Home Kampus Universita Brawiijaya Kembangkan Program Urban Farming di Lowokwaru, Kota Malang

Universita Brawiijaya Kembangkan Program Urban Farming di Lowokwaru, Kota Malang

Urban Farming Lowok Waru Malang

Agrozine.id – Urban farming merupakan bentuk kegiatan bercocok tanam yang dilakukan oleh masyarakat perkotaan. Selain sebagai lahan hijau di perkotaan, namun juga mendukung ketahanan pangan. Hal itulah yang menjadi dasar Universitas Brawijaya jalin kerjasama dengan Karang Taruna Kelurahan Mojolangu, Kecamatan Lowokwaru, kota Malang melalui program “Urban Farming”.

Kerjasama tersebut merupakan salah satu kegiatan Pengabdian Masyarakat untuk Ketahanan Pangan di Era Pandemi Covid-19 yang secara resmi digelar pada, Senin (15/02) lalu.

Baca juga: PIAT UGM Kerjasama dengan Kampung Markisa Kembangkan Urban Farming

Program Urban Farming tersebut dilaksanakan di kelurahan Mojolangu RW 01, Kecamatan Lowokwaru, kota Malang yang kemudian dinamakan “Kebun Sayur Cantewa” dan “Farm Fish Cantewa”.

Di lahan seluas 400 meter persegi, Kebun Sayur Cantewa ditanami berbagai macam sayuran seperti sawi, bayam, terong, bayam merah, tomat dan cabai ditanam sebagai program urban farming Lowokwaru Malang. Setelah panen, nantinya sayuran akan dijual pada warga sekitar dengan harga dibawah pasar sehingga memudahkan dalam hal ketahanan pangan masyarakat pada masa pandemi ini.

Ketua Karang Taruna kecamatan Lowokwaru, Totok Triyantoro menjelaskan, kegiatan tersebut sudah dilaksanakan sejak bulan Agustus 2020 lalu. Hal itu berawal dari keinginannya untuk menciptakan ketahanan pangan untuk warga dan memanfaatkan lahan kosong yang ada.

“Kita manfaatkan yang nantinya akan kembali kemasyarakat. Jadi jangan sampai masyarakat ada yang tidak bisa beli makan apalagi pada masa pandemi kali ini,” ungkapnya, dikutip dari laman berita PrasetyaUB tentang program urban farming Lowokwaru Malang, Jawa Timur (17/02).

Baca Juga : Penang Targetkan Peluncuran 100 Komunitas Urban Farming Tahun 2025

Sejauh ini, masih tanaman sayuran yang ditanam. Kedepannya, akan ditambah tanaman buah-buahan agar hasilnya dapat dijual tidak hanya untuk masyarakat di kelurahan Mojolangu saja.

Totok juga menyampaikan, program urban farming yang akan dikembangkan kedepannya tidak hanya kebun sayur, namun juga Pendidikan dan pengembangan UMKM. Ia berharap program tersebut bisa diterapkan oleh semua karang taruna se-kecamatan Lowokwaru Malang.

Lebih lanjut, ia mengatakan, tidak hanya masyarakat yang bisa memanfaatkan, namun juga mahasiswa Universitas Brawijaya dapat terlibat langsung dan terjun ke masyarakat untuk mengembangkan potensi yang ada.

Baca juga: Mengenal Konsep Urban Farming untuk Lahan Terbatas

Wakil Rektor IV Bidang Perencanaan dan Kerjasama Prof. Dr. Ir. Moch. Sasmito Djati, M.S., menyampaikan apresiasinya terhadap kerja sama ini. Dengan potensi yang dimiliki kota Malang dan kapasitas UB sebagai perguruan tinggi, Ia berharap dapat bersinergi bersama-sama membangun negeri dengan program urban farming Lowokwaru Malang. (ran)

 

Tonton video menarik ini:

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here