Yudha Kuncara: Bekerja Menjadi Polisi Hutan dengan Hati Nurani

    Yudha Kuncara

    Agrozine.id – Pada artikel kali ini kita akan mengenal lebih dekat Yudha Kuncara yang berprofesi sebagai Polisi Hutan (Polhut) di Taman Nasional Gunung Rinjani. Pria asal Jember, Jawa Timur yang merupakan lulusan Fakultas Kehutanan UGM Yogyakarta.

    Kepada tim Agrozine.id, Yudha Kuncara mengungkapkan alasannya memilih karirnya menjadi Polhut yang pertama untuk karir. Karena KLHK cenderung merekrut Polhut dengan kuota terbanyak. Hal itu merupakan peluang bagi Yudha untuk meniti karir sesuai dengan impiannya tersebut.  Alasan kedua yaitu karena Taman Nasional Gunung Rinjani itu sendiri.

    “Saya pernah berkunjung beberapa kali kesana sehingga dapat dikatakan sudah mengetahui medan dan Rinjani sendiri merupakan salah satu destinasi wisata unggulan skala Internasional yang ramai akan pengunjung. Jadi hal itu menarik bagi saya,” ungkap pria yang kerap disapa Yudha ini.

    Yudha Kuncara menceritakan bagaimana tugas Pisi Hutan Rinjani yang sebenarnya. “Tentu yang utama untuk perlindungan kawasan, kemudian menghandel orang-orang yang memiliki kepentingan di kawasan serta mengikuti politik untuk mengetahui masalah-masalah yang berkaitan dengan kawasan maupun masyarakat sekitar,” jelasnya.

    Gunung Rinjani

    Kawasan Taman Nasional Gunung Rinjani yang berada di Provinsi Nusa Tenggara Barat (NTB) berbatasan langsung dengan kawasan pemukiman masyarakat, pastinya terdapat konflik-konflik yang tidak dapat dihindari. Yudha menyebutkan terdapat tiga konlfik utama antara masyarakat dengan pihak pengelola kawasan taman nasional, diantaranya yaitu penguasaan lahan untuk kegiatan pariwisata atau perambahan, konflik Penggunaan Kawasan Tanpa Izin (PKTI), serta illegal logging dan perburuan satwa.

    “Saat ini yang masih hangat itu penguasaan lahan untuk pariwisata. Di dalam kawasan TNGR ada Bukit Propok yang dulunya kosong, namun sekarang oleh pemuda setempat malah dijadikan tempat wisata dimana sumber air, parkir, tiket masuk , dan pengelolaan sampah dikelola sepenuhnya oleh mereka,” jelasnya.

    Yudha menambahkan, “Dulu hal demikian masuk ke undang-undang perambahan (UU No. 18 Th. 2013) tapi sekarang tidak karena UU tersebut sudah gugur.”

    Hal tersebut menurutnya termasuk tindakan non prosedural. “Prosedurnya ada tapi tidak dilakukan atau keterlanjutan dalam bentuk menyerobot sehingga dampak negatifnya orang-orang tersebut tidak tahu tentang ekologi, membuka banyak jalur sehingga mengganggu habitat satwa dan tanaman seperti anggrek, lalu jamur-jamur langka sehingga aktivitas mereka termasuk merusak lingkungan,” imbuhnya.

    Namun, hal tersebut juga membawa dampak positif yaitu signifikan dalam mensejahterakan masyarakat karena banyak wisatawan yang berkunjung terlebih setiap Sabtu-Minggu akan ada ratusan pengunjung yang datang.

    Baca Juga : Kisah Alfredo Sptiano di Tama Nasional Siberut

    Sebagai Polisi Hutan yang bertugas menjaga hutan sekaligus berinteraksi secara langsung dengan  masyarakat sekitar hutan, konflik-konflik tersebut menjadi tantangan tersendiri untuk Yudha Kuncara.

    “Kawasan hutan merupakan kawasan dengan intervensi politik besar, contoh di TN Gunung Rinjani banyak potensi pasir dan banyak tidak hanya satu spot. Banyak di incar oleh pengusaha hingga ada yang membawa alat berat. Kemudian, masyarakat juga banyak yang melanggar aturan-aturan taman nasional contohnya saja mengabaikan pelarangan menebang kayu, membuka lahan hutan, dan sebagainya,” jelasnya.

    Menangani konflik dengan masyarakat tidak hanya berdampak negatif bagi Yudha, menurutnya  ada ada hal baik yang ia dapatkan yaitu dapat mengenal dan dekat dengan masyarakat.

    Baca juga: Mengenal Jenis Philodendron

    “Jadi saya membawahi 6 desa sehingga mengenal kepala desa dan tokoh-tokoh masyarakat. Sudah dianggap sebagai warga lokal, disediakan tempat menginap hingga diberi bekal selain itu juga dapat berhubungan langsung dengan alam, bangun pagi dengan udara segar,” ungkap Yudha Kuncara polisi hutan Rinjani.

    Menjadi seorang Polhut mampu merubah mindset Yudha Kuncara mengenai konservasi. Selama ini ia merasa di kampus diajarkan bahwa di dalam kawasan konservasi jangankan mengambil kayu yang harus ditebang dulu, kayu bakar saja dianggap haram dan bisa dipenjara. Tapi aktualnya tetap tidak bisa seperti itu. Berhubungan dengan masyarakat yang tinggal berbatasan langsung dengan kawasan hutan mengharuskan Yudha bekerja menggunakan hati nurani. Karena tidak semua permasalahan atau konflik tersebut bisa diselesaikan secara hukum, namun dengan pendekatan dan secara musyawarah untuk mufakat. (ran)

    Tonton video menarik ini:

    LEAVE A REPLY

    Please enter your comment!
    Please enter your name here