Home Perikanan Program Mitra Bahari Aktif Kembali, Perkuat Sektor Kelautan dan Perikanan

Program Mitra Bahari Aktif Kembali, Perkuat Sektor Kelautan dan Perikanan

Program Mitra Bahari

Agrozine.id – Setelah sempat berhenti pada tahun 2016 akibat perubahan prioritas program kelautan dan perikanan, kini Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) kembali membangkitkan Program Mitra Bahari (PMB).

Melansir dari siaran pers KKP (16/02), Direktur Jenderal Pengelolaan Ruang Laut, TB Haeru Rahayu menyambut hangat aktifnya kembali Program Mitra Bahari ini.

Baca juga: Mengenal Program KKP Kampung Nelayan Maju, Berdayakan Nelayan

Ia menyampaikan bahwa program ini dibentuk berdasarkan mandat dalam UU 27 tahun 2007 juncto UU Nomor 1 tahun 2013 tentang Pengelolaan Wilayah Pesisir dan Pulau-Pulau Kecil (pasal 1 ayat 43) dan Peraturan Menteri Kelautan dan Perikanan Republik Indonesia Nomor Per.14/MEN/2009 tentang Mitra Bahari.

Buat kamu yang belum tahu, Program Mitra Bahari merupakan jejaring pemangku kepentingan di bidang pengelolaan wilayah pesisir dan pulau-pulau kecil dalam penguatan kapasitas SDM, lembaga, pendidikan, penyuluhan, pendampingan, pelatihan, pelatihan terapan dan pengembangan rekomendasi kebijakan.

Lebih lanjut, Tebe menjelaskan bahwa terdapat beberapa elemen dalam Konsorsium Mitra Bahari yakni Perguruan Tinggi, Pemerintah, Swasta dan LSM yang memiliki peran penting dalam pembangunan sektor kelautan dan perikanan.

Dengan berbagai ahli di bidangnya, diharapkan dengan adanya Konsorsium Mitra Bahari ini dapat memberikan rekomendasi kepada pemerintah dalam menghadapi berbagai isu strategis.

“Seiring dengan perkembangan kebijakan saat ini dan mempertimbangkan tingginya semangat, apresiasi penggiat Mitra Bahari di seluruh Indonesia, maka PMB perlu dibangkitkan kembali dengan platform yang lebih baik lagi di segi kelembagaan dan program” tandasnya.

Baca juga: KKP Ajak Stakeholder untuk Bersinergi Jaga Sumber Daya Laut Indonesia

Senada dengan Tebe, salah satu pemrakarsa Program Mitra Bahari, Rokhmin Dahuri pun mengapresiasi langkah ini untuk kemajuan pembangunan sektor kelautan dan perikanan ke depan. Rokhmin yang berbagi tentang sejarah pembentukan PMB, mengambil referensi/pembelajaran dari peran Perguruan Tinggi di Amerika Serikat melalui konsep Sea Grant.

Ia menyampaikan, fungsi PMB antara lain yaitu mengidentifikasi isu dan permasalahan sektor kelautan dan perikanan di wilayah masing-masing, menyusun roadmap kelautan dan perikanan, sosialisasi kebijakan pembangunan kelautan dan perikanan.

Serta, menjembatani antara KKP dan Pemda, mengembangkan bisnis di sektor kelautan dan perikanan, hilirisasi Perguruan Tinggi dan Pemda sebagai penghasil prototype yang dapat dikonversikan ke teknologi.

Mitra bahari juga diharapkan dapat memberikan dukungan rekomendasi kebijakan dan pengembangan sumber daya manusia yang mumpuni melalui 4 (empat) pilar Mitra Bahari, yaitu pendidikan dan penyuluhan, pelatihan dan pendampingan, penelitian terapan dan rekomendasi kebijakan dalam mendukung visi dan misi pembangunan kelautan dan perikanan. (ran)

 

Tonton video menarik ini:

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here