaan karena berkontribusi terhadap pendapatan secara substansial, serta memiliki cita rasa yang baik. Keberadaan tepung daun kelor menjadikan potensi untuk memberikan dampak positif untuk kembangbiak kambing.

Konsumsi daging kambing yang mengalami peningkatan dari tahun ke tahun membutuhkan penguatan populasi kambing secara signifikan. Hal ini untuk mencegah terjadinya kepunahan kambing kacang akibat jumlah penyembelihan untuk memenuhi permintaan pasar.

Untuk itu perlu pengembangan kualitas genetik yang diberikan tanpa memberikan dampak negatif terhadap kambing sebagai peliharaan yang juga baik untuk dikonsumsi.

Baca juga: Pakan untuk Ternak Kambing, Apa Saja?

Teknologi Untuk Pelesatarian Genetik Kambing Kacang

Penggunaan teknologi untuk meningkatkan kualitas genetik, manajemen pemeliharaan dan pakan merupakan strategi untuk upaya pelestarian kambing kacang.

Keterbatasan hijauan pakan menjadi kendala, sehingga solusi yang dilakukan dengan menanam leguminosa dan tanaman pohon yang berkualitas serta mempunyai nutrisi tinggi antara lain, pohon gamal, lamtoro, turi, katuk, nangka, trembesi, kelor, dan lain-lain.

Potensi Tepung Daun Kelor Untuk Kambing Kacang Jantan

Tanaman kelor (Moringa oleifera Lamm) menurut Dosen Fakultas Pertanian Jurusan Peternakan Universitas Islam Kadiri (UNISKA) Kediri, Efi Rokana, S.Pt.,MP bisa menjadi bahan pakan sumber protein yang konvensional serta bisa digunakan sebagai suplemen pakan dalam meningkatkan produksi ternak ruminansia maupun unggas.

Ungkapan potensi tersebut didasari karenan tanaman kelor menganduk nutrisi, senyawa bioaktif, protein, asam amino, mineral, vitamin, kalsium, zat besi, potassium, magnesium, selenium, zink, dan vitamin B komplek yangmana merupakan nutrien esensial yang dibutuhkan oleh ternak dan manusia.

Sedangkan daun kelor kering banyak mengandung vitamin C, vitamin A, pottasium, zat besi, dan protein.

“Kandungan asam amino daun kelor termasuk tinggi, sehingga dapat menjadi sumber protein sebagai suplementasi bagi ternak ruminansia yang dapat menggantikan bahan pakan sumber protein konvensional.” Jelas Efi yang llebih jauh menjelskan potensi tepung daun kelor untuk kambing kacang.

Urian tersebut telah dijelaskan lebih jelas dipenelitian yang berjudul “Pengaruh Substitusi Pakan dengan Tepung Daun Kelor (Moringa oleifera Lamm) dalam Konsentrat Terhadap Peningkatan Performa Reproduksi Kambing Kacang Jantan.”

Penelitian yang disusun bersama Prof. Dr. Sc.Agr. Ir. Suyadi, MS. IPU, ASEAN, Eng, Prof. Dr. Ir. Siti Chuzaemi, MS. IPU, dan Dr. Ir. Sri Wahjuningsih, MS itu telah diujikan melalui ujian disertasi terbuka secara daring, pada Kamis (28/01/2021). Pasalnya Efi tercatat sebagai mahasiswa tingkat akhir Program Doktor di Fakultas Peternakan Universitas Brawijaya (Fapet UB).

Baca juga: Mahasiswa Program Doktor UB Teliti Potensi Pasta Buah Merah

Potensi Tepung Daun Kelor Untuk Kambing Kacang

Dalam penelitian mengenai potensi tepung daun kelor itu menyebutkan bahwa, teknologi ekstrak tersebut diberikan kepada 16 ekor kambing kacang jantan berumur 1-1,5 tahun menjadi sampel.

Lalu, sampel tersebut diberi pakan dari campuran rumput gajah, konsentrat dan tepung daun kelor dengan perlakuan 0 hingga 30%.

Dari penelitian ini menghasilkan kesimpulan bahwa substitusi tepung daun kelor dalam pakan konsentrat dapat meningkatkan efisiensi pakan, pertambahan bobot badan, lingkar dan volume skrotum, profil darah, tingkah laku seksual, dan kualitas semen kambing kacang jantan. Artinya, tepung daun kelor sangat memililki potensi untuk memberikan dorongan positif dalam pengembangbiakan kambing kacang. (ran)

 

Tonton video menarik ini:

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here