Home Kampus Profesor Fatchiyah dari Universitas Brawijaya Teliti Potensi Beras Berpigmen

Profesor Fatchiyah dari Universitas Brawijaya Teliti Potensi Beras Berpigmen

potensi beras berpigmen

Agrozine.id – Beras menjadi bahan makanan pokok bagi masyarakat Indonesia. Berdasarkan warnanya beras dikelompokkan menjadi beras putih,coklat, merah dan hitam. Indonesia memiliki varietas padi yang memiliki kandungan nutrisi berkualitas tinggi, kaya akan mineral dan senyawa bioaktif. Senyawa bioaktif ini banyak ditemukan pada beras berpigmen seperti beras merah dan hitam. Lalu, apa potensi beras berpigmen ini ?

5 Jenis Beras yang Baik untuk DikonsumsiSenyawa bioaktif pada beras ini berfungsi sebagai antioksidan yang baik untuk kesehatan tubuh. Senyawa tersebut meliputi senyawa flavonoid, fenolik, antosianin, proantosianidin, tokoferol, tokotrienol, γ-oryzanol, dan asam fitat. Senyawa bioaktif yang dapat berperan sebagai antioksidan pada beras merah adalah proantosianidin dan pada beras hitam adalah antosianin.

Senyawa antosianin pada beras merah sebagai pemberi warna merah atau ungu, sedangkan pada beras hitam produksi antosianin lebih tinggi sehingga dapat memberi warna beras ungu pekat mendekati hitam.

Senyawa antosianin dan proantosianidin pada beras berpigmen mampu berperan dalam berbagai aktivitas biologis dalam tubuh. Selain itu juga beras berpigmen ini dapat mengurangi terjadinya risiko penyakit kardiovaskular, diabetes, kanker, osteoporosis, kolesterol tinggi, dan bisa juga digunakan untuk kosmetik.

Karena potensi beras berpigmen yang memiliki kandungan nutrisi yang tinggi serta banyaknya manfaat untuk kesehatan tubuh, beras berpigmen ini disarankan untuk dikonsumsi oleh balita dan manula, dalam bentuk minuman sereal.

Melalui program Riset Inovatif Produktif (RISPRO) bertema Prioritas Riset Nasional dari Kemenristek BRIN dan LPDP 2020-2024, Prof. Fatchiyah, M.Kes., Ph.D dari jurusan Biologi FMIPA Universitas Brawijaya (UB) ini melakukan kajian penelitian terkait Pemetaan Genetik, Proteomik dan Kajian Nutrigenomik Jenis Padi Berpigmen di Jajaran Pulau Sundaland Indonesia. Dengan tujuan sebagai Bahan Nutrisi Sehat Nasional, dilansir dari portal berita UB (26/7/2020).

Profesor Fatchiyah yang juga merupakan pendiri Pusat Studi Molekul Cerdas Dari Sumber Genetik Alami atau dikenal dengan SMONAGENES UB ini mengatakan, riset ini merupakan mandatori dari Kemenristek Brin dan didanai oleh LPDP dalam bentuk kerja sama dengan Balai Besar Penelitian Padi Deptan, Kementerian Pertanian.

Latar belakang dilakukannya penelitian beras berpigmen oleh Prof. Fatchiyah adalah karena pemetaan genetik padi atau beras yang dimiliki Indonesia belum banyak dilakukan, hanya terbatas pada daerah tertentu secara partial, dan publikasi yang ada lebih banyak membahas kandungan beras berpigmen terhadap fungsinya sebagai antioksidan, dan belum fokus pada pemetaan genetik dan kandungan pada berbagai khasiat lainnya.

Selai itu, belum banyak peneliti yang meneliti dan mengkarakterisasi fisiko-kimia, uji biokimia, seta fungsi biologis dan biomedis terhadap kandungan senyawa bioaktif dari beras hitam utuh berasal dari jajaran pulau sundaland dan asli Indonesia. (ran)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here