Home Kampus SS Sakato, Bawang Merah Varietas Baru Temuan IPB University Jadi Prioritas Riset...

SS Sakato, Bawang Merah Varietas Baru Temuan IPB University Jadi Prioritas Riset Nasional

Agrozine.id – Bawang Merah SS Sakato temuan Pusat Kajian Hortikultura (PKHT) dan Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat (LPPM) IPB University menjadi bawang merah varietas baru yang dilepas pada tahun 2016 dan 2017. Prof Chozin yang menjadi ketua tim riset bawang merah varietas baru IPB University mengungkapkan bahwa bawang merah varietas tajuk ini telah terpilih menjadi Prioritas Riset Nasional (RSN). SS Sakato bawang merah varietas baru  temuan IPB University ini juga membuat petani Solok gembira lantaran hasil panen yang meningkat.

“Bawang merah varietas Tajuk yang dilepas tahun 2016 ini memiliki keunggulan dalam hal produktivitas tinggi untuk bawang merah dataran rendah yaitu mencapai 16 ton per hektar,” kata Prof Chozin. Selain itu ia menambahkan produktivitas tinggi akan menyebabkan harga bawang merah stabil,maka akan meningkatkan minat konsumen.

Sementara itu bawang merah SS Sakato yang dilepas tahun 2017 memiliki produktivitas mencapai 28 to per hektar dan memiliki daya adaptasi tinggi di lapangan. Namun saat ini benih bawang merah SS Sakato belum tersedia dalam jumlah banyak di pasaran.

Bawang merah ini sudah saatnya dikomersialisasikan karena sudah terbukti unggul dan sudah dilepas di lapangan. Dengan tersedianya bibit unggulan kedua varietas bawang merah ini akan meningkatkan produktivitas dan mendukung stabilitas produksi bawang merah nasional jika terkomersialisasi dengan baik. Dengan begitu petani akan bisa menanam dalam jumlah banyak dan meningkatkan produktivitas dan pendapatan petani.

SS Sakato memiliki umbi berukurang besar dan mudah beradptasi di daerah dataran tinggi yang berhawa dingin.Dari data Badan Pusat Statistik (BPS),barang kebutuhan pokok merupakan komoditas yang dapat menyebabkan inflasi. Berdasarkan data Kementerian Perdagangan 2016 dinyatakan bawang merah menyumbang 0,9% nilai inflasi dan termasuk penumbang inflasi terbesar bersama komoditas daging ayam dan tarif listrik.

Masih menurut Prof Chosin,riset komersialisasi bawang merah SS Sakato varietas baru ini akan melibatkan pengguna varietas mulai dari petani,produsen bawang merah dan konsumen,sehingga diyakini varietas ini akan mudah diterima pasar. Selain itu dierlukan adanya kerja sama dengan mitra untuk kegiatan pengelolaan di lapangan.

Bawang merah varietas baru temuan IPB University ini akan segera diproduksi secara massal dengan kerja sama antara petani dan produsen benih. IPB University akan mengembangkan teknologi untuk memproduksi dan mengkomersialkan bawang merah varietas baru ini di sentra produksi.

Lahan petani di Solok akan dijadikan sebagai lahan budidaya yang dikembangkan dengan kemitraan dan teknologi produksi akan diujicobakan di lahan petani Solok dan Nganjuk sebagai mitra dengan membuat demonstrasi plot (demplot). Kegiatan ini sekaligus unutk mengoptimalkan peran dari kelembagaan tingkat petani. Proses ini nantinya akan menggunakan good agricultural practices,kata Prof Chozin. (ira)

 

 

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here