Home Kampus Smart Green House Polbangtan Bogor, Kontrol Tanaman Pakai HP Saja!

Smart Green House Polbangtan Bogor, Kontrol Tanaman Pakai HP Saja!

Smart Green House

Agrozine.id –  Modernisasi sektor pertanian dari konvensional menjadi pertanian berbasis teknologi bertujuan untuk meningkatkan produktivitas. Pertanian modern diakui telah membawa kemajuan pesat bagi pembangunan pertanian di seluruh dunia, termasuk Indonesia. Hal itulah yang kemudian mendorong Kementerian Pertanian membangun sebuah Smart Green House (SGH) di kampus Polbangtan Bogor.

Dengan adanya digitalisasi pertanian, diharapkan dapat menjadi solusi swasembada pangan. Sehingga, dengan adanya Smart Green House Polbangtan Bogor ini dapat diharapkan dapat meningkatkan kualitas dan kontinyuitas kebutuhan pangan khususnya sayuran dan buah-buahan yang diminta oleh pasar.

Baca juga: Cetak SDM Pertanian Andal, Kementan Luncurkan Smart Green House

“Sebenarnya SGH ini dibangun tujuannya supaya kita bisa memproduksi sayuran segar itu secara terus menerus. Dengan dibantu adanya SGH ini kita bisa meningkatkan kualitas dan kontinyuitas supaya kita bisa mengikuti apa yang diminta oleh pasar,” ungkap Irvan Varianto, selaku Manajer Smart Green House Polbangtan Bogor.

Alumnus Polbangtan Bogor jurusan Penyuluhan Pertanian Berkelanjutan ini lebih lanjut menjelaskan, adanya Smart Green House ini bertujuan agar produksi bisa dimaksimalkan tanpa terpengaruh dengan kondisi iklim. Selain itu juga untuk mengendalikan hama dan penyakit yang seringkali menyerang tanaman sayuran.

Terdapat enam unit Smart Green House pada lahan seluas 7.800 meter persegi. Masing-masing unit memiliki ukuran 20 x 20 meter dengan sistem NFT (Nutrient Film Technique, sistem DFT (Deep Flow Technique) dan sistem Dutch Bucket.

Terdapat empat green house untuk komoditi sayuran yang sekitar 80% jenisnya yaitu lettuce atau selada. Total lubang tanam setiap unit itu kurang lebih 8000 lubang tanam. Jadi, untuk 4 unit sayuran itu 32.000 lubang tanam. Kemudian, dua gren house lainnya untuk komoditi buah melon dengan total lubang tanam 830 buah.

Lebih lanjut Irvan menjelaskan, bangunan Smart Green House ini juga telah dilengkapi dengan Exhause Fan, Evaporating Complete System dan Panel kontrol untuk sensor suhu dan kelembaban. Fasilitas lain dalam proyek percontohan bangunan green house ini juga tersedia satu unit sumur tanah dalam berikut dengan pompa airnya.

Dalam setiap model green house terdapat perangkat yang tersambung ke internet. Sehingga iklim mikro di dalam green house bisa dikontrol menggunakan aplikasi yang ada di ponsel.

“Dimanapun kita berada selagi masih terkoneksi dengan internet sistemnya, kita bisa memantau, memonitoring, mengontrol kondisi kebutuhan syarat tumbuh tanaman. Dari mulai kelembaban, suhu udara, kemudian nutrisi, itu bisa dikontrol dengan sebuah alat yang disebut dengan cooling pad,” jelas Irvan.

Keunggulan penggunaan Smart Green House adalah mampu mengatur suhu optimal pada tanaman hortikultura antara 26 sampai 32 drajat celcius dan kelembabab udara antara 60 samapai 80 persen.

Semua komoditi hortikultura yang ditanam di SGH Polbangtan Bogor adalah sesuai dengan permintaan pasar. Jadi, Polbangtan Bogor sudah menjalin kerjasama dengan beberapa perusahaan untuk proses pemasaran dan penjualannya.

Kedepannya, smart green house ini akan dikembangkan juga di beberapa pusat pendidikan Polbangtan di Indonesia. Konsep ini wajib berjalan optimal agar pertanian Indonesia tumbuh dengan sentuhan teknologi digitalisasi melalui tangan trampil generasi muda, khususnya para alumni Polbangtan. (ran)

 

Tonton video menarik berikut ini:

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here