Home Perkebunan Teknologi Mitigasi dan Adaptasi Untuk Antisipasi Dampak Kekeringan Akibat Kemarau 2020

Teknologi Mitigasi dan Adaptasi Untuk Antisipasi Dampak Kekeringan Akibat Kemarau 2020

Agrozine.id – Pandemi Covid-19 yang terjadi saat ini diikuti oleh perubahan iklim dan ancaman kekeringan di berbagai wilayah Indonesia akibat kemarau. Salah satu sektor pertanian yang sangat terpengaruh oleh ancaman kekeringan adalah sektor perkebunan. Oleh karena itu Kementerian Pertanian terus berupaya untuk memacu jajaran di Kementan untuk lebih sigap dalam penerapan teknologi pertanian. Teknologi mitigasi dan adaptasi untuk antisipasi dampak perubahan iklim di musim kemarau tahun ini sangat diperlukan.

Pemerintah menaruh perhatian pada 6 provinsi yang rawan kekeringan di tahun 2020 agar menerapkan adaptasi, antisipasi dan mitigasi terhadap ancaman kekeringan seperti Jawa Barat,Jawa Timur, Jawa Tengah, Bali, Nusa Tenggara Barat, Sulawesi Tengah dan Sulawesi Utara (akun resmi @kementerianpertanian).

Sebagai upaya mitigasi terhadap ancaman kekeringan ini pemerintah melalui Direktorat Pertanian dan Perkebunan tahun 2020 telah mengalokasikan kegiatan teknologi adaptasi dan mitigasi di keenam wilayah yang mengalami ancaman kekeringan tersebut.

Beberapa upaya yang dilakukan untuk mitigasi adalah pembangunan embung, pembuatan lubang biopori, sampai menghimbau petani untuk mengikuti asuransi tani. Keikutsertaan menjadi anggota asuransi tani ini memiliki berbagai manfaat seperti agar petani terhindar dari kerugian dan untuk memitigasi resiko gagal panen.

Selain bantuan mitigasi yang telah disebutkan diatas, pemerintah juga memberikan bantuan lainnya berupa alat pencacah kompos, alat pengayak kompos, kereta dorong, pompa air, instalasi pipa air, rumah kompos, bantuan kandang kambing dan kambing sebanyak 25 ekor.

Bantuan diserahkan langsung oleh Direktur Perlindungan Perkebunan, kepada kelompok tani Merkun Tani di Desa Rejosari Kecamatan Wonoboyo Kabupaten Temanggung Jawa Tengah pada 26 Juni lalu, dikutip dari website Kementerian Pertanian Direktorat Jenderal Perkebunan.

Ardi Praptono selaku Direktur Perlindungan Perkebunan, mengatakan bahwa perubahan iklim sangat berpengaruh terhadap dunia global termasuk bidang perkebunan. Kekeringan lahan perkebunan di berbagai wilayah di Indonesia harus segera diantisipasi agar upaya peningkatan produksi dan produktivitasnya dapat tercapai dengan baik. “Perlu ada paket teknologi baik berupa kegiatan mitigasi maupun adaptasi untuk menekan efek negatif perubahan iklim terhadap komoditas perkebunan.

Lebih lanjut Ardi menambahkan bahwa apalikasi model teknologi mitigasi dan adaptasi pada subsektor perkebunan perlu dilaksanakan di daerah agar pembangunan perkebunan dapat dilaksanakan secara berkelanjutan dan produksi serta produktivitas dapat dipertahankan sehingga mampu mengurangi kehilangan hasil akibat dampak perubahan iklim dan kemarau. (ira)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here