Home Biodiversitas Produk Ikan Kaleng Indonesia, Masih Aman Dikonsumsi Kok

Produk Ikan Kaleng Indonesia, Masih Aman Dikonsumsi Kok

produk ikan kaleng Indonesia

Agrozine.id – Industri pengalengan ikan di Indonesia menuai berkah di tengah pandemi Covid-19 ini. Hal ini karena permintaan produk ikan kaleng cenderung terus meningkat. Maka dari itu, Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) diminta untuk fokus mengembangkan produk ikan kaleng Indonesia karena dinilai merupakan arus utama dari perdagangan perikanan di tingkat global.

Saat ini, stok nasional untuk produk sarden dan makarel kaleng berjumlah 35 juta kaleng. Kementerian Perindustrian mencatat, hingga kini terdapat 718 unit usaha pengolahan ikan yang tersebar di berbagai wilayah Indonesia.

Baca juga: Potensi Ekonomi Ikan Lemuru, Bisa Tembus Pasar Internasional

Besarnya potensi ekspor ikan kaleng ini harus didukung dengan kebijakan Pemerintah untuk fokus kepada pengembangan produk yang bernilai tambah seperti ikan kaleng ini. Salah satunya yaitu dengan adanya jaminan pasokan bahan baku di hulu.

Selain itu, hal terpenting adalah adanya pembinaan dan daya saing serta dukungan kampanye SNI kepada konsumen nasional. Karena saat ini, banyak masyarakat Indonesia yang masih ragu untuk mengonsumsi produk ikan kaleng Indonesia.

Santer diberitakan bahwa produk ikan kaleng mengandung pengawet, pewarna, tinggi garam atau gula, atau telah mengalami banyak proses sehingga banyak nutrisi yang hilang.

Namun faktanya, ikan yang dikalengkan tetap kaya akan nutrisi berupa protein, lemak, omega-3, omega-6, vitamin D, kalsium, kalium, selenium, dan natrium.

Sementara itu, Penguatan Daya Saing Produk Kelautan dan Perikanan (PDSPKP) KKP juga memastikan bahwa produk ikan kaleng beberapa merk di Indonesia aman untuk dikonsumsi bagi kesehatan manusia.

Proses pengolahan ikan sarden di Indonesia telah sesuai dengan standar organisasi pangan dunia (FAO). Indonesia pun memliki standar dalam pengolahan makanan dengan menerbitkan Sertifikat Kelayakan Pengolahan (SKP).

Baca juga: Mengerikan! Bahaya Kandungan Zat BPA pada Kemasan Makanan dan Minuman

Selain itu, bahan bakunya pun berasal dari ikan segar dan bermutu sesuai Standar Nasional Indonesia (SNI). Lebih jauh lagi ikan kaleng kini memiliki mutu yang tinggi sesuai SNI yang berlaku dan telah lulus uji di laboratorium yang terakreditasi.

Proses pengolahan hingga ke tangan konsumen juga dilakukan secara higienis denga menerapkan Sanitasi Standar Operasional Prosedur (SSOP), Good Manufacturing Practice (GMP), Hazard Analysis Critical Control Point (HACCP), dan sertifikat Halal.

Meski begitu, makanan kalengan tentunya ditambahkan bahan kimia selama proses pengemasan. Untuk menyiasatinya, kamu harus cermat membaca kemasan kaleng.

Selain itu, pilih produk ikan kaleng yang kemasannya dalam kondisi bagus. Jangan memilih kemasan yang penyok atau gembung. Ini karena adanya kemungkinan kontaminasi bakteri, kotoran, atau lainnya. (ran)

 

Tonton video menarik ini:

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here