Home Perikanan Waspadai Kadar Ammonia Dalam Budidaya Perairan, Bisa Sebabkan Ikan Mati

Waspadai Kadar Ammonia Dalam Budidaya Perairan, Bisa Sebabkan Ikan Mati

Ammonia Dalam Budidaya Perairan

Agrozine.id – Kadar ammonia adalah salah satu parameter penting yang digunakan dalam menentukan kualitas air. Dengan rumus kimia NH3, senyawa ammonia ditemui berupa gas dengan bau tajam yang khas. Tentunya kadar ammonia yang berlebih dalam budidaya perairan akan mempengaruhi kelangsungan hidup organisme akuatik seperti ikan.

Biasanya ammonia berasal dari sisa-sisa pakan yang ada di perairan. Dari sejumpah pakan yang diberikan, ikan hanya mampu menyerap 20-30% nutrisi, sementara sisanya diekskresikan dalam bentuk amonia dan protein organik yang merupakan produk akhir metabolisme protein.

Ikan akan menguraikan protein yang ada di dalam pakan dan mengekresikan lewat insang dan kotorannya. Banyaknya ammonia yang di ekresikan oleh ikan tergantung pada input pakan yang diberikan di dalam sistem budidayanya.

Ammonia akan menjadi racun bagi ikan jika dibiarkan menumpuk di perairan dalam jumlah banyak. Karena, ketika ammonia terakumulasi sampai pada tingkat yang beracun, ikan tidak dapat mengekstrak energi dari pakan secara efisien akhirnya ikan akan menjadi lesu, sakit dan mati.

Ammonia di dalam air biasanya berbentuk NH3 dan ada dalam bentuk ion ammonia dalam bentuk NH4+. Kedua bentuk ammonia tersebut sangat bergantung pada kondisi pH dan suhu air.

Pengukuran konsentrasi ammonia akan memberikan sekilas tentang kondisi kualitas perairan. Dilansir dari laman resmi Instagram Kementerian Kelautan dan Perikanan Republik Indonesia (@kkpgoid) , ditinjau dari kandungan ammonia terhadap kualitas air, dapat diklasifikasikan menjadi empat kelas, yaitu:

  • Kelas I: kualitas air tidak tercemar atau tercemar sangat ringan jika kandungan ammonia <0,5
  • Kelas II: kualitas air tercemar ringan jika kandungan ammonia antara 0,5 – 0,9
  • Kelas III: kualitas air tercemar sedang jika kandungan ammonia antara 1,0 – 3,0
  • Kelas IV: kualitas air tercemar berat jika kandungan ammonia >3,0

Lalu, bagaimana cara mengendalikan ammonia agar tidak berlebih dalam budidaya perairan? Hal pertama yang harus dilakukan yakni mengurangi pemberian pakan. Sesuakan laju pemberian pakan atau batasi jumlah pakan yang akan dikonsumsi. Selain itu, kamu juga dapat meningkatkan aerasi tambak, penaburan kapur, penggantian air secara berkala.

Nah, demikianlah informasi mengenai pengaruh kadar ammonia terhadap kualitas perairan dan juga kelangsungan hidup organisme akuatik. Semoga dapat bermanfaat ya. (ran)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here