Home Kampus Unhas dan Kementan Sepakati Kerjasama Iptek Pertanian

Unhas dan Kementan Sepakati Kerjasama Iptek Pertanian

Agrozine.id – Dalam upaya pengembangan ilmu pengetahuan dan teknologi, Unhas dan Badan Karantina Pertanian RI menyepakati kerjasama iptek pertanian. Hasil kesepakatan tersebut ditandatangani pada tanggal 28 Agustus 2020 lalu. Dalam kegiatan penandatanganan Memorandum of Understanding (MoU) yang dilakukan secara virtual ini, Rektor Unhas Prof. Dr.Dwia Aries Tina Pulubuhu MA dan Kepala Badan Karantina Pertanian RI, Ir. Ali Jamil M.P.PhD. disaksikan oleh Menteri Pertanian Syahrul Yasin Limpo.

Dalam kesempatan tersebut menteri pertanian menyampaikan bahwa upaya peningkatan kualitas pertanian tidak bisa dilaksanakan tanpa bantuan dari berbagai pihak termasuk perguruan tinggi. Terutama dalam masa krisis pandemi Covid-19 yang tak kunjung usai ini masalah ketahanan pangan menjadi fokus pemerintah.

Hal ini merupakan bagian perguruan tinggi untuk aktualisasi dan berperan dalam menjawab tantangan masa depan bangsa.

“Kerjasama ini penting untuk mendukung berbagai program yang dibuat dalam rangka peningkatan kesejahteraan pangan masyarakat Indoesia di berbagai sektor. Misalnya menguatkan biosecurity agar virus maupun hama yang menyerang tanaman bisa diminimalisir”, ucap Sayhrul.

Rektor Unhas mengapresiasi upaya yang dilakukan oleh Kementerian Pertanian melalui Badan Karantina Pertanian dalam upaya melindungi ketahanan pangan masyarakat. Menurutnya dengan melibatkan perguruan tinggi nantinya diharapkan mampu meningkatkan kesadaran masyarakat dan melakukan pengawasan yang tepat.

“Dengan melibatkan perguruan tinggi tentunya akan lebih memaksimalkan berbagai tujuan yang ingin dicapai dalam upaya perlindungan sumber daya alam hayati, hewan dan tumbuhan sekaligus peningkatan kesejahteraan dan kualitas mutu dari produk pangan yang diproduksi dan dikonsumsi masyarakat”, ujar rektor Unhas.

Kepala Badan Karantina Pertanian Ali Jamil menyampaikan bahwa implementasi kerjasama juga berupa penguatan laboratorium dan peningkatan kompetensi Sumber Daya Manusia di kedua belah pihak yang bekerjasama.

Lebih lanjut Jamil juga menyebutkan pelaksanaan tindakan karantina perlu didukung dan didasari oleh justifikasi ilmiah yang bersumber dari lembaga-lembaga riset dimana salah satu diantaranya adalah perguruan tinggi.

Selain bekerjasama dengan Unhas, Badan Karantina Pertanian juga menggandeng enam Universitas lain dalam kerjasama ini yaitu Universitas Papua, Universitas Cendrawasih, Universitas Negeri Gorontalo, Universitas Sam Ratulangi Universitas Tadulako dan Universitas Alkhairaat di kawasan timur Indonesia dalam mendukung pengembangan ilmu pengetahuan dan teknologi pertanian dari berbagai sektor. (ira)

 

 

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here