Home Pertanian Tips Pengendalian Hama Ulat Grayak pada Tanaman Jagung

Tips Pengendalian Hama Ulat Grayak pada Tanaman Jagung

Agrozine – Ulat grayak merupakan hama invasif yang menyerang tanaman jagung sejak berumur 7 hari. Disebut juga Fall Armyworm, serangga ngengat ini ditemukan pada kebun jagung di Amerika Serikat. Kini serangan ulat grayak merebak ke India, Thailand, dan masuk ke Indonesia pada awal 2019. Dari pulau Sumatera, hama baru ini merambah pula ke Pulau Madura, Jawa Tengah, Kabupaten Tuban pada Mei 2019, dan meluas di Jawa Timur.

Bila tidak segera ditangani, hama ini tentu dapat merugikan bagi para petani. Penyebaran ulat grayak yang sangat cepat harus ditangani dengan cara yang tepat. Dalam artikel ini, kita akan mengenal gejala yang ditimbulkan dari hama ulat grayak dan cara pengendaliannya pada tanaman jagung.

Buleleng Beri Kontribusi Terbesar Produksi Jagung | metrobali.com

Gejala Serangan Ulat Grayak

Hama ulat grayak merusak tanaman dengan cara menggerek daun tanaman jagung. Pada kerusakan berat, kumpulan hama ini dapat menyebabkan tanaman yang tersisa tulang daun dan batang tanamannya saja. Tanaman jagung yang terserang hama ulat grayak akan memiliki bekas gesekan pada permukaan atas daun atau di sekitar pucuk tanaman jagung. Petani dapat pula menemukan serbuk kasar seperti serbuk gergaji. Tidak hanya daun, hama ini akan menyerang daun muda, pucuk, dan tongkol jagung saat populasinya sangat tinggi.

Tips Pengendalian Ulat Grayak

Menurut Ketua Pusat Perbenihan Nasional (P2N) SPI Kusnan, terdapat dua jenis ulat grayak yang menyerang tanaman jagung, yakni Spodeptera Frugiperda dan Spodotera Litura. Berikut ini adalah cara pengendalian yang dapat dilakukan untuk mengatasi hama ulat grayak pada tanaman jagung.

 

  1. Melakukan rotasi tanaman untuk memutus daur hidup hama
  2. Pengolahan tanah selama 1 bulan untuk mengangkat kepompong hama dari dalam tanah dan mati terjemur oleh sinar matahari
  3. Memasang perangkap berferomon, yakni feromon Exi sebanyak 20 buah per hektar Memasang lampu perangkap sebanyak 30 buah per hektar di area penanaman
  4. Penyemprotan insektisida jika kerusakan daun telah mencapai 5 persen
  5. Penyemprotan insektisida jika populasi kelompok telur telah mencapai 1 kelompok atau 10 tanaman
  6. Penyemprotan insektisida jika tangkapan ngengat oleh Feromon Exi telah mencapai 30 ngengat atau 3 malam

 

Nah, itulah cara pengendalian yang dapat dilakukan bila tanaman jagung terserang hama ulat grayak. Serangan hama dapat dicegah dengan menggunakan benih yang terbebas dari penyakit. Pastikan waktu penanaman seragam pada tiap tanaman dan tanah diberi zat unsur hara dari pupuk anorganik. Penanaman dengan sistem tumpang sari juga disarankan untuk petani. (rin)

 

 

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here