Home Riset Struktur dan Komposisi Mangrove di Pulau Kemujan, Jepara

Struktur dan Komposisi Mangrove di Pulau Kemujan, Jepara

Struktur dan komposisi mangrove

Agrozine.id – Mangrove merupakan komponen penting bagi wilayah pesisir baik dalam fungsi ekologi maupun  sosial-ekonomi.  Semakin banyak jenis tumbuhan didalamnya, maka semakin tinggi tingkat biodiversitas dan semakin stabil komunitas di kawasan tersebut. Inilah struktur dan komposisi mangrove di pulau Kemujan yang masih asli keberadaannya.

Pulau Kemujan merupakan salah satu lokasi dimana di dalamnya terdapat mangrove yang relatif masih alami. Maka dari itu diperlukan sebuah riset mengenai komposisi dan struktur   komunitas mangrove di Pulau Kemujan  secara keseluruhan.

Baca Juga : Cara Budidaya Mangrove

Struktur dan komposisi mangrove

Seperti halnya yang dilakukan oleh Arie Dwika Rahmandhana, lulusan Konservasi Sumberdaya Hutan, Fakultas Kehutanan UGM ini yang melakukan penelitian guna untuk mengetahui struktur dan komposisi mangrove di Pulau Kemujan, Kabupaten Jepara, Jawa Tengah.

Struktur  dan komposisi jenis  penyusun komunitas mangrove biasanya dapat dipengaruhi  oleh faktor lingkungan.  Struktur komunitas  mangrove dapat diketahui berdasarkan peran faktor fisik kimia perairan yang mendukung seperti suhu, ketebalan substrat, pH, DO, dan tingkat salinitas.

“Jadi tujuan penelitian saya itu untuk mengetahui itu struktur kuantitatif komunitas mangrove yaitu keanekaragam, kekayaan, dan kemerataan, lalu mengetahui kualitas fisik kimia perairan mangrove, mengetahui komposisi penyusun komunitas mangrove, serta hubungan antara kualitas fisik kimia perairan dengan komposisi komunitas mangrove,” ungkap Arie Dwika Rahmandhana, atau yang kerap disapa Arie yang meneliti struktur dan kompposisi mangrove di pulau Kemujan.

Dalam penelitiannya, Arie membagi kawasan hutan mangrove Pulau Kemujan menjadi 13 blok, dimana jumlah plot keseluruhannya yakni sebanyak 123 plot. Adapun data yang diambil yakni diambil berupa nama spesies dan kelilingnya, kemudian dianalisis untuk mendapatkan indeks nilai penting (INP), indeks kemerataan (e), indeks keanekaragaman (H), indeks kekayaan (s), serta faktor fisik-kimia perairan.

Hasil penelitian menunjukkan bahwa struktur dan komposisi mangrove di Pulau Kemujan terdiri atas 18 jenis tumbuhan berkayu. Secara keseluruhan jenis Bruguiera cylindrica mendominasi  pada tingkat semai, jenis Ceriops tagal mendominasi pada tingkat pancang, dan jenis Rhizophora apiculata mendominasi pada  tingkat pohon.

Kemudian, untuk indeks keanekaragaman tertinggi terdapat pada blok F dengan nilai 1,714, sedangkan indeks kekayaan dengan nilai 2,0795 dan kemerataan tertinggi terdapat pada blok D dengan nilai 0,909.

Kualitas fisik kimia perairan mangrove untuk nilai suhunya tertinggi 29,34°C dan terendah 28,03°C. Ketebalan substrat tertinggi mencapai 59,11 cm. Nilai rata-rata kejemihan tertinggi yakni 44 cm. nilai rata-rata pH perairan tertinggi 7,69 pada blok L dan terendah 6,37 pada blok D yang masih tergolong netral. Kemudian untuk nilai DO tertinggi di blok A yakni 4,49 dimana secara keseluruhan masih tergolong rendah. Nilai rata-rata salinitas pada tiap  blok  bervariasi  tergantung  letak  mangrove  semakin  dekat  laut  nilai salinitas semakin tinggi.

Lalu, kualitas fisik kimia perairan yang berpengaruh besar terhadap komposisi komunitas mangrove di Pulau Kemujan adalah ketebalan substrat dan kejemihan. Analisis hubungan keduanya itu dilakukan menggunakan Principal Component Analysis (PCA).

Dari hasil penelitian ditemukan jenis Scyphiphora hydrophyllacea dan Sonneratia ovata yang berstatus rentan, sehingga perlu dilakukan upaya konservasi.

Arie juga berpesan, “Aktivitas masyarakat yang berbatasan langsung dengan kawasan mangrove harus dikurangi agar tidak mengganggu eksistensi komunitas mangrove,” pungkas pria asal Malang sebagai penutup ulasan struktur dan komposisi mangrove di pulau Kemujan. (ran)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here