Home Ikan Hias Rainbowfish, Ikan Asal Papua dengan Warna Seindah Pelangi

Rainbowfish, Ikan Asal Papua dengan Warna Seindah Pelangi

rainbowfish.angfaqld.org.au

 

Agrozine – Sobat Agro, inilah ikan berwarna seindah pelangi. Rainbowfish atau ikan pelangi ini pertama ditemukan oleh Mr. Boufort di pulau Waigeo, Kepulauan Raja Ampat, Papua, Indonesia. Ikan hias ini banyak ditemukan di wilayah perairan Papua, khususnya pada daerah Sungai Gelap.  Ikan rainbowfish merupakan komoditi ekspor. Ikan ini jenis ikan hias yang banyak diminati masyarakat karena warnanya cantik dan eksotis,  serta mudah dipelihara dan dibudidayakan.

Keluarga Melanotaenia yang membawahi seluruh spesies ikan pelangi (rainbow fish) terdiri atas 4 sub family dan 18 genus, yang berasal dari perairan air tawar Sulawesi, Papua Barat, Papua Nugini, Australia, dan Afrika. Klasifikasi sub famili dan genus tersebut diantaranya:

  • Sub family Bedotiinae
  • Genus Bedotia Regan
  • Subfamily Melanotaeniinae
  • Genus Chilatherina Regan
  • Genus Glossolepis 
  • Genus Melanotaenia 
  • Genus Rhadinocentrus Regan
  • Genus Iriatherina Meinken
  • Genus Pelangia G. R. Allen
  • Subfamily Pseudomugilinae Kner
  • Genus Kiunga G. R. Allen
  • Genus Pseudomugil Kner
  • Genus Scaturiginichthys Ivantsoff
  • Subfamily Telmatherininae Munro
  • Genus Kalyptatherina Saeed & Ivantsoff
  • Genus Marosatherina Aarn
  • Genus Paratherina Kottelat
  • Genus Telmatherina Boulenger
  • Genus Tominanga Kottelat

Semua jenis ikan pelangi umumnya memiliki kesamaan bentuk, yaitu pipih. Namun, bentuk tubuhnya ini masih dapat dibedakan lagi. Perbedaan tersebut akibat penyesuaian dirinya terhadap lingkungan hidupnya. Rainbowfish yang hidup di perairan agak tenang seperti danau dan rawa umumnya memiliki bentuk tubuh yang agak melebar ke bawah, sementara yang hidup di perairan deras seperti sungai umumnya bentuk tubuhnya agak memanjang.

Jenis ikan ini dapat hidup dan berkembang biak dalam akuarium, bak semen, maupun bak fiber. Ikan ini sudah dapat memijah setelah berumur lebih dari 7 bulan dengan ukuran 5-7 cm. Makanan ikan ini, yaitu kutu air, cacing rambut, jentik nyamuk (cuk), serta pelet.

Kualitas air yang diperlukan untuk kehidupan ikan ini, yaitu suhu air 23-26°C, pH air sebaiknya di atas 7. Agar ikan dapat tumbuh berkembang dengan baik selama pemeliharaan telur, air harus sesuai memenuhi persyaratan dan dilakukan penggantian air 1 minggu 1 kali.

Dalam budidaya ikan Pelangi, induk yang dipilih adalah induk yang sehat dan sudah siap untuk memijah. Induk yang sehat adalah induk yang tidak cacat dan tidak terjangkit penyakit. Induk dikatakan sudah siap memijah apabila sudah matang gonad. Induk jantan dikatakan matang gonad apabila sudah terlihat kelaminnya (testis) yang agak menonjol, sedangkan untuk induk betina tampak bagian perut terlihat membesar.

Induk yang sudah terseleksi ditangkap dengan menggunakan serokan berjaring tipis agar tidak menyakiti atau merusak tubuhnya. Kemudian, induk dimasukan ke dalam wadah pemijahan.

Ikan pelangi memijah secara alami tanpa memberikan rangsangan hormonal terhadap induk dan tanpa campur tangan manusia. Ikan pelangi memijah pada pagi dan malam hari.

Selama masa pemijahan, induk diberikan pakan alami berupa jentik nyamuk, cacing rambut, dan pelet secara berselang-seling. Pemberian pakan kepada induk dilakukan sedikit demi sedikit sampai diperkirakan induk sudah kenyang dan tidak lagi mengejar makanan yang diberikan.

Telur yang sudah dihasilkan dari proses pemijahan selanjutnya mengalami masa pengeraman. Selama masa pengeraman, di dalam telur terjadi proses embriologis. Lama masa pengeraman setiap spesies ikan tidak sama, tergantung pada spesies ikannya dan beberapa faktor luar. Faktor luar yang memiliki pengaruh pada pengeraman ialah suhu air dan cahaya. Telur yang mengalami masa pengeraman selama 7 hari akan menetas menjadi larva. Dalam proses penetasan, pH dan suhu memegang peranan penting.  pH 7,9-9,6 dan suhu 14°C-20°C merupakan kondisi yang optimum dalam penetasan.

Untuk dapat tumbuh dengan cepat, tahan terhadap penyakit, dan bereproduksi secara optimal, ikan memerlukan pakan dengan kuantitas yang tepat dan kualitas yang baik. Makanan ikan sebagian besar digunakan untuk sumber tenaga dan mempertahankan kondisi tubuhnya, selebihnya dipakai untuk pertumbuhan badannya.

Setelah telur menetas menjadi larva, dan saat kantung telurnya hampir habis, larva memperoleh makanan dari luar tubuhnya. Masa peralihan cara memperoleh makanan ini dikenal sebagai masa kritis. Dalam masa ini terjadi kematian yang tinggi. Penyediaan pakan yang memenuhi syarat bagi larva merupakan upaya yang tepat untuk mengatasi masa kritis.

Kualitas air adalah salah satu faktor terpenting dalam kegiatan pembenihan. Kualitas air yang buruk bisa berakibat fatal bagi ikan ini. Air yang baik adalah air yang terbebas dari kontaminan. Rainbowfish merupakan jenis ikan yang rentan terhadap serangan penyakit. Oleh sebab itu, lingkungan hidupnya harus dijaga sebaik mungkin.

Sebaiknya ikan pelangi dibudidayakan secara intensif agar dapat dihasilkan ikan yang baik kualitas maupun kuantitasnya karena ikan ini semakin langka. (das)

Yuk Sobat, Tonton Video Menarik Ini:

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here