Home Pertanian Tertarik Bisnis Vertical Farming? Jawab Dulu 5 Pertanyaan Ini!

Tertarik Bisnis Vertical Farming? Jawab Dulu 5 Pertanyaan Ini!

Bisnis Vertical Farming

Agrozine – Bertani dalam ruangan merupakan sebuah ilmu, namun bukan berarti kamu harus menjadi seorang ilmuwan untuk memulainya. Banyak orang dengan latar belakang yang beragam, baik bidang keuangan, bisnis, hingga perhotelan mulai mencoba bisnis vertical farming dalam ruangan. Terlepas dari pengalaman sebelumnya, bila terpikir untuk memulai vertical farming, kamu harus mengetahui tujuanmu. Sebagai langkah awal, berikut lima pertanyaan yang dapat ditanyakan pada diri sendiri sebelum mencoba bisnis vertical farming.

 

  1. Tanaman apa yang baiknya ditanam?

Komoditas apa yang ingin kamu tanam? Keputusan ini akan berdampak pada setiap aspek vertical farming yang dijalankan, mulai dari persiapan, jarak, hingga sumber daya, distribusi, dan pencahayaan. Sangat penting untuk membuat pilihan yang paling sesuai dengan kamu.

Kemungkinan besar kamu sudah memiliki ide tanaman apa yang ingin ditanam. Namun, apakah tanaman itu cocok untuk konsep vertical farming? Bagaimana siklus panennya? Apakah ada cukup permintaan di daerah kamu? Bagaimana pendistribusiannya? Kamu perlu melakukan analisis tanaman yang cocok untuk vertical farming dan mempertimbangkan pilihan sebelum melanjutkan ke skema pertanian.

  1. Berapa banyak ruang yang kamu punya dan butuhkan?

Salah satu keuntungan dari vertical farming adalah media rak yang memungkinkan kamu memanfaatkan ruang sempit dengan efisien. Banyak setup vertical farming yang memungkinkan kegiatan menanam di tengah kota yang padat atau kompleks kecil. Namun, hal yang tampak kecil seperti ketinggian pemasangan rak, dapat mempengaruhi kelangsungan tanaman.

 

  1. Apakah kamu punya mitra?

Apakah kamu bekerja sendiri atau dengan tim? Apakah kamu memiliki akses pada ilmuwan dan peneliti tanaman yang dapat memberikan wawasan praktek terbaik? Siapa yang akan kamu tuju bila lampu pencahayaan gagal? Pertanyaan berikut adalah langkah utama untuk memulai bisnis vertical farming dengan mitra, sehingga dapat mengatasi berbagai tantangan kedepannya. Carilah seseorang pada jaringanmu yang memiliki reputasi baik. Akan lebih baik bila mitra memiliki jaringan yang kuat dalam komoditas hortikultura dengan keahlian khusus.

  1. Siapa yang berinvestasi?

Hanya sebagian orang yang dapat mendanai bisnis vertical farming-nya sendiri. Kamu memerlukan investor ataupun melibatkan bank. Memiliki rencana bisnis yang didukung oleh industri pendukung sangat penting untuk keuangan dan mewujudkan impian memiliki vertical farming.

 

  1. Lampu tumbuh apa yang akan kamu gunakan?

Kamu telah menyiapkan area penanaman, komoditas tanaman, dan menemukan mitra. Lalu apa langkah selanjutnya? Kamu perlu menyiapkan lampu tumbuh (grow lights) yang akan memberi daya vertical farming kamu. Lampu yang tepat menjadi komponen penting dalam penanaman, yang akan membuat bisnis berhasil. Kamu perlu mempertimbangkan harga, spektrum cahaya, garansi, kemudahan perawatan, efisiensi, dan lainnya. (rin)

 

Dilansir dari iGrow

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here