Home Kampus Universitas Brawijaya Beri Penyuluhan Teknologi Pengolahan Pakan Ternak

Universitas Brawijaya Beri Penyuluhan Teknologi Pengolahan Pakan Ternak

teknologi pengolahan pakan ternak

Agrozine.id – Pakan merupakan komponen penting dalam usaha perternakan baik ruminansia atau non ruminansia. Karena pakan diperlukan sebagai penunjang pertumbuhan, mempertahankan hidup, menghasilkan produk (daging, susu, telur, anak, dsb), dan memelihara kekebalan tubuh dan kesehatan hewan ternak. Maka dari itu, diperlukan teknologi pengolahan pakan ternak yang tepat. Selain itu, untuk menghasilkan produktivitas ternak yang maksimal, pemberian pakan harus sesuai dengan kebutuhan dan pemberian pakan tambahan serta vitamin sangat diperlukan.

Di musim kemarau sumber pakan sulit didapat, tetapi ternak harus terpenuhi akan kebutuhan pakannya. Dan di musim penghujan sumber pakan melimpah bisa di manfaatkan menggunakan teknologi pengawetan  menjadi makanan cadangan.

Rizki Prafitri Ph.D memberikan penjelasan kepada kelompok tani Mekartani dan kelompok Rojokoyo di Dusun Kecopokan, Desa Senggreng, Kecamatan Sumber Pucung, Kabupaten Malang, pada Senin (5/10/2020),  bahwa pelatihan teknologi pengolahan pakan ternak kepada kelompok peternak untuk memenuhi kebutuhan pakan yang berkualitas berbasis lokal dan murah sangat diperlukan karena belum semua peternak merapkannya.

baca juga : Identifikasi Ternak Sakit dengan Bantuan Teknologi

Rizki berkerjasama dengan tim Reseach Group (RG) Fakultas Peternakan Univesitas Brawijaya merencanakan program pengembangan sapi potong di Kabupaten Malang bernama “Kelompok Peneliti Ternak Pedaging”.  Bank Indonesia (BI) Cabang Malang dan Dinas Peternakan dan Kesehatan Hewan Kabupaten Malang turut andil dalam program tersebut. Program ini salah satu upaya untuk mewujudkan swasembada daging nasional.

Implementasinya setiap satu minggu sekali tim RG memberikan pelatihan dan penyuluhan kepada kelompok ternak dengan topik yang beragam.

“Dikondisi pandemi ini pelatihan dilakukan sesuai protokol pemutusan penyebaran virus dengan membatasi peserta maksimal 40 orang yang dalam pelaksanannya dilakukan secara bertahap,” jelas Rizki, dikutip dari laman berita Fakultas Peternakan, UB.

Anggota RG yaitu Dr. Mashudi dan Asri Nurul Huda, M.Sc, pada saat pelatihan menjelaskan tentang tanaman pakan dan teknologi pakan, seperti jerami amoniasi, jerami fermentasi, pembuatan konsentrat, pembuatan complete feed, permen sapi, dan silage.

“Dengan adanya kegiatan ini dapat meningkatkan pengetahuan dan keterampilan kelompok peternak dalam menyediakan pakan secara mandiri untuk penggemukan dan pengembangbiakan sapi,” ujarnya.

baca juga : Evonik Industri Luncurkan Produk Baru ,GuanMino untuk Tingkatkan Produksi Ternak

Agenda selanjutnya adalah monitoring IPTEK yang telah diberikan, pemeriksaan kebuntingan, gangguan reproduksi menggunakan alat ultra Sonografi (USG), serta pengobatan apabila ada yang terkena penyakit reproduksi. (ran)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here