Home Kampus Teknologi Fotobioreaktor untuk Tingkatkan Mikroalga

Teknologi Fotobioreaktor untuk Tingkatkan Mikroalga

Agrozine.id – Pernahkah kamu mendengar istilah teknologi fotobioreaktor? Fotobioreaktor adalah reaktor tembus pandang yang dilUPTengkapi dengan instalasi suplai media dan emisi gas yang bisa digunakan untuk mengkultur mikroalga. Oleh karena itu, untuk meningkatkan mikroalga, KKP mengembangkan teknologi fotobioreaktor tingkatkan mikroalga.

Bioreaktor memungkinkan cahaya masuk ke dalam sehingga organisme mikroskopis berklorofil seperti mikroalga dapat memanfaatkan cahaya tersebut untuk berfotosintesis. Pemanfaatan teknologi fotobioreaktor ini sangat dibutuhkan untuk meningkatkan produktivitas mikroalga karena kulturnya dapat dijalankan dengan lebih optimal.

Melalui pemanfaatan teknologi fotobioreaktor, Unit Pelaksana Teknis (UPT) Direktorat Jenderal Perikanan Budidaya tepatnya Balai Perikanan Budidaya Air Payau (BPBAP) Ujung Batee mampu memproduksi sampai 3 juta sel per minggu untuk jenis sel mikroalga jenis Skeletonema dan 100 juta sel per hari untuk mikroalga jenis Nannochlorophis.

Pemanfaatan mikroalga penting sebagai pakan alami yang esensial untuk ikan dan udang guna menghasilkan benih ikan atau udang yang berkualitas. Oleh karena itu, Direktur Jenderal Perikanan Budidaya, Slamet Soebjakto mengapresiasi pengembangan teknologi fotobioreaktor untuk meningkatkan produksi mikroalga ini.

“Siapa yang tidak kenal mikroalga. Di industri perikanan budidaya, mikroalga menjadi sumber pakan yang biasanya digunakan untuk pakan larva ikan dan udang, zooplankton dan ikan herbivora”, jelas Slamet.

Pemanfaatan teknologi fotobioreaktor yang dikembangkan oleh BPBAP Ujung Batee ini menggunakan media berupa wadah transparan berbahan akrilik yang membuat rasio luas permukaan dan volume dapat menerima cahaya lebih tinggi.

Baca Juga: KKP Dorong Peningkatan Produksi Udang Nasional

Peningkatan produksi mikroalga sebagai penyedia sumber nutrisi seperti protein, karbohidrat, lemak dan vitamin serta mineral yang dianggap sangat esensial bagi pertumbuhan ikan dan udang ini nantinya akan memungkinkan produktivitas perikanan budidaya akan meningkat pula.

“Seperti yang kita ketahui, kebutuhan benih berkualitas yang meningkat seiring dengan peningkatan produksi berdampak langsung pada kebutuhan pakan alami. Saya harap teknologi ini akan terus berkembang sehingga mampu mengatasi masalah impor pakan alami di Indonesia. Sesuai dengan arahan Menteri Kelautan dan Perikanan, Sakti Wahyu Trenggono bahwa Unit Pelaksana Teknis (UPT) melalui inovasi teknologinya agar bisa menghasilkan nilai ekonomi bagi masyarakat dan negara”, ujar Slamet.

Baca Juga: Mengenal Aplikasi Laut Nusantara untuk Membantu Nelayan Indonesia

Di tempat terpisah, Kepala BPBAP Ujung Batee, Tahang mengungkapkan bahwa terdapat dua jenis mikroalga yang dikembangkan di BPBAP Ujung Batee yaitu jenis Skeletonema dan Nannochlorophis. Skeletonema adalah mikroalga berbentuk silinder dengan warna coklat keemasan dan Nannochloropis biasanya berbentuk bulat dan berwarna hijau.

“Skeletonema untuk kebutuhan pakan benur udang windu dan vaname, sementara Nannochlorophis untuk kebutuhan pakan benih ikan kakap putih. Ini telah membantu meningkatkan produktivitas benih yang dihasilkan. Karena pengembangan teknologi kultur ini banyak pembudidaya yang berminat untuk datang dan belajar langsung ke BPBAP Ujung Batee”, ujar Tahang. Pengembangan teknologi fotobioreaktor tingkatkan mikroalga  ini selanjutnya diharapkan dapat membantu untuk meningkatkan produktivitas komoditas perikanan. (ira)

 

Tonton video menarik ini:

 

 

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here