Home Perkebunan Tips Mudah Punya Pohon Kopi Arabika

Tips Mudah Punya Pohon Kopi Arabika

Tips Mudah Punya Pohon Kopi Arabika

Kopi arabika merupakan varietas kopi yang sangat mahal. Kuncinya ada di rasa pada biji kopi ini. Mereka mempunyai citra rasa yang khas dan berbeda tergantung dari tempat mereka di tanam. Karakteristik kopi ini mempunyai kandungan kafein yang rendah dan lebih asam. Selain itu, kopi ini juga beraroma buah-buahan, kacang-kacangan, bunga-bungaan.

Jenis kopi arabika yang terkenal di indonesia adalah kopi Gayo, Toraja, Wamena, Bali, Flores. Di dataran tinggi pulau Jawa pun juga sudah ada varietas ini seperti di Banyuwangi, Gunung Raung. Salah satu syarat menanam kopi arabika, kamu harus menanamnya di dataran tinggi, 1.000-2.000 kurang dari itu tanaman akan lebih mudah kena penyakit. Pastikan, rumah kamu berada di ketinggian itu ya.

Buat kamu yang penasaran, akan seperti apa rasa biji kopi arabika hasil panen sendiri, lebih baik kamu baca tips berikut ini. Dengan begitu, kamu bisa mengurangi resiko gagal.

Pilih Bibit Unggul

Ini merupakan faktor penentu, tidak mungkin menghasilkan biji kopi yang bagus dari bibit yang buruk.

  • Pilih lah indukan yang sehat, batang pendek, bentuk tajuk sempurna, dan buah lebat.
  • Lalu, ambil buah kopi yang sudah ranum dan ambil bijinya.
  • Rendam biji 24 jam, keringkan dengan angin dan jauh dari sinar matahari langsung selama 2 hari.
  • Pilih biji yang bagus dan masuk tahap penyemaian

Menyemai bibit

Lahan penyemaian haruslah sudah diberi nutrisi sebelumnya dengan pupuk. Gali lubang dengan kedalaman setengah sentimeter dan jarak 2,5 cm. Tanam biji dalam posisi telungkup dan siram secara rutin. Kamu juga harus sering menyingkirkan gulma dan menyiram dengan pupuk cair 15–20 hari sekali.

Menanam dan memelihara

Setelah berumur 7–9 bulan, mereka sudah siap pindah di area yang lebih besar. Jarak tanam pun jauh lebih besar dari tahap awal, menjadi 2 meter dari segala sisi. Buat lubang sedalam 60 cm dan diameter 60 cm, setiap lubang harus dicampur 10 kg bahan organik fermentasi. Kamu bisa melakukan pemupukan rutin tiga kali dalam setahun. Pemotongan dahan bisa kamu lakukan 3 bulan sekali dengan tujuan pohon tidak tumbuh terlalu tinggi.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here