Home Perikanan Tren Budidaya Udang Skala Mini Sistem Empang Plastik (BUSMETIK)

Tren Budidaya Udang Skala Mini Sistem Empang Plastik (BUSMETIK)

Agrozine.id – Budidaya Udang Skala Mini Sistem Empang Plastik (BUSMETIK) sedang menjadi tren saat ini. Budidaya dengan sistem ini selain lebih praktis juga mudah dilakukan menjadi alasan banyak peternak udang mulai menerapkannya.

Udang memang dikenal sebagi komoditas bisnis yang menguntungkan. Sistem teknologi BUSMETIK ini mulai diterapkan sejak akhir tahun 2009 dan saat ini mencapai tingka percepatan adopsi ke tingkat pembudidayanya.

Baca juga : Tips Budidaya Udang

Selain lebih terjangkau untuk peternak udang skala kecil dan menengah, masih banyak keunggulan lain yang dimiliki sistem budidaya udang ini. Pengelolaan tambak menjadi lebih mudah karena luasan petak yang dibutuhkan kecil dibandingkan dengan tambak tradisional.

Keunggulan Sistem Budidaya BUMESTIK

1. Mudah dalam pengelolaannya karena luasan petak yang dibutuhkan tidak terlalu luas (<1000 meter)

2.Biaya operasional yang dibutuhkan dalam pengelolaan selama satu siklus budidaya masih dapat dijangkau oleh peternak skala kecil dan menengah

3. Kualitas tanah tidak menjadi faktor pembatas dalam penerapan teknologi karena konstruksi tambak dilapisi dengan plastik

4. Pengendalian hama dan penyakit lebih mudah dilakukan sehingga dapat menekan resiko serangan penyakit karena menerapkan teknik biosekuritas dan aplikasi probiotik

5. Mempertahankan keseimbangan ekosistem melalui penumbuhan vegetasi mangrove di kawasan budidaya di kawasan budidaya yang berfungsi sebagai biofilter.

Pembangunan tambak BUMESTIK selain menggunakan lahan bekas tambak, juga dapat menggunakan lahan marginal seperti rawa-rawa, lahan parit atau lahan gambut dengan menggunakan plastik HDPE maupun terpal sebagai konstruksi pelapis untuk menampung air.

Bentuk petakan tambak BUMESTIK ini berbentuk bujur sangkar dengan luas < 1000 meter. Sisa lahan dapat digunakan sebagai tandon untuk mengefisienkan penggunaan lahan. Tambak biofilter/ pengolahan limbah bisa berupa lahan di sekitar peternakan atau tambak udang terutama saluran pembuangan dan pemasukan yang ditanami vegetasi mangrove.

Kelompok pembudidaya ikan Posdesa Mulyosari di desa Sidomulyo Ngadirejo Pacitan Jawa Timur adalah salah satu contoh peternak udang yang sudah menerapkan sistem budidaya BUMESTIK di tiga petak empang plastik dengan masing-masing luasan sekitar 600 meter.

Hasil yang diperoleh dari sistem budidaya ini cukup tinggi. Pada tahun 2013 kelompok pembudidaya ikan tersebut berhasil mengumpulkah hasil udang vaname sebanyak lima ton pada panen perdana.

 

Demikian tren Budidaya Udang Skala Mini Sistem Empang Plastik (BUMESTIK). Semoga informasi ini bermanfaat. (ira)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here