Home Tanaman Obat Tanaman Adas, Bumbu Kari Berkhasiat Obat

Tanaman Adas, Bumbu Kari Berkhasiat Obat

growfully.com

AgrozineTanaman adas dikenal sebagai tanaman bumbu dan juga sebagai tanaman obat. Di Indonesia, biji adas biasa digunakan sebagai bumbu untuk masakan seperti kari, gulai, dan opor. Minyak adas yang dikandung biji tanaman ini merupakan salah satu komponen minyak telon yang biasa dioleskan ke kulit bayi. Tanaman adas ini memiliki bau yang harum dengan rasa bijnya sedikit manis dan pedas.

Adas bernama ilmiah Foeniculum vulgare Miller dan tergolong suku Apiaceae. Di Indonesia, tanaman ini dikenal dengan berbagai nama, antara lain das pedas (Aceh), adas (Minangkabau), hades (Sunda), adas landa, adas landi, adas welanda (Jawa), adhas (Madura), papang, pampas (Manado), papas (alfuru), denggu-denggu (Gorontalo), papaato (Buol), porotomo (Baree), adasa rempasu (Makassar), adase (Bugis), kumpasi (Sangir Talaud), adas (Bali), dan wala wunga (Sumba).

Adas berasal dari wilayah di sekitar Laut Tengah timur, mulai dari Italia ke timur hingga Suriah. Tanaman ini dapat hidup di dataran rendah hingga ketinggian 1.800 meter di atas permukaan laut. Namun, hasilnya akan lebih baik jika tumbuh di dataran tinggi. Tanaman adas banyak ditanam di Indonesia, India, Argentina, dan Jepang.

Tinggi tanaman adas 0,5 m – 2 m. Daun mudanya memiliki warna hijau muda terang, sedangkan daun adas tua memiliki warna hijau gelap. Panjang daunnya hingga 40 cm dan berbentuk jarum. Daun adas menjadi sumber makanan larva beberapa spesies Lepidoptera, seperti ngengat Amphipyra tragopoginis dan Papilio zelicaon. Daunnya bisa dimakan sebagai sayuran.

Bunga yang dihasilkan di ujung tangkai adalah bunga majemuk yang berdiameter 5 hingga 15 cm. Setiap bagian umbel mempunyai 20-50 kuntum bunga kuning yang amat kecil pada pedikel-pedikel yang pendek. Adas memiliki struktur bunga yang terdiri dari kelopak, mahkota, putik, dan benang sari sehingga termasuk struktur bunga lengkap. Bagian mahkota adas memiliki jumlah lima helai dan berwarna kuning cerah. Di antara mahkota muncul benang sari yang berjumlah lima helai. Bagian putik terletak di tengah dan berwarna kuning muda. Adas termasuk tanaman penyerbuk sendiri.

Buahnya adalah biji kering yang panjangnya dari 4 hingga 9 milimeter dengan lebar separuh panjangnya, serta mempunyai alur. Bijinya yang dikeringkan disebut biji adas. Biji adas berwarna biru kehijauan saat masih muda dan akan menjadi hijau kecokelatan jika sudah tua. Bentuknya lonjong dan memiliki aroma yang kuat, sedangkan rasanya sedikit manis dan agak pedas.

Tanaman adas memiliki batang berbentuk bulat. Warna pada batang muda yaitu hijau muda atau pucat, sedangkan batang tua berwarna hijau muda kekuningan. Terdapat lapisan sejenis lilin berwarna putih pada batang muda. Bentuk batang adas berbuku-buku dan dari setiap bagian buku ini muncul cabang daun atau cabang bunga. Pada percabangan yang terbentuk dari setiap buku tadi muncul daun adas.

Adas menghasilkan minyak adas yang merupakan hasil sulingan serbuk buah adas yang sudah masak dan kering. Ada dua macam minyak adas, manis dan pahit. Keduanya digunakan dalam industri obat-obatan. Adas juga dipakai untuk bumbu atau digunakan sebagai bahan yang memperbaiki rasa dan mengharumkan ramuan obat. Di Eropa, buah adas, dipakai untuk mengolah kue kering, atau dicampur dalam minuman.

Adas mengandung minyak asiri (Oleum Foenuculi) 1- 6%, 50-60% anetol, sekitar 20% fenkon, pinen, limonen, dipenten, felandren, metilchavikol, anisaldehid, asam anisat, dan 12% minyak lemak. Kandungan anetol menyebabkan adas mengeluarkan aroma khas dan berkhasiat karminatif. Akar dan biji mengandung stigmasterin (serposterin). Buah adas juga mengandung metabolit sekunder golongan alkaloid, glikosida, flavonoid, saponin, steroid/terpenoid, dan tannin.

Minyak atsiri dari adas memiliki berbagai manfaat, diantaranya yaitu antibakteri, antioksidan, antidiabetes. Minyak atsiri dari ada memiliki efek terhadap patogen makanan seperti Escherichia coli, Bacillus megaterium, dan Staphylococcus aureus.

Minyak adas yang mengandung anetol, fenkon, chavicol, dan anisaldehid banyak digunakan untuk campuran minyak gosok, antara lain minyak telon, yang merupakan campuran minyak adas, minyak kayu putih, dan minyak kelapa yang dapat menghilangkan dingin dan dahak.

Tim peneliti Departemen Biokimia, National Institute for Research in Reproductive Health ICMR  di India, meneliti sifat botani, fitokimia, farmakologi aplikasi kontemporer, dan toksikologi dari adas. Kesimpulan menunjukkan adas merupakan tanaman obat penting yang digunakan dalam berbagai macam perawatan ethnomedical, terutama untuk sakit perut, minuman, arthritis, kanker, kolik pada anak-anak, konjungtivitis, sembelit, diare, diuresis, demam, perut kembung, gastritis, insomnia, penyakit ginjal, keputihan, nyeri hati, dan sariawan. Namun, yang paling menonjol adalah efek antimikroba dan antioksidan minyak esensial adas.

Perbanyakan bisa menggunakan biji atau dengan memisahkan anak tanaman. Tanaman adas mulai dapat dipanen setelah berumur 8 bulan setelah tanam. Hal tersebut ditandai dengan warna buah hijau keabu-abuan hingga kehitaman dan cukup keras jika ditekan. Potong seluruh tandan bunga dari tanaman. Biji adas berada di dalam kepala bunga sehingga kita harus memotong bunga tersebut untuk mendapatkan bijinya. Gantung tandan bunga, tempatkan kantong kertas di bawah tandan bunga. Gantung bunga adas selama beberapa hari atau beberapa minggu sampai kita mendapatkan banyak biji. Pindahkan biji adas ke dalam wadah kedap udara, lalu simpan di lokasi yang gelap dan sejuk. Dengan cara ini, biji adas bisa tetap segar sampai dua tahun. Namun, buah adas matangnya tidak serempak sehingga pemanenan membutuhkan waktu sekitar 4 bulan dengan 15 kali pemetikan dalam interval waktu 1 hingga 2 minggu.

Demikian informasi tentang tanaman adas. Semoga bermanfaat, tetap semangat belajar, selamat berbudidaya, dan semoga sukses! (das)

Yuk Sobat, Tonton Video Menarik Ini: 

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here