Home Pertanian Tanam Rumput Odot untuk Pakan Kambing, Dijamin Puas!  

Tanam Rumput Odot untuk Pakan Kambing, Dijamin Puas!  

Agrozine.id – Bagi kamu yang ingin beternak kambing atau domba, pertimbangkan masak-masak mengenai ketersediaan pakannya. Sebab, pakan merupakan salah satu faktor penting penunjang keberhasilan dunia peternakan di samping bibit dan manajemen pemeliharaanya. Kebutuhan pakan menjadi aspek penting dalam mengembangkan usaha peternakan karena 70 persen total biaya produksi dikeluarkan untuk biaya pakan.

Kualitas dan kuantitas menjadi faktor utama dalam pemberian pakan guna menunjang pertumbuhan bobot badan yang maksimal atau produksi susu yang tinggi. Rumput  odot merupakan salah satu jenis rumput yang memenuhi kriteria sebagai salah satu pakan hijauan yang jika dikembangkan dengan maksimal bisa sebagai sumber hijauan bergizi yang ketersediannya bisa kontinyu, berkualitas, dan murah. Bisa dikatakan, penanaman rumput odot sebagai pakan utama kambing dan domba merupakan pilihan yang cerdas.

Rumput odot merupakan salah satu varietas rumput gajah (Pennisetum purpureum), di luar negeri disebut Dwarf Elephant Grass (Rumput Gajah Kerdil) atau Mott Elephant Grass. Nama ilmiahnya Pennisitum purpureum cv Mott. Rumput ini pertama kali ditemukan oleh Dr.W. Hanna di Georgia, USA. Kemudian, dikembangkan lebih lanjut oleh Dr. Mott dan koleganya di Florida, USA. Di Indonesia, cikal bakal rumput ini dikembangkan pada tahun 2007 oleh tenaga kerja Indonesia yang pernah bekerja di Kanada, kemudian dikembangkan di seluruh Indonesia.

Perbedaan yang mendasar antara odot dengan rumput gajah terletak pada tinggi tanamannya. Odot hanya memiliki tinggi tak lebih dari 1 meter saja. Selain itu, rasio antara batang dan daunnya pada odot sebesar 10 : 1 yang artinya 10 daun dalam 1 batang, sedangkan pada rumput gajah biasa didapat rasio 8 : 1.

Produksi yang cukup tinggi menjadi keunggulan tersendiri bagi rumput ini. Tanaman ini mampu tumbuh pada saat musim kemarau dengan tanah yang tingkat kesuburannya rendah. Pada musim penghujan batang rumputnya terasa lebih lunak sehingga sangat digemari oleh kambing dan domba.

Keunggulan lain dari rumput odot adalah jumlah nutrisi yang cukup tinggi dibanding rumput gajah. Jumlah protein kasar yang ada dalam rumput ini mencapai 12-14 %, bahkan ada yang mencapai 17 %. Selain itu, tingkat kecernaan rumput ini mencapai 65-70%.

Rumput odot sangat jarang berbunga, tidak seperti rumput lain yang sebentar-sebentar berbunga. Artinya, rumput ini memiliki fase vegetatif yang panjang sehingga kandungan nutrisinya terjaga tinggi.

Perkembangbiakan rumput ini dapat dilakukan dengan metode vegetatif, yaitu menggunakan percabangan yang tumbuhnya paling baik. Pemotongan pada cabang-cabang tersebut dilakukan dengan alat yang tajam untuk menghindari luka pada batang. Pemotongan dilakukan pada batang yang akan menjadi bahan tanaman/stek dengan panjang sekitar 30 cm.

Kamu dapat menanam rumput odot dengan menggunakan dua pola. Pertama adalah monokultur, yaitu dalam suatu lahan hanya ditanami oleh rumput ini saja. Pola tanam yang kedua adalah dengan menanamnya di sela-sela tanaman lain. Jarak tanaman antar barisan adalah sekitar 50-100 cm.

Rumput odot dipanen pertama kali pada umur 70-80 hari. Ciri rumput ini siap panen, yaitu saat ruas batangnya sudah mencapai ukuran 15 cm. Untuk umur panen selanjutnya, bisa 35 – 45 hari pada musim penghujan atau 40-50 hari pada musim kemarau. (das)

Yuk, tonton video menarik ini:

 

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here