Home Peternakan Tim Doktor Mengabdi UB Kembangkan Biogas dari Limbah Ternak di Kota Batu

Tim Doktor Mengabdi UB Kembangkan Biogas dari Limbah Ternak di Kota Batu

tim Doktor Mengabdi UB

Agrozine.id – Dalam upaya meningkatkan pelaksanaan Tri Dharma Perguruan Tinggi, LPPM Universitas Brawijaya menyelenggarakan program Doktor Mengabdi yang melibatkan peran perguruan tinggi, mahasiswa, pemerintah, dan masyarakat. Pada tahun 2020 ini, salah satu tim Doktor Mengabdi UB mendapatkan hibah untuk melakukan pengembangan Desa Mandiri Energi (DME) berbasis energi terbarukan berupa biogas dari limbah kotoran ternak di Desa Gunungsari, Kecamatan Bumiaji, Kota Batu.

Program Doktor Mengabdi dari tim dosen Fakultas Teknologi Pertanian yang diketuai oleh Dr. Ir. Sandra Malin Sutan, MP. IPM dengan menggandeng anggota Prof. Dr. Ir. Ruslan W, MS serta dosen dari Fakultas Ilmu Administrasi yaitu Dr. Riyanto, Drs, M.Hum. Program Doktor Mengabdi juga melibatkan 4 mahasiswa yang sedang menempuh tugas akhir dan 4 mahasiswa Praktik Kerja Lapang.

Lokasi pengabdian masyarakat yang berada di Desa Gunungsari ini dikenal dengan potensi pada sektor peternakan khususnya sapi perah. Produksi ternak di desa tersebut juga terus mengalami peningkatan. Disamping itu, peternakan juga menjadi penyebab timbulnya pencemaran. Hasil samping peternakan berupa limbah dalam skala besar dan semakin intensif akan menimbulkan masalah yang kompleks.

Biogas dan Cara Pembuatannya - GEMBALA

Masalah yang kerap kali terjadi yaitu timbulnya bau tidak sedap dari limbah peternakan tersebut. Selain menimbulkan bau tidak sedap tersebut, limbah peternakan juga dapat mencemari lingkungan, mengganggu pemandangan, hingga bisa menimbulkan penyakit. Oleh karena itu, untuk mengatasi permasalahan tersebut Tim Doktor Mengabdi UB melakukan pengolahan limbah ternak menjadi beberapa sumber energi alternatif.

Tim Doktor Mengabdi UB mengolah kotoran ternak menjadi biogas sehingga peternak dapat mendapatkan gas sebagai bahan bakar untuk mengurangi ketergantungan masyarakat pada BBM dan LPG. Biogas yang dihasilkan dari kotoran sapi tersebut masih bercampur dengan gas lain, sehingga masih belum murni. Pemurnian yang dilakukan yaitu dengan pemurnian kapur tohor dan garam dapur untuk menghilangkan kandungan gas CO2, H2S,  dan H2O yang dapat menimbulkan karat pada alat dan kinerja mesin menjadi berkurang. Selanjutnya biogas selain dimanfaatkan sebagai kompor, juga dimanfaatkan sebagai penghasil energi listrik menggunakan generator.

Selain itu, Tim Doktor Mengabdi UB juga melakukan pengolahan pada sisa fermentasi bahan organik dalam biodigester sebagai pupuk organik cair dan pakan ikan sehingga dapat mengurangi pencemaran lingkungan akibat tumpukan kotoran ternak tersebut. Pupuk cair organik yang dihasilkan dimanfaatkan sebagai pupuk untuk pengembangan selada organik. Selain itu, Tim Doktor Mengabdi UB juga melakukan pengolahan pada susu ternak menjadi keju mozarella sehingga menghasilkan suatu praktik pertanian terpadu yang zero waste.

Harapannya dengan adanya pengembangan Desa Mandiri Energi ini mampu meningkatkan pendapatan usaha tani melalui pengoptimalan sumberdaya yang ada seperti limbah kotoran ternak sebagai biogas yang bermanfaat untuk energi alternatif pengganti BBM dan LPG. Selain itu,  petani/peternak mampu menghasilkan energi mandiri untuk memenuhi kebutuhan energi sehari-hari. (ran)

 

Dilansir dari berita UB, Sabtu (05/09/2020)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here