Home Perkebunan Solusi Perkebunan Masyarakat Perkotaan. Manfaat Urban Farming dan Kendalanya

Solusi Perkebunan Masyarakat Perkotaan. Manfaat Urban Farming dan Kendalanya

urban farming

Agrozine.id – Urban farming adalah istilah yang sudah tidak asing lagi. Istilah ini muncul sebagai konsep pertanian masa kini untuk mengatasi masalah lahan sempit terutama di perkotaan. Urban farming bisa dilakukan dengan memanfaatkan pekarangan rumah (balkon atau atap),pinggir jalan dan bahkan di pinggiran sungai sekalipun untuk menjadi tempat berkebun yang produktif. Namun penerapan urbang farming ini disertai dengan beberapa kendala. Artikel ini akan membahas seputar manfaat urban farming dan kendalanya.

Urban farming memiliki beberapa fakta yang harus kita ketahui sebelum mencobanya.

1.Urban farming banyak jenisnya

Istilah urban farming digunakan secara umum untuk konsep pertanian atau perkebunan di lahan sempit atau pekaragan rumah. Ternyata urban farming memiliki banyak jenis yaitu:hidroponik,vertikultur,taman miring,akuaponik,green house,pertanian indoor dan kebun komunitas. Skala urban farming juga bervariasi mulai dari skala rumah tangga hingga skala komersial.

2.Urban farming bisa membantu menurunkan suhu di sekitarnya

Ternyata pemanfaatan ruang kota untuk menanam tanaman bisa mengurangi suhu. Rooftop dan taman vertikal bisa menurunkan suhu udara di sekitarnya dengan signifikan. Dengan begitu,semakin luas area yang dimanfaatkan untuk urban farming,maka semakin besar manfaat penurunan suhu yang diperoleh.

3.urban farming mengurangi polusi di perkotaan
Penggunaan ruang kota untuk urban farming juga membantu mengurangi polusi di perkotaan. Bahkan dalam skala besar urban farming diprediksi dapat memberik dampak baik bagi perubahan iklim.
4.Urban farming tidak hanya menanam sayur atau buah
Mungkin anda berpikir bahwa urban farming hanya menanam sayur dan buah,tapi ternyata tidak. Urban farming juga bisa untuk peternakan,perikanan,agroforestry dan hortikultura.
 Penerapan urban farming di perkotaan memiliki manfaat untuk menurunkan suhu udara dan mengurangi polusi di perkotaan. Selain itu urban farming juga bisa menambag estetike lingkungan perkotaan dan menjadikan udara lebih sejuk.
Memang pada penerapannya,urban farming tidak selalu mulus.Ada beberapa kendala yang kerap dihadapi ketika menerapkan urban farming seperti dijelaskan di bawah ini.
1. Lahan menjadi kendala utama
Karena dilakukan di wilayah perkotaan,keterbatasan wilayah kerap kali menjadi permasalahan utama dalam penerapan urban farming ini. Namun begitu,masalah ini sebenarnya bisa diatasi dengan memanfaatkan lahan sempit dan menerapkan urban farming jenis vertikultur atau bertanam menggunakan pot atau polybag.
2.Pasokan sirkulasi dan sinar matahari yang tidak cukup akibat keterbatasan lahan dan rumah yang saling berdekatan di daerah perkotaan.
3. Cemaran logam berat yang menjadi permasalahan tanah di perkotaan
Cemaran logam berat di lahan perkotaan juga sangat berpengaruh terhadap tanaman budidaya yang digunakan dalam urban farming,khususnya pada budidaya sayuran.
4. Keterbatasan pengetahuan dalam proses penanaman dan pemasaran hingga pengorganisasian kelompok usaha dan penyakit zoonosis yang berasal dari hewan ternak.
Secara umum,konsep urban farming memberikan banyak manfaat bagi lingkungan dan ekonomi masyarakat.  Urban farming menjadi solusi perkebunan bagi masyarakat perkotaan di tengah keterbatasan lahan. Namun dampak negatif yang ditimbulkan juga tidak kalah besar jika penerapannya tidak dilakukan dengan optimal.
Itulah manfaat urban farming dan kendalanya yang sering dihadapi oleh masyarakat perkotaan. Semoga informasi ini bermanfaat. (ira)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here