Home Agrowisata Taman Nasional Kelimutu, Surga Bumi Nusa Tenggara Timur

Taman Nasional Kelimutu, Surga Bumi Nusa Tenggara Timur

theworldtravelguy.com

Agrozine – Inilah taman nasional yang layak kamu kunjungi karena keindahan alamnya. Taman Nasional Kelimutu terletak di wilayah Kabupaten Ende, Provinsi Nusa Tenggara Timur, Indonesia. Penunjukannya sebagai Kawasan Taman Nasional berdasarkan pada surat keputusan Menteri Kehutanan yang diterbitkan tahun 1992.

Awalnya, Taman Nasional Kelimutu menempati lahan seluas ± 5.000 hektare. Luas taman ini diperbesar pada tahun 1997 berdasarkan Surat Keputusan Menteri Kehutanan. Pada Surat Keputusan No. 675/Kpts-II/97, luasnya menjadi 5.356,5 hektare. Garis batas total ditetapkan sepanjang 48.423,44 meter dengan jumlah pal batas sebanyak 241 pal batas. Batas ini memisahkan antara kawasan hutan dengan 24 desa dalam 5 wilayah kecamatan di Kabupaten Ende.

Lima kecamatan yang menjadi bagian dari Taman Nasional Kelimutu adalah Kecamatan Ndona, Kecamatan Wolojita, Kecamatan Ndona Timur, Kecamatan Detusoko, dan Kecamatan Kelimutu. Taman Nasional Kelimutu ditetapkan dalam kawasan Hutan Sokoria yang mempunyai banyak jenis flora dan fauna.

Topografi Taman Nasional Kelimutu berupa hutan pegunungan. Puncak-puncak gunung mempunyai ketinggian antara 1.000 – 1.731 meter di atas permukaan laut. Dua gunung yang masuk dalam wilayah Taman Nasional Kelimutu adalah Gunung Kelimutu (1.690 mdpl) dan Gunung Kelibara (1.731 mdpl). Dalam Taman Nasional Kelimutu terdapat juga tiga danau kawah yang terkenal itu.

Keadaan Topografi kawasan Taman Nasional Kelimutu bervariasi, dari bergelombang ringan sampai berat dengan relief berbukit-bukit sampai bergunung-gunung. Kawasan ini memiliki tingkat kemiringan atau lereng yang sangat terjal dan curam, terutama pada dinding-dinding danau dan areal sekitarnya. Topografi yang bergelombang berat umumnya terdapat di bagian selatan kawasan.

Daratan Flores merupakan bagian dari jalur pegunungan vulkanik yang berawal dari ujung utara Sumatera, bersambung ke Jawa, Bali, Lombok, Sumba, Flores, Alor dan berakhir di Laut Banda. Kondisi lapisan tanah di Flores tergolong muda dan labil.

Terdapat enam spot atau objek wisata menarik yang layak kamu kunjungi di Taman Nasional Kelimutu, yaitu:

Danau Kelimutu

Inilah spot utama di Taman Nasional Kelimutu. Pesona keindahan Danau Kelimutu tidak terlepas dari danau tiga warna yang warnanya dapat berubah-ubah. Perubahan warna ketiga danau itu disebabkan oleh komposisi mineral yang terdapat dalam danau itu.

Ketiga danau tersebut bernama Tiwu Ata Polo (danau warna merah), Tiwu Nua Muri Koo Fai (danau warna biru), dan Tiwu Ata Mbupu (danau warna putih). Tiga danau yang memiliki luas sekitar 1.051.000 meter persegi ini menurut kepercayaan penduduk sekitar memiliki perbedaan makna sesuai dengan namanya.

Danau Tiwu Ata Polo adalah tempat untuk jiwa-jiwa yang telah meninggalkan dunia bagi orang yang semasa hidupnya melakukan kejahatan. Danau Tiwu Nua Muri Koo Fai sebagai tempat bagi jiwa muda mudi yang telah meninggal. Sedangkan danau Tiwu Ata Mbupu tempat berkumpulnya jiwa orang tua yang telah meninggal.

Kampung Moni

Kampung Moni adalah kawasan wisata andalan Kabupaten Ende. Lokasinya berada pada poros jalan utama yang menghubungkan kota Ende dengan kota Maumere dan berjarak 14 km dari Danau Kelimutu. Pada lokasi ini dapat dijumpai sawah yang pertama kali dibuat di wilayah Ende pada tahun 1919. Lokasi ini merupakan pusat fasilitas akomodasi yang mendukung akomodasi wisatawan yang berkunjung ke Danau Kelimutu. Di kampung ini banyak dijumpai para penjual tenun ikat hasil produksi masyarakat Ende.

Sumber Air Panas Ae Wau

Sumber air panas ini terletak di Kecamatan Wolojita, sekitar 10 Km dari Kampung Moni. Sumber air panas Ae Wau berbentuk sungai dengan sumber mata air berasal dari Danau Kelimutu. Kadar belerangnya sangat tinggi sehingga dapat mengobati penyakit kulit. Bau belerangnya sangat tajam sehingga dapat tercium dari jarak sekitar 100 M.

Air terjun Marundao

Air terjun Marundao terletak sekitar 400 m dari kampung Moni dan 14 km dari Danau Kelimutu, berada pada poros jalan utama Ende – Maumere. Lokasi ini dapat ditempuh dengan berjalan kaki selama 10 menit dari kampung Moni. Air terjun ini mempunyai ketinggian kira-kira 15 m dengan pemandangan alam sekitarnya yang menarik sehingga pengunjung dapat menikmati pemandangan alam, sekaligus merasakan segarnya udara dan air terjun yang ada.

Sumber Air Panas Detusoko

Sumber air panas ini terletak di Keluruhan Detusoko, Kecamatan Detusoko, yaitu 0,5 km dari poros jalan Ende – Kampung Moni – Maumere. Oleh Pemerintah Kabupaten Ende, lokasi sumber air panas ini telah dibangun dan dikembangkan sehingga memudahkan wisatawan untuk menikmati sumber air panas tersebut.

Sumber Air Panas Lia Sambe

Lokasi sumber air panas ini berjarak 13 Km dari Danau Kelimutu yang berada di pinggir jalan antara Kampung Moni dan Danau Kelimutu. Sumber air panas ini dapat ditempuh dengan berjalan kaki selama 25 menit dari kampung Moni. Sumber air panas tersebut terdiri dari dua buah kolam bertingkat.

Demikianlah informasi tentang Taman Nasional Kelimutu. Semoga bermanfaat, selamat berwisata alam, dan semoga sehat dan bahagia selalu! (das)

Yuk Sobat, Tonton Video Menarik Ini: 

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here