Home Perkebunan Teknologi Penyinaran Lampu Bohlam Mampu Meningkatkan Produktivitas Buah Naga

Teknologi Penyinaran Lampu Bohlam Mampu Meningkatkan Produktivitas Buah Naga

meningkatakan produktivitas buah naga

Agrozine.id – Banyuwangi dikenal sebagai salah satu sentra penghasil buah naga terbesar di Indonesia. Ada cara unik yang dilakukan oleh para petani buah naga di Banyuwangi untuk meningkatkan produktivitas buah naga. Mereka memasang penyinaran lampu bohlam disekitar tanaman buah naga. Tujuannya, untuk menggantikan proses fotosintesis panas matahari di siang hari.

Selain meningkatkan produktivitas buah naga, pemasangan lampu juga mempercepat pembuahan. Kalau biasanya buah naga hanya mampu dijumpai ketika memasuki bulan desember hingga bulan juni saja, kini sepanjang musim petani mampu memanen buah naga.

Perlu diketahui, buah naga merupakan jenis tanaman kaktus dari marga Hylocereus yang berbunga hanya pada malam hari (night blooming cereus) sehingga untuk proses penyerbukan yang sempurna pada malam hari harus dilakukan dengan bantuan manusia.

Dalam perkembangan bunga buah naga membutuhkan sinar matahari selama 12 jam, sedangkan matahari dalam sehari hanya mampu memberikan sinarnya sekitar 9 sampai 10 jam. Dari hal itulah petani buah naga di Banyuwangi  memakai bantuan sinar lampu, untuk meningkatkan perkembangan bunga. Biasanya para petani menggunakan lampu bohlam 5 sampai 15 watt yang berwarna kuning untuk menyinar tanaman buah naga.

Teknik penyinaran lampu bohlam pada tanaman buah naga yang dikembangkan petani buah naga di Banyuwangi pada umumnya ada dua cara, yaitu dengan sistem 4-1 (satu lampu untuk menyinari 4 pohon) dan sistem 2-1 (satu lampu untuk dua pohon).

Meski penggunaan lampu bohlam untuk penyinaran tanaman buah naga pada malam hari membutuhkan biaya listrik yang jauh lebih mahal, tetapi menurut para petani di Banyuwangi pengeluaran tersebut sebanding dengan hasil panen yang didapatkan.

Kemampuan panen di luar musim secara ekonomis memberi efek domino pada peningkatan harga jual buah naga. Jika pada musim normal petani menjual dengan harga berkisar Rp 3.000 per kilonya, maka di luar musim harga jual bisa mencapai tiga kali lipatnya.

Diharapkan dengan adanya teknologi penyinaran lampu bohlam ini dapat  diterapkan juga oleh para petani buah naga lainnya yang berada di luar daerah Banyuwangi untuk meningkatkan produktivitas buah naga. Sehingga, kebutuhan pasar dalam negeri akan buah naga dapat tercukupi. (ran)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here