Home Peternakan Potret Dumadi, Budidaya Ayam Cemani Siap Ekspor Ke Mancanegara

Potret Dumadi, Budidaya Ayam Cemani Siap Ekspor Ke Mancanegara

Agrozine.id – Beternak ayam mungkin sudah banyak dilakukan oleh sebagian besar orang. Tapi bagaimana jika budidaya ayam cemani? Hal inilah yang dilakukan oleh Dumadi yang akrab disapa dengan panggilan Idum. Ia adalah pemilik peternakan ayam jenis cemani yang diberi nama Idum Farm dan berlokasi di Perumahan Permata Regency, Kecamatan Pasar Kemis, Tangerang.

Meski tak banyak yang mau menggeluti usaha ini karena dianggap ayam mistis, lantaran seluruh tubuh bahkan daging ayam yang berwarna hitam, Idum tetap giat dengan usaha yang sudah dipilihnya tersebut dan sekarang bahkan ia sudah mengirim hasil produksi berupa telur ayam cemani sampai ke Turki, Inggris Irak, Pakistan dan sebagainya. Sedangkan untuk di Indonesia sendiri, Idum mengaku sudah memasarkan hasil produksinya hingga hampir ke seluruh nusantara.

Kondisi kandang ayam cemani Idum Farm

Sebelum terjun ke budidaya ayam cemani, Idum sempat bekerja di salah satu perusahaan teknik yang sesuai dengan latar belakang pendidikannya di bidang teknik. Pada tahun 2015, ia memutuskan untuk keluar dari pekerjaannya dan memulai usaha ternak ayam cemani. “Awal banget sih tahun 2015, tapi mulai benar-benar fokusĀ  itu di tahun 2017”, tuturnya.

Baca Juga : Inilah Cara Sukses Ternak Ayam Kalkun

Sebelum memfokuskan diri di usaha ini, Idum sempat memelihara beberapa jenis ayam hias karena hobinya. Namun di tahun 2017 ia memutuskan untuk hanya fokus memelihara jenis cemani karena menurutnya prospek lebih menjanjikan. “Selain daging, dia juga produksi telur. Lumayan juga satu ekor dia bisa produksi sampai 17 butir telur sekali produksi”, ujarnya. Tapi saya memang kebanyakan jual ayam hidup sama telur, tambahnya.

Baca Juga : Tips Budidaya Ayam Petelur Bagi Kamu yang Masih Pemula

Berawal dari hobi, awalya Idum memulai usaha budidaya ayam cemani hanya bermodalkan satu pasang. Namun lama-kelamaan ayamnya semakin banyak dan saat ini ia memiliki sekitar 25 ekor indukan di peternakan yang didirikannya di samping rumah tersebut.

Ayam cemani mengerami telurnya

Namun ketika ditanya mengenai harga jual, Idum mengaku tidak ada patokan harga yang pasti untuk ayam ini. “Sebenarnya kalau untuk harga jul sih tidak ada patokan, sesuai kesepakatan saja. Cuma ya kalau misalkan harus dipatok paling nggak 5-25 juta per ekor”, ujarnya.

Di awal memulai usaha, Idum mengaku terkendala karena tidak adanya pengalaman di bidang peternakan. Ditambah lagi budidaya jenis ayam ini tidak mudah, dan hanya dilakukan oleh kelompok tertentu saja. Namun setelah hampir 5 tahun menggeluti usahanya, ia bahkan sudah sering didatangi para peternak ayam cemani pemula atau mereka yang ingin belajar untuk memulai usaha ayam tersebut.

Baca Juga : Kisah Gandi, Membangun Usaha Budidaya Ayam Petelur Sambil Kuliah

Penyakit juga menjadi kendala tersendiri yang ia hadapi saat awal memulai usaha. “Penyakit juga sih jadi kendala, kalau dulu di awal-awal hampir setiap tahun kena. Tapi sekarang karena kita udah tahu, jadi udah ngerti juga pengendaliannya, jadi vaksin rutin”, ujarnya.

Selain kendala, tentu ada suka yang dialami setiap peternak termasuk Idum. “Kalau sukanya ya, ternak kita banyak yang suka, banyak yang beli ya disitu sukanya”, ujarnya. Kedepan, Idum berharap bisa menambah populasi ayam cemani di peternakannya dan bisa memperluas pasarnya. Selain itu Idum juga memiliki target untuk memperluas pasar untuk hasil produksi ayam cemani yang ia geluti saat ini. (ira)

 

Tonton video menarik ini:

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here