Home Hortikultura Tanaman Alfalfa, Hijauan Pakan Ternak Bergizi Tinggi

Tanaman Alfalfa, Hijauan Pakan Ternak Bergizi Tinggi

www.britannica.com

Agrozine Bagi kamu para peternak, inilah salah satu pakan bergizi tinggi yang layak kamu berikan atau bahkan kamu budidayakan untuk ternak-ternak kamu agar gemuk-gemuk dan sehat. Alfalfa banyak ditanam karena nilai nutrisi dan produksinya yang menguntungkan. Selain itu, tanaman ini juga memiliki rasa yang enak.

Tanaman alfalfa yang bernama ilmiah Medicago sativa adalah spesies tanaman yang dimanfaatkan sebagai pakan ternak  untuk sapi, kambing, domba, dan kuda. Tanaman ini memiliki kandungan protein, vitamin, dan mineral yang tinggi. Dibandingkan dengan pakan ternak dari tanaman lainnya, alfalfa memiliki kandungan protein dan kalsium yang tinggi, tetapi energi termetabolisme dan kadar fosfor di dalamnya relatif rendah. Alfalfa termasuk berserat rendah sehingga mudah mencapai rumen (perut besar) dan mudah dicerna oleh hewan ternak.

Alfalfa juga digunakan dalam sistem rotasi tanaman pangan karena dapat mengikat nitrogen, memperbaiki struktur tanah, dan mengontrol gulma.

Sejarah tertua mengenai tanaman alfalfa ditemukan di Iran, berasal dari sisa-sisa tanaman ini yang berusia 6000 tahun. Tulisan mengenai alfalfa tertua ditemukan di Turki  berangka tahun 1300 SM.

Untuk melakukan budidaya alfalfa, kondisi tanah yang harus diperhatikan adalah tingkat keasaman tanah berkisar 6,3-7,5 dan kandungan garam dalam tanah tidak boleh terlalu tinggi. Selama masa aktif pertumbuhannya, alfalfa tidak membutuhkan tanah yang basah.

Alfalfa adalah tanaman sejenis tanaman herba tahunan yang memiliki beberapa ciri, yaitu:

  • Berakar tunggang.Kedalaman akar alfalfa dapat mencapai 2-4 meter.
  • Memiliki bintil (nodul) akar yang mengandung bakteri Rhizobium meliloti sehingga dapat menambat atau mengikat nitrogen dari atmosfer untuk keperluan tumbuhan.
  • Batang menyelusur tegak dari dasar kayu.
  • Tingginya berkisar 30-120 cm, serta daun tersusun tiga.
  • Tangkai daun berbulu dan berukuran 5-30 mm.
  • Saat memulai perkembangan batang, tunas aksiler di bagian bawah ketiak daun akan membentuk batang sehingga mahkota pada bagian dasar menjadi pangkal dan tunas aksiler di atas tanah membentuk percabangan.
  • Perbungaan tersusun pada tandan yang padat dengan bunga kecil berwarna kuning.

Tumbuhan ini mampu hidup hingga 30 tahun, bergantung dari keadaan lingkungan. Penanaman alfalfa biasanya berlangsung pada peralihan antara musim semi ke musim gugur, tetapi pertumbuhan utama terjadi pada akhir musim semi atau awal musim panas karena memerlukan waktu penyinaran yang panjang. Perkembangan perbungaan dari setiap kultivar alfalfa dapat berbeda satu sama lain karena lama penyinaran yang diperlukan juga berbeda.

Kamu dapat membudidayakan tanaman bersamaan dengan beberapa tanaman lain, seperti kembang telang (Clitoria ternatea), Cenchrus ciliaris, dan Macroptilium bracteatum.

Pada tahap pembenihan, irigasi umumnya diperlukan untuk mencegah hama dan penyakit. Penyemprotan fungisida dan insektisida diperlukan dalam masa penanaman. Keunggulan tanaman alfalfa, yaitu lebih tahan terhadap kekeringan jika dibandingkan tanaman kacang-kacangan lainnya. Sebab, akarnya panjang dan tanaman memiliki kemampuan melakukan dormansi atau tidak aktif saat musim kemarau panjang. Saat mencapai kelembapan tertentu, alfalfa yang dorman dapat kembali aktif.

Pada waktu panen, biji-bijian biasanya disemprot dengan pengering tanaman untuk mempercepat pengeringan. Waktu panen yang tepat adalah ketika polong-polongan berisi biji sudah 65-75% berwarna cokelat gelap.

Budidaya alfalfa sebagai pakan ternak dilakukan untuk dua tujuan, yaitu penggembalaan dan konservasi. Alfalfa dapat ditanam sendiri ataupun sebagai campuran diantara rumput tropis dan sub-tropis. Selain sebagai pakan ternak, bibit alfalfa juga banyak ditanam sebagai kecambah untuk makanan manusia.

Jika mendapatkan irigasi atau pengairan yang baik, tanaman alfalfa dapat memproduksi 25-27 ton per hektar kadar kering pada tahun pertama dan turun hingga 8-15 ton per tahun pada tahun ketiga. Produksi tersebut bergantung pada kepadatan tanaman yang mempengaruhi kelembapan tanah. Alfalfa yang tumbuh sepanjang tahun ini dapat mencegah terjadinya defisiensi (kekurangan) energi pada ternak sekaligus juga memperbaiki padang rumput tempat menggembala ternak.

Demikianlah informasi mengenai tanaman Alfalfa. Semoga bermanfaat, selamat berbudidaya, dan semoga sukses! (das)

Yuk Sobat, Tonton Video Menarik Ini:

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here