Home Peternakan Quantified Ag: Identifikasi Ternak Sakit dengan Bantuan Teknologi

Quantified Ag: Identifikasi Ternak Sakit dengan Bantuan Teknologi

Agrozine – Saat mengawasi ternak sapi, seberapa cepat anda dapat mengidentifikasi ternak yang sakit? Diagnosa dini tidak hanya dapat mengurangi risiko kematian, namun dapat menunjukkan seberapa sering kamu harus merawat ternak. “Dulu, terdapat 22,5 juta sapi yang diberi pakan dan menunjukkan gejala sakit setiap tahunnya, dan sebanyak 2 hingga 3 persen mati karena sakit,” ujar Andrew Uden dari Quantified Ag. Ia menambahkan, berkat bantuan teknologi, jumlah tersebut dapat berkurang dan cara industri peternakan mengidentifikasi ternak yang sakit telah berubah.

Quantified Ag didirikan di Lincoln, Nebraska oleh Andrew Uden bersama Vishal Singh, dengan mengembangkan sistem proaktif untuk melacak biometric ternak melalui tag telinga yang dilengkapi dengan sensor. “Usaha kami bermula dari thermal imaging sapi dan drone. Saat mempelajari peternakan lebih lanjut dan kelemahannya, kami membatalkan ide drone, dan fokus pada sensor untuk telinga,” ujar Vishal.

Baik berjalan kaki, menggunakan kendaraan roda empat ataupun menunggang kuda, para peternak menghabiskan banyak waktu untuk memantau kesehatan ternaknya. Terkadang gejala penyakit tidak dapat dikenali hingga dua atau tiga hari, hingga akhirnya ternak sakit. Namun, dengan sensor telinga dari Quantified Ag, gejala penyakit dapat diidentifikasi dalam dua hingga tiga jam. Dengan begitu, peternak dapat memilah dan merawat ternak yang sakit lebih cepat.

 

Identifikasi Penyakit

Alat ini pertama kali dikembangkan untuk industri pakan, sensor yang ditempelkan di telinga dapat menganalisa biometrik dan perilaku ternak. Lampu LED pada tag telinga akan berkedip untuk mengidentifikasi sapi yang sakit kepada peternak melalui pesan yang dikirimkan lewat smartphone, tablet, email, SMS, dan website. Untuk melihat manfaatnya secara maksimal, peternak ataupun pelaku usaha harus menggunakan tag selama enam hingga delapan bulan.

Saat ini tengah dilakukan riset untuk meningkatkan daya tahan baterai tag. “Jarak antara tag dan penerima notifikasi berkisar 1 hingga 8 meter. Inilah alasan kami fokus pada ruang terbatas seperti tempat pemberian pakan. Harapannya, dalam 10 tahun ke depan, masalah ini dapat teratasi. Kami akan terus mengembangkan produk ini menjadi lebih baik,” jelas Andrew.

Seiring dengan perkembangan teknologi, Quantified Ag juga akan mempertimbangkan aspek kesehatan lain seperti kehamilan dan mengevaluasi penerapannya pada ternak selain sapi. “Setelah merampungkan alat ini, kami berpikir untuk membuatnya dapat diaplikasikan pada ternak lain seperti babi,” ujar Andrew. Sistem Quantified Ag akan memasukkan biometric sensing ear tag dan alat analisis data yang berbasis langganan untuk tiap ternak.

Perangkat ini mencakup portal yang aman sehingga pelanggan dapat melihat laporan rinci analisa data langsung ataupun riwayat data secara pribadi. Dengan bantuan smartphone dan tablet, sistem dapat memberikan informasi terkait kesehatan ternak dimana saja dan kapan saja. Saat ini, Quantified Ag telah memasarkan produk biometric sensing ear tag secara global. (rin)

Dilansir dari Successful Farming

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here