Home Pertanian Strategi Peningkatan Pertanian Melalui Sosialisasi Pupuk Organik

Strategi Peningkatan Pertanian Melalui Sosialisasi Pupuk Organik

Strategi Peningkatan Pertanian Dengan Pupuk

Agrozine.id – Sebagai negara agraris, pertanian merupakan identitas negara Indonesia. Namun untuk menuju sistem pertanian berkelanjutan dibutuhkan strategi dan sosialiasi yang benar kepada para petani agar bisa menghasilkan produk pertanian yang unggul. Salah satu strategi peningkatan pertanian dapat dilakukan dengan sosilisasi mengenai pupuk, termasuk sosialisasi pupuk organik yang baik digunakan dalam bertani.

Salah satu indikator yang penting dalam kerusakan sistem pertanian adalah penurunan kualitas tanah. Hal ini dapat disebabkan oleh pengelolaan sumber daya tanah yang buruk sehingga menyebabkan penurunan produktivitas usaha tani. Produktivitas tinggi didukung oleh teknologi, input pertanian terutama bahan-bahan organik dan pupuk berbahan kimia seperti urea, pestisida, herbisida dan produk kimia lainnya.

Pupuk Organik Jadi Dasar Strategi Peningkatan Pertanian

Namun penggunaan pupuk berbahan kimia dalam jangka panjang bisa menyebabkan kerugian dan dampak buruk pada petani juga aktivitas pertanian. Oleh karena itu pemanfaatan pupuk organik mulai digencarkan dalam usaha pertanian. Contoh penggunaan bahan organik menjadi pupuk adalah pembuatan kompos. Namun minimnya pengetahuan petani dalam pembuatan pupuk ini seringkali membuat mereka lebih memilih untuk beralih menggunakan pupuk kimia.

Baca Juga: Cara Membuat Pupuk Kompos dari Kotoran Sapi, Ternyata Mudah!

Hal ini menyebabkan diperlukan adanya sosilisasi kepada petani, khususnya mereka yang tinggal di kawasan pedesaan, untuk memahami proses pembuatan pupuk organik seperti kompos. Sosialisasi kepada petani merupakan salah satu strategi peningkatan pertanian yang tepat. Salah satu jenis tumbuhan yang bisa dijadikan sebagai bahan pembuatan pupuk organik sekaligus dapat dimanfaatkan sebagai pakan hijauan untuk ternak adalah Indigofera.

Tanaman ini bisa dijadikan sebagai pakan ternak dan sekaligus dijadikan sebagai pupuk organik. Namun tetap diperlukan sosialisasi kepada petani dan masyarakat untuk lebih memahami proses pembuatan pupuk kompos. Beberapa mahasiswa IPB University melakukan sosilisasi pembuatan pupuk kompos kepada petani dan masyarakat di desa Sukawening, Kecamatan Dramaga, Bogor Jawa Barat.

Baca Juga: Pengaruh Pupuk Organik Terhadap Kualitas dan Kandungan Nutrisi Tomat

Dalam sosialisasi tersebut sekaligus sebagai strategi peningkatan pertanian, pembuatan pupuk organik dilakukan dengan menggunakan serasah daun bambu, kotoran ternak, hijauan pakan ternak (daun lamtoro) dan serasah daun pepaya.

Selain itu, pembuatan pupuk kompos juga memerlukan tambahan bahan dekomposer untuk mempercepat proses pengomposan. Dekomposer yang digunakan adalah EM4 (Effective Microorganism) dan Bio-Triba yang mengandung jamur Trichoderma lacate.

Dalam sosialisasi tersebut, pembuatan pupuk kompos dipraktekkan langsung oleh petani dan masyarakat sehingga pengetahuan mereka semakin meningkat dan sekaligus hal tersebut bisa sebagai upaya untuk mengurangi penggunaan pupuk kimia dan sebagai strategi peningkatan pertanian di Desa Sukawening.

Melalui sosilisasi, kedepannya diharapkan petani desa Sukawening bisa memproduksi sendiri pupuk kompos untuk meningkatkan produktivitas aktivitas tani di desanya sebagai strategi peningkatan pertanian. (ira)

 

Tonton video menarik ini:

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here