Home Pertanian The Greendomo Project: Pertanian Lokal Berkelanjutan Spanyol

The Greendomo Project: Pertanian Lokal Berkelanjutan Spanyol

Agrozine – Gurun pasir di Almería, Spanyol kini telah dipenuhi rumah kaca dan menjadi kebun buah-buahan di Eropa. Pertanian intensif rumah kaca telah membawa kesejahteraan bagi daerah tersebut, dengan cara baru untuk menanam buah dan sayuran. Sekelompok perusahaan perintis yang melaksanakan program Spanish Feder-Innterconecta dan Centre for the Development of Industrial Technology (CDTI) telah menciptakan sebuah langkah perubahan dalam produksi buah dan sayuran. Adalah rumah kaca yang dapat digunakan pada berbagai lahan terbuka termasuk taman dan ruang hijau lainnya, serta teras atau bahkan loteng bangunan kota.

Langkah selanjutnya yang dilakukan yakni memanfaatkan ruang kota secara optimal, menggunakan struktur seperti kubah yang lebih besar, yakni Greendomo. Juan Pardo, Technical Director The Greendomo Project menjelaskan filosofi di balik struktur tersebut. Rumah kaca Greendomo berbentuk globe, dan merupakan sebuah kubah geodesik. Struktur ini terdiri dari segitiga, yang merupakan bentuk geometris paling sederhana yang pernah ada.

“Konsumsi energi dan penggunaan material dijaga seminimal mungkin, sehingga tidak ada hambatan struktural dalam penyerapan radiasi matahari bagi tanaman, sehingga dapat berfotosintesis. Energi cahaya didistribusikan disini dengan cara yang lebih merata, sehingga tidak ada bayangan yang membahayakan tanaman,” jelas Pardo. Sistem penanaman vertical The Greendomo dengan kolom berputar memungkinkan penanaman tanaman sepanjang tahun dan minim penggunaan air sebesar 70 persen.

Strukturnya yang sangat rapat akan melindungi tanaman dari kondisi cuaca buruk dan hama yang mempengaruhi kualitas produksi pada pertanian konvensional. Greendomo dapat dipasang di taman, alun-alun, bahkan di atap bangunan. Juan Pardo percaya struktur ini dapat lebih menguntungkan daripada produksi di sistem pertanian intensif yang konvensional. “Karena kita menangani masalah yang mendasar yakni kedekatan. Kita dapat menghemat transportasi, memenuhi persyaratan pembatasan jejak karbon, dan memasok produk segar,” ungkapnya.

“Konsumen akan membayar lebih untuk produk yang baru saja dipanen,” pungkasnya. Greendomo tampaknya akan berperan besar dalam urban farming dan pertanian di masa depan. Namun, hal ini membutuhkan dukungan dari pemerintah dan organisasi perintis yang ingin mengambil alih. Dukungan ini akan dapat memberikan kontribusi besar bagi ketahanan pangan dan dapat mengubah kehidupan sehari-hari penduduk kota di seluruh dunia.  (rin)

 

 

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here