Home Biodiversitas Rekam Jejak Mardianto, Orangutan yang Dilepasliarkan BOSF di Hutan Kalimantan

Rekam Jejak Mardianto, Orangutan yang Dilepasliarkan BOSF di Hutan Kalimantan

Agrozine.id – Sebagai salah satu yayasan yang fokus pada penyelamatan dan konservasi orangutan, BOS Foundation memiliki rekam jejak individu orangutan yang berhasil di hutan maupun di kamp penyelamatan. Oleh karena itu, BPS Foundation membuat sebuah challenge yaitu “Tantangan 15 tahun jejak Mardianto, seekor orangutan jantan yang kini hidup liar dan bebas di hutan”. Dalam tantangan ini yang dijadikan objek adalah rekam jejak Mardianto, salah satu individu orangutan yang dilepasliarkan oleh BOSF di hutan Kalimantan.

Mardianto diselamatkan oleh tim satwa liar dari BKSDA Kalimantan Tengah pada tahun 2005. Hingga tahun 2012 orangutan yang dinamakan Mardianto itu telah menyelesaikan proses rehabilitasi dan semua tingkatan Sekolah Hutan. Setelah itu Mardianto ditempatkan di Pulau  Bangamat pra pelepasliaran. Orangutan ini mudah dikenali melalui dahinya yang rata dan lebar, rambut hitam pendek dan wajah yang khas sehingga memudahkan pemantauan.

Setelah dilepasliarkan pada tahun 2015 di formasi batuan Hara di Hutan Lindung Bukit Batikap Kalimantan Tengah, tim post release BOS Foundation cukup sering menemukan dan merekam banyak data perilaku Mardianto tentang penyesuaian diri dengan lingkungan barunya.

Baca Juga: Dua Bayi Orangutan Masuk Pusat Rehabilitasi Borneo Orangutan 
Survival Foundation (BOSF)

Mardianto suka menjelajahi hutan dan bertemu dengan individu lain, terutama betina. Pada beberapa kesempatan berbeda di tahun 2016, ia terlihat bersama Kompos, Suta, Zakia dan Mango beberapa individu orangutan yang berhasil dilepasliarkan oleh BOS Foundation. Di tahun 2017, ia diamati bersama Manisha, Manggo, Lesta, Olivia, Zakia dan Compost. Tahun 2018,ia terlihat bersama Manisa, Manggo, Gina, Kompos, Nobri dan Zakia. Semuanya adalah orangutan yang berhasil direlease ke hutan oleh BOS Foundation. Dari pengamatan, Mardianto lebih suka menghabiskan waktu bersama teman betina dewasanya yang sering terlihat mengikuti atau makan bersama di kanopi.

Baca Juga: Maya Si Orangutan Melahirkan Bayi Baru di SM Lamandau

Saat ini Mardianto berusia 18 tahun dan telah mengalami berbagai perubahan fisik yang ekstrim. Saat ini Mardianto sedang mencoba untuk bersuara mengeluarkan lengkingan suaranya meski masih belum bisa sepenuhnya. Baterai sinyal pelacak yang dipasang di badan Mardianto telah mati sejak tahun 2018, sehingga tim post release BOSF tidak lagi dapat melacak keberadaannya. Namun ia masih dapat ditemukan dari waktu ke waktu di sepanjang tepi sungai saat mencari makan. Itulah rekam jejak Mardianto salah satu individu orangutan yang berhasil dilepasliarkan oleh BOSF dan masih ada sampai sekarang di habitat alaminya di hutan Kalimantan. (ira)

 

Tonton video menarik ini:

 

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here