Home Peternakan Tips Memilih Sapi Bakalan Yang Bagus untuk Penggemukan

Tips Memilih Sapi Bakalan Yang Bagus untuk Penggemukan

Sumber foto: snacksafely.com

Agrozine.id – Ingin mendapatkan untung dalam usaha penggemukan sapi? Kunci awalnya ada dalam pemilihan bakalan. Ya, memilih  sapi bakalan yang tepat sangat berpengaruh dalam kesuksesan usaha penggemukan sapi. Sebab, hal ini berdampak langsung terhadap produktivitas ternak dan efisiensi pakan yang digunakan. Salah memilih bakalan bisa membuat biaya pakan membengkak, tetapi pertambahan bobot badan tidak seberapa. Oleh karena itu, diperlukan pengetahuan dalam memilih bakalan sapi yang bagus. Berikut ini tipsnya.

Perhatikan Jenis Sapi
Salah satu yang perlu diperhatikan di usaha penggemukan sapi adalah PBB alias pertambahan bobot badan. Sebab, PBB ini yang menentukan berapa banyak selisih bobot badan sapi yang bisa dikonversi menjadi keuntungan. Setiap jenis sapi memiliki keunggulan tersendiri. Ras impor (Simental, Limousin) memang memiliki keungulan PBB harian yang bisa mencapai 1,2 kg. Namun, pakannya harus berkualitas tinggi. Sementara sapi lokal (PO, Bali, Madura) biasanya memiliki PBB harian sekitar 0,6-0,8 kg, tetapi biaya dan kualitas pakannya lebih rendah dibandingkan dengan sapi impor. Jadi, untuk pemilihan jenis sapi ini sangat tergantung pada ketersediaan pakan di lokasi penggemukan dan juga biaya yang tersedia. Nah, silahkan dipilih jenis sapi yang cocok dengan lokasi kamu.

Perhatikan Umur Bakalan
Umur sapi bakalan seringkali membuat peternak atau pengusaha terkecoh. Peternak atau pengusaha biasanya lebih fokus terhadap performa sapi yang besar, bagus, dan sehat, tetapi melupakan umur ternak yang akan dijadikan bakalan. Seringkali yang dipilih adalah umur tua atau lebih dari 3 tahunan. Alhasil, PBB harian kecil, biaya pakan membengkak, dan akhirnya keuntungan mengempis. Perlu diketahui, sapi dengan umur diatas 2,5 tahun memiliki pertumbuhan bobot badan yang lambat dibandingkan umur di bawahnya. Pembentukan/ sintesis daging minimal, sementara pembentukan lemak subkutan maksimal.

Umur sapi yang ideal untuk bakalan adalah pada umur 1,5 sampai dengan 2,5 tahun. Pada umur tersebut pembentukan/sintesis daging sedang bagus-bagusnya, efesiensi saluran cerna juga optimal sehingga pakan yang diberikan diserap secara optimal untuk pertumbuhan. Hasilnya PBB optimal, biaya pakan minimal, dan keuntungan maksimal.

Perhatikan Jenis Kelamin
Pemilihan sapi bakalan sebaiknya berjenis kelamin jantan. Sebab, sapi jantan pertumbuhannya lebih cepat dibanding sapi betina. Di samping itu, juga untuk mencegah pemotongan ternak betina produktif.

Perhatikan Performa bakalan
Performa sapi bakalan yang baik bisa dilihat dari ciri-ciri sebagai berikut:

  • Tidak ada legokan sekitar pangkal ekor.
  • Jaringan lemak dapat diraba dengan mudah pada seluruh bagian.
  • Pelvis dapat diraba dengan sentuhan.
  • Jaringan lemak yang melingkupi bagian permukaan tulang iga masih dapat diraba dengan sedikit tekanan sekitar daerah ini.

Perhatikan Kesehatan Bakalan

Kesehatan sapi bakalan bisa dilihat dari fisik ternak yang lengkap dan normal, seperti kaki tidak pincang, tidak terdapat luka pada kulit, rambut mengkilat, mata dan telinga lengkap, hidung berlendir, serta nafsu makan yang tinggi.

Demikian tips memilih sapi bakalan yang bagus. Semoga bermanfaat dan semoga sukses!

(content partnership IG @amani.jungle, tiktok amani.jungle)

Yuk, tonton video menarik ini:

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here