Home Perkebunan Produsen Sawit di ASEAN Bahas Isu Sawit dengan UE Lewat JWG

Produsen Sawit di ASEAN Bahas Isu Sawit dengan UE Lewat JWG

Agrozine.id – Kampanye negatif terhadap kelapa sawit marak menyebar dan berkembang di Uni Eropa. Indonesia sebagai salah satu negara penghasil sawit terbesar di Asia Tenggara telah berupaya mengeliminasi hal tersebut, salah satunya melalui penyelenggaraan The First Joint Working Group (JWG) on Palm Oil antara ASEAN dengan Uni Eropa pada awal tahun ini. Dalam pembahasan tersebut dibahas isu sawit dengan UE.

Penyelenggaraan JWG sudah digagas sejak Januari 2019, namun baru disepakati pada 1 Desember 2020 pada pertemuan ke-23 Tingkat Menteri ASEAN dengan Uni Eropa. Dalam hal ini Indonesia berhasil memperluas cakupan pembahasan JWG untuk keseluruhan minyak nabati, bukan hanya minyak sawit sekaligus juga sepakat melihat tantangan di dalam pengembangan minyak nabati dilihat dalam parameter pencapaian target pembangunan berkelanjutan tahun 2030.

Penyelenggaraan JWG pertama ini dipimpin oleh Indonesia dan Uni Eropa dan dihadiri oleh Malasyia, Kamboja, Vietnam, Thailand dan Laos. Indonesia memiliki pencapaian dalam pertemuan tersebut dimana berhasil mendudukkan pembahasan keberlanjutan kelapa sawit pada tingkat yang setara dengan minyak nabati seperti minyak kanola, minyak bunga matahari dan minyak zaitun.

Hal ini tentu semakin menegaskan bahwa untuk tercapainya agenda tujuan pembangunan berkelanjutan 2030, diperlukan adanya pembahasan yang holistik dan nono diskriminasi terhadap seluruh minyak nabati.

Mahendra Siregar, Wakil Menteri Luar Negeri Indonesia mengatakan bahwa tantangan dari pembangunan berkelanjutan adalah bagaimana kita dapat meminimalisir permintaan terhadap minyak nabati yang akan terus meningkat di masa mendatang.

Baca Juga: Antisipasi Dampak La Nina, Wilmar Lakukan Pendampingan 
Kepada Petani Kelapa Sawit

Pembukaan lahan secara terus-menerus akan memiliki dampak yang buruk terhadap lingkungan dan keanekaragaman flora dan fauna. Dalam hal ini Uni Eropa setuju dan ASEAN juga UE perlu membahas hal ini lebih mendalam.

“Diharapkan JWG ini dapat mengembangkan kebijakan bersama untuk mencapai minyak sawit yang berkelanjutan bagi ASEAN dan UE. Saya jga berharap agar kedepannya ASEAN dan UE dapat mengembangkan sertifikasi minyak nabati yang diakui bersama”, ujar Wamenlu RI.

Baca Juga: SDP Teliti Genom Kelapa Sawit Mendukung Industri Bebas Deforestasi

Pertemuan perdana JWG yang dihadiri oleh delegasi dari ASEAN dan UE ini telah membahas ruang lingkup minyak nabati, data dan informasi serta usulan kerjasama teknis yang perlu disiapkan untuk dibahas pada pertemuan JWG selanjutnya.

Dalam pertemuan pertama itu telah menetapkan cakupan pembahasan yang perlu dipegang bersama untuk mendorong perspektif perlindungan minyak nabati bagi kebutuhan global dan kontribusinya bagi perlindungan lingkungan dan membahas isu sawit dengan UE juga delegasi ASEAN untuk pembangunan berkelanjutan tahun 2030. (ira)

 

Tonton video menarik ini:

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here