Home Agrowisata Taman Nasional Berbak, Hutan Rawa Jambi Yang Masih Perawan

Taman Nasional Berbak, Hutan Rawa Jambi Yang Masih Perawan

Taman Nasional Berbak (Foto: geotourism.guide)

Agrozine – Taman Nasional Berbak (TN Berbak) merupakan sebuah taman nasional yang terletak di kabupaten Tanjung Jabung Timur dan kabupaten Muaro Jambi, provinsi Jambi, Indonesia. Taman Nasional Berbak merupakan kawasan pelestarian alam untuk konservasi hutan rawa terluas di Asia Tenggara yang belum terjamah oleh eksploitasi manusia.

Awalnya, TN Berbak merupakan Suaka Margasatwa Berbak yang ditetapkan berdasarkan Surat Keputusan Gubernur Jenderal Hindia Belanda Nomor 18 tanggal 29 Oktober 1935 dengan luas 190.000 hektar. Pada tahun 1986, statusnya diubah menjadi taman nasional dengan luas 1.427.500 hektar. Pada tahun 1992, TN Berbak ditetapkan sebagai Lahan Basah Internasional dalam Konvensi RAMSAR. Pada tahun 2016, luas TN Berbak diperluas menjadi 1.627.000 hektar.

TN Berbak merupakan gabungan menarik antara hutan rawa gambut dan hutan rawa air tawar yang terbentang luas di pesisir Timur Sumatera. Taman nasional ini adalah habitat asli bagi berbagai spesies flora dan fauna yang dilindungi, seperti badak Sumatera, harimau Sumatera, tapir Melayu, gajah Sumatera, beruang madu, kura-kura, penyu raksasa Malaya, penyu batagur dan sekitar 300 jenis burung. Jenis tumbuhan di taman nasional antara lain meranti (Shorea sp.), dan berbagai jenis palem. Taman Nasional Berbak terkenal memiliki paling banyak jenis palem tanaman hias di Indonesia. Jenis palem tanaman hias yang tergolong langka antara lain jenis daun payung (Johanesteijmannia altifrons) dan jenis yang baru ditemukan, yaitu Lepidonia kingii (Lorantaceae) yang berbunga besar dengan warna merah/ungu. TN Berbak juga merupakan rumah bagi masyarakat adat Kubu yang telah hidup di kawasan ini selama berabad-abad.

Dari Jambi menyelusuri sungai Batanghari dengan menggunakan speed boat berbelok ke kanan menelusuri sungai Air Hitam Dalam selama 2,5 – 3 jam, atau langsung ke Nipah Panjang selama 4-5 jam. Dari Nipah Panjang dilanjutkan ke Desa Air Hitam Laut selama 5-8 jam melalui Laut Cina Selatan.

Pintu masuk bagian Barat taman nasional ini ditempuh dengan menelusuri sungai Air Hitam Dalam. Dinamakan Air Hitam Dalam karena warna airnya hitam seperti kopi. Pada waktu air laut surut, kotoran satwa, serasah daun, dan lain-lain dari dalam hutan bakau dibawa air sungai tersebut menuju Sungai Batanghari dan terus ke laut.

Aktivitas yang dapat dilakukan di TN Berbak antara lain pengamatan satwa liar, trekking, berperahu, memancing, menjelajahi hutan rawa, dan berkunjung ke desa adat Kubu.

Yuk Sobat, Tonton Video Menarik Ini:

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here