Home Perikanan Tren Budidaya Udang dalam Tangki Meningkat, RDM Aquaculture Banjir Pembeli

Tren Budidaya Udang dalam Tangki Meningkat, RDM Aquaculture Banjir Pembeli

budidaya udang dalam tangki

Agrozine.id – Saat ini tren budidaya udang skala kecil di dalam tangki sedang meningkat di wilayah tropis. Hal tersebut didorong oleh beberapa faktor diantaranya ketersediaan sumberdaya, terutama lahan dan air (air payau atau air asin). Yang menjadi masalah nyata dalam budidaya udang di banyak negara adalah kurangnya akses ke lahan produksi berbasis tambak.

Dalam budidaya udang dalam tangki harus diperhatikan bahwa kondisi tangki aman dan terlindungi dari berbagai gangguan. Selain itu, faktor teknis dan ekonomi juga harus diperhatikan. Ada banyak konfigurasi fungsional tetapi profitabilitas bergantung pada biaya modal, biaya operasi, tingkat kelangsungan hidup dan pertumbuhan, dan kondisi pasar. Pilihan peralatan dan keahlian manajemen juga berdampak pada kelayakan teknis dan ekonomi.

Sustainable Shrimp Farming: High Density, Biofloc-Dominated, No-Water-Exchange Systems | biomin.net

Di Amerika, sejumlah produsen udang skala kecil memanfaatkan sistem RAS (Recirculating Aquaculture System) dan bioflok. Hasil yang didapatkan dari kedua sistem tersebut pun bervariasi. Sistem bioflok dapat memberikan FCR (Food Convertion Ratio) yang lebih baik dalam beberapa kondisi, tetapi pendekatan RAS umumnya lebih hemat energi, lebih mudah dikelola, dan menunjukkan kualitas air yang lebih stabil setiap hari dan berdasarkan musim.

Apapun jenis sistem yang ditentukan untuk menjadi yang paling efektif untuk operasi tertentu, masalah pakan, biaya produksi, pengelolaan limbah, dan sebagainya masih mengganggu baik produsen udang RAS maupun bioflok.

Baca Juga : Cara Budidaya Udang

Biaya tinggi terkait dengan tangki budidaya ikan siap pakai dapat menghalangi keuntungan produksi. Hal ini karena jika menggunakan tangki yang lebih murah, maka penggunaanya tidak bisa jangka panjang.

Regenerative blower yang hemat energi dan layanan kelistrikan yang berkelanjutan adalah suatu keharusan bagi sistem budidaya udang dengan RAS dan bioflok. Aerasi juga harus baik untuk mencegah pengendapan di dasar tangi dan untuk mempertahankan DO 5 ppm. Salinitas 20 ppt juga merupakan trade-off yang baik untuk pemeliharaan kualitas air, kesehatan udang dan biaya operasional.

Shrimp farming has reinvigorated the barn used by RDM Aquaculture, in Fowler, Indiana
Shrimp farming has reinvigorated the barn used by RDM Aquaculture, in Fowler, Indiana

Salah satu pelopor budidaya udang dalam tangki di AS adalah RDM Aquaculture yang berada di Fowler, Indiana. RDM menggunakan sistem bioflok dengan strategi zero discharge. Hal ini memungkinkan mereka untuk menghindari banyak masalah birokrasi perizinan, yang tidak mungkin dilakukan dengan sistem RAS yang khas.

Saat ini RDM mengoperasikan 19 tangki besar, 7 tangki kecil dan 10 tangki pembibitan, dan mereka berencana untuk menempatkan 24 tangki lebih banyak tangki ke produksi pada tahun 2021.

RDM telah menyarankan sejumlah tambak udang berbasis tangki lainnya di AS dan negara lain. Wakil Presiden Operasional RDM, Karlanea Brown mengatakan pentingnya memulai usaha dari yang kecil dan berkembang secara bertahap. Lebih lanjut ia menjelaskan, budidaya udang dengan bioflok itu membutuhkan kesabaran lebih.

Untuk pasokan pakan udang, RDM mengambil post-larva dari beberapa tempat penetasan di AS. Meski lokas RDM yang jauh dari kota, banyak pembeli yang rela datang langsung jauh-jauh ke lokasi budidaya udang RDM. Hal ini karena RDM menawarkan produk yang segar dengan kualitas baik. Saat ini, RDM memiliki rencana untuk mengembangkan bisnisnya dengan mulai membudidayakan tiram dan lobster air tawar. (ran)

 

Dilansir dari The Fish Site, Kamis (17/09/2020)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here