Home Kelautan Selada Laut, Sumber Makanan Alternatif Yang Amat Potensial  

Selada Laut, Sumber Makanan Alternatif Yang Amat Potensial  

Sumber foto: www.ima.gov.tt

Agrozine – Kekayaan laut Indonesia sangat beragam. Banyak komoditas dari perairan negeri ini yang bernilai ekonomi tinggi, tetapi masih belum dieksplorasi dan dimanfaatkan secara optimal. Salah satunya adalah selada laut yang bernama ilmiah Ulva sp..

Tumbuhan yang disebut sea lettuce ini adalah sayuran bernutrisi tinggi. Namun, selama ini pamornya masih kalah dari rumput laut pada umumnya yang sudah lebih dulu populer di dunia kuliner, farmasi, dan kecantikan.

Tumbuhan ini adalah rumput laut yang tergolong dalam divisi Chlorophyta (rumput laut hijau). Tumbuhan laut ini termasuk dalam divisi tersebut karena sel-selnya mengandung banyak klorofil A sehingga memberikan warna hijau pada selada laut ini.

Bentuknya seperti daun selada dan memiliki tepi yang halus dan bergelombang. Selada laut memiliki panjang sampai 100 cm dan berwarna hijau apel terang hingga hijau tua. Kadar airnya memiliki kandungan rata-rata sebesar 89,30%.

Pada daerah tropis, tumbuhan ini biasanya terdapat di perairan yang dangkal atau sampai kedalaman 10 meter. Spesies ini tumbuh menempel pada bebatuan, bongkahan batu besar, dan batuan dasar di habitat. Hal ini biasa terjadi di daerah pasang surut menengah hingga rendah dan di kolam pasang surut dari pantai Arktik Alaska hingga California, serta Tiongkok, Korea, Jepang, dan Rusia.

Kandungan nutrisinya cukup beragam. Beberapa hasil studi menunjukkan bahwa selada laut memiliki kandungan serat yang tinggi sehingga dapat meningkatkan kesehatan sistem pencernaan. Sulfated polysaccharide yang terkandung di dalamnya memiliki aktivitas biologi sebagai immunomodulator, antijamur, antibakteri, antivirus, antioksidan, antikoagulan, antihiperlipidemia, dan antikanker.

Prof Dedi Jusadi, Guru Besar Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan (FPIK) mengatakan selada laut berpotensi untuk dikembangkan sebagai bahan baku pakan ikan nasional. Upaya ini dinilainya dapat mendukung dalam mengurangi ketergantungan terhadap impor bahan baku pakan selama ini. Pengembangan bahan baku berbasis perairan seperti rumput laut dapat menjadi alternatif solusi yang paling tepat bagi Indonesia sebagai negara maritim.

Selada laut dengan nama ilmiah Ulva sp merupakan salah satu rumput laut yang paling sesuai untuk dikembangkan sebagai bahan baku alternatif hasil akuakultur di Indonesia. Prof Dedi mengungkapkan, tumbuhan laut ini dapat ditemukan secara alami di wilayah perairan dangkal di seluruh Indonesia, terutama di daerah pantai Sulawesi, Lombok, Banda, Solor, Sumba, Jawa, dan Lampung Selatan.

Hasil penelitiannya menunjukkan bahwa rumput laut ini memiliki kandungan protein yang bisa direkayasa melalui konsentrasi nutrien air sehingga dapat mencapai 44 persen. Komposisi asam amino esensial pada selada laut relatif mirip dengan tepung bungkil kedelai yang merupakan bahan baku sumber protein nabati utama dalam pakan akuakultur.

Menurut Prof Dedi, di sisi lain selada laut juga memiliki tingkat kecernaan yang relatif baik untuk berbagai organisme akuakultur seperti ikan dan udang. Selain itu, selada laut juga memiliki salah satu senyawa polisakarida unik seperti ulvan dan polisakarida lainnya yang dapat digunakan sebagai bahan baku bioplastik.

Dari aspek produksi, selada laut memiliki laju pertumbuhan yang cepat dengan kisaran 18-55 persen per hari, lebih tinggi dari rumput laut lain yang sudah umum dibudidayakan di Indonesia. Oleh karena itu, tumbuhan ini berpotensi untuk dibudidayakan di tambak ikan atau udang intensif, baik di air payau maupun air laut, serta dilakukan secara monokultur atau untuk dibudidayakan dalam sistem akuakultur multitrofik terpadu (IMTA).

Tidak hanya itu, selada laut juga memiliki kapasitas yang tinggi dalam penyerapan karbon, nitrogen dan fosfat sehingga memiliki potensi yang besar dalam mendukung bioremediasi lingkungan perairan dan mitigasi efek gas rumah kaca.

Demikianlah informasi tentang selada laut. Semoga bermanfaat, tetap semangat belajar, selamat berbudidaya, dan semoga sukses! (das)

Yuk Sobat, Tonton Video Menarik Ini:

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here