Home Kampus Tik Talk Polbangtan Bogor “Tren Bisnis Pertanian di Era Kekinian”

Tik Talk Polbangtan Bogor “Tren Bisnis Pertanian di Era Kekinian”

Agrozine.id – Ketua Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) Polbangtan Bogor mendapat kesempatan menjadi narasumber dalam Talkshow Hybrid Tik-Talk yang bertemakan “Tren Bisnis di Era kekinian”yang disiarkan secara live melalui chanel youtube TV Tani Indonesia.

Talkshow ini dipersembahkan oleh Biro Humas dan Informasi Kementerian Pertanian (Kementan) yang menghadirkan narasumber yang inspiratif dan inovatif yaitu Afan Muharram (Founder SI DE Roaster Coffe), Arum Pradipta (Praktisi Agribisnis serta Kuliner) dan Aldi Prahasta (Ketua BEM Polbangtan Bogor).

“Di tengah pandemi Covid-19 ini bisnis era digital dan bisnis era setelah new normal banyak diminati oleh kalangan masyarakat, ini menjadi peluang bagi mereka anak-anak muda untuk menyiapkan dan menyediakan pangan hasil pertanian untuk masyarakat”, ungkap Kepala Biro Humas dan Informasi Publik , Komarudin saat memberikan kata sambutan.

 

Afan Muharram juga memberikan pendapatnya dalam talkshow tersebut. “Dalam berbisnis, hal pertama yang perlu kita tahu adalah merasakan dan mencoba sendiri produk dari bisnis tersebut. Contohnya kopi, jika mau memulai bisnis kopi, minum dulu, kenali barista dan lain-lain”, ucapnya.

Selanjutnya Afan mengatakan bahwa berbisnis pada zaman now harus dilihat darimana posisi bisnis itu akan dimulai , start, connection dan segment menjadi hal penting yang perlu diingat dalam langkah mula-mula berbisnis. Selain itu analisis produk adalah kunci untuk mendapatkan kekuatan konsep pemasaran. Ketika semua sudah dimiliki, dengan komunitas yang kuat shop dapat dijalankan.

“Berani membuat sesuatu yang berbeda merupakan kunci dari sebuah bisnis. Tidak takut bersaing dengan industri yang telah ada akan menguatkan konsep dan juga skill bisnis”jelas Afan.

Dalam kesempatan yang sama, Arum Pradipta selaku praktisi agribisnis dan kuliner turut menyampaikan pendapatnya tentang re-packing pangan lokal. “Saat memulai bisnis dalam era milenial sekarang, jangan menjadi seorang pebisnis yang ikut-ikutan saja, dalam artian hanya mengikuti tren saja.

Untuk repacking pangan lokal tersendiri, hal utama yang harus diperhatikan adalah konsentrasi pada pangan lokal dengan mengetahui potensi dan ide bisnis apa yang dapat dibuat dalam produk pangan”, pungkasnya.

Selanjutnya Aldi Prahasta selaku ketua BEM Polbangtan Bogor menyampaikan pendapatnya terkait dengan tren bisnis pertanian di masa pandemi Covid-19. Ia menyampaikan bahwa usaha yang harus dilakukan di tengah pandemi Covid-19 ini adalah keberanian terjun ke lapangan dengan memanfaatkan sosial media untuk berbisnis.

“Sebetulnya di tengah pandemi ini bisnis pertanian menjanjikan. Karena kebutuhan pertanian selalu dibutuhkan dan tidak pernah mati pemasarannya. Terutama dari kalangan mahasiswa pertanian, harus bisa mengolah kembali hasil pertanian dan melihat mode pasar sekarang, seperti menciptakan hal yang unik dan inovatif untuk pemasaran, meski permasalahan bagi pemula bisnis pertanian yang sering dihadapi adalah masalah modal dan juga lahan”ujar ketua BEM Polbangtan Bogor ini. (ira)

 

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here