Home Pertanian Rumput Pakchong, Pakan Ternak Tinggi Protein

Rumput Pakchong, Pakan Ternak Tinggi Protein

researchgate.net

Agrozine – Hijauan pakan ternak bagi ternak ruminansia seperti sapi dan kambing  memiliki persentase tertinggi dalam biaya produksi, yaitu sekitar 70%. Hijauan pakan ternak sangat dibutuhkan untuk meningkatkan produktivitas hewan ternak. Perkembangan dunia peternakan yang semakin pesat mendorong adanya sebuah inovasi hijauan pakan ternak.  Hijauan pakan ternak yang sudah umum dikembangkan para peternak saat ini diantaranya rumput raja, rumput gajah, rumput setaria, dan rumput odot. Namun, saat ini ada jenis rumput yang dikembangkan para peternak khususnya di Pulau Jawa, yaitu rumput pakchong yang berasal dari Thailand.

Awalnya para peternak mengenal jenis rumput ini dari mulut ke mulut. Produksi rumput baru ini jauh di atas produksi rumput lainnya. Rumput pakchong terkenal di kalangan peternak dengan keunggulannya, salah satunya sangat disukai oleh sapi dan kambing karena pada bagian batang dan daunnya tidak memiliki bulu-bulu halus.

Rumput pakchong bernama ilmiah Pennisetum purpureum cv Thailand.  Rumput ini diteliti dan dikembangkan oleh Prof. Dr. Krailas Kiyothong selama 6 tahun dan penanamannya dilakukan di daerah Pak Chong, Thailand. Rumput unggul ini dari hasil persilangan antara rumput gajah (Pennisetum purpureum Schumach) dengan pearl millet (Pennisetum glaucum). Rumput ini dapat tumbuh dengan baik di berbagai lokasi, tetapi akan berkembang sangat baik pada tanah yang kaya akan bahan organik.

Tinggi rumput pakchong bisa mencapai sekitar 5 m dan batangnya relatif tidak keras sehingga bisa dikonsumsi oleh ternak. Itulah mengapa rumput ini lebih disukai oleh sapi dan kambing. Produksi rumput pakchong per tahun berkisar 250-275 ton/ha dan kandungan protein kasar 16-18%.  Rumput ini bisa dipanen pada umur 70, 80 dan 90 hari. Berdasarkan hasil penelitian, rumput yang dipanen pada umur 90 hari menghasilkan biomassa lebih tinggi.

Kelebihan lain yang dimiliki rumput unggul ini dibandingkan dengan jenis rumput yang lain, rumput ini memiliki usia tanam dan panen yang cukup panjang, yaitu hingga 9 tahun. Dalam setahun rumput ini bisa dipanen sampai 3 kali. Selain memiliki kelebihan, rumput ini memiliki kelemahan, salah satunya ketika pemanenan terlambat maka rumput akan mulai mengeras yang menyebabkan kandungan gizinya menurun.

Di samping produktivitasnya yang tinggi, rumput ini memiliki kadar protein kasar yang tinggi pula. Protein sangat penting bagi hewan ternak untuk memproduksi daging maupun susu. Kadar protein rumput ini lebih tinggi dari rumput odot (11,6 %) dan rumput  Taiwan (13 %). Rumput pakchong mempunyai kadar protein 16,45 %.

Produktivitas rumput pakchong paling tinggi diantara rumput yang dikenal para peternak selama ini, yaitu bisa mencapai 1.500 ton/ha/tahun, sedangkan rumput odot hanya mampu berproduksi 350 ton/ha/tahun dan rumput taiwan sekitar 400 ton/ha/tahun.

Rumput ini tahan terhadap kekeringan sehingga dapat ditanam di berbagai daerah yang kondisi alamnya berbeda-beda. Cara menanam rumput pakchong ini cukup menggunakan stek sepanjang 2 sampai 3 ruas dengan sistem tanam seperti menanam singkong. Rumput pakchong memiliki umur yang panjang. Pertumbuhannya bisa mencapai usia 9 tahun dan bisa dipanen setiap 40 sampai 50 hari. Rumput ini hanya perlu disiram satu minggu sekali pada saat musim hujan. Selain itu, rumput pakchong ini tidak berduri sehingga lebih memudahkan para peternak saat pemanenan.

Demikianlah informasi tentang rumput pakchong, semoga bermanfaat dan memotivasi kamu untuk ikut membudidayakannya. (das)

Yuk Sobat, Tonton Video Menarik Ini :

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here