Home Perkebunan Sukses dengan Budidaya Jagung Manis

Sukses dengan Budidaya Jagung Manis

Budidaya Jagung Manis

Agrozine.id – Budidaya jagung manis bisa dilakukan dalam kisaran iklim yang luas. Tanaman ini memiliki tingkat adaptasi yang tinggi. Di Indonesia jagung manis bisa dibudidayakan mulai dari dataran rendah hingga pengunungan dengan ketinggian 1.800 meter dpl bahkan dibelahan dunia lain bisa tumbuh pada 3.000 meter dpl. Suhu optimum untuk pertumbuhan jagung manis adalah 21-27oC, pada masa perkecambahan benih 23-27oC. Secara teori budidaya jagung manis bisa tumbuh di atas tanah dengan tingkat keasaman 5-8 pH.

Nah apa saja yang harus dipersiapkan saat memulai?

1. Persiapan Lahan

Tanaman jagung bisa dibudidayakan di dataran tinggi maupun dataran rendah dengan tingkat keasaman sekitar 5-8. Lahan tanaman jagung sebaiknya memiliki unsur nitrogen dalam jumlah yang cukup besar dan perlu memperhatikan unsur hara yang lain semacam kalium dan fosfat.

Buat bedengan pada lahan dengan lebar 1 meter dan tingginya 20-30 cm.  Tanam dua baris tanaman jagung dalam 1 bedengan, atur jarak antar bedengan dengan panjang sekitar 30-40 cm.

Sebagai pemupukan awal pada budidaya jagung manis, siapkan campuran pupuk dari kotoran sapi atau kambing dengan kotoran ayam dengan perbandingan 1:1.

Fungsi dari kotoran ayam adalah untuk meningkatkan kadar unsur nitrogen dalam tanah sedangkan untuk kotoran sapi atau kotoran kambing memiliki kandungan unsur kalium dan fosfat. Untuk budidaya jagung secara organik, Anda membutuhkan pupuk tersebut dengan jumlah sekitar 5 ton per hektar.

2. Penanaman

Sebaiknya, tanam jagung pada awal musim penghujan untuk meminimalkan jumlah pengairan sebelum tanam. Buat lubang tanam dengan kedalaman sekitar 2-3 cm, isi dengan 2 benih jagung tiap satu lubang tanam. Selanjutnya, tutup lubang tanam tersebut dengan campuran tanah dan pupuk kompos. Jumlah kebutuhan benih dalam 1 hektar sekitar 8 kg.

Jarak tanam yang ideal untuk budidaya jagung organik pada kisaran 60-75 cm. Budidaya jagung organik bisa dikatakan berhasil apabila jumlah populasi tanaman jagung sekitar 34 – 37  ribu tanaman per hektarnya.

3. Pemeliharaan

Lakukan penyiangan 2 minggu sekali untuk menghilangkan gulma ataupun rumput liar yang dapat mengganggu pertumbuhan tanaman jagung. Timbun tanah di sekitar pangkal tanaman untuk memperkokoh batang tanaman jagung.

Baca juga : Cara Budidaya Tanaman Jengkol yang Baik dan Benar

Cabut tanaman jagung yang tidak bisa tumbuh dengan baik. Lubang tanam yang telah kosong segera dilakukan penyulaman agar bisa tumbuh secara normal dan serentak. Selain itu, lakukan pengendalian hama dan penyakit tanaman dengan penyemprotan dan pembasmian tanaman jagung yang sudah terinfeksi penyakit.

Baca juga : Hama Ulat pada Tanaman Jagung Muda dan Pengendaliannya

4. Panen

Masa panen budidaya jagung manis umumnya dilakukan apabila tanaman mencapai usia 85-95 hari atau tergantung kepada kebutuhan untuk sayuran seperti baby corn atau janten. Cara panen jagung yaitu dengan memutar tongkol jagung organik untuk dipisahkan buah jagung dari tangkainya.

Baca juga : Pengaruh Jarak Tanam dan Pupuk Kandang Terhadap Produktivitas Jagung Manis

Tertarik untuk melakukan pengembangbiakan tanaman jenis ini? Jika tertarik maka cara-cara tersebut bisa menjadi acian. Semoga bermanfaat dan selamat mencoba.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here