Home Kampus Adinda Rana Fauziah: Mengejar Passion di Dunia Satwa

Adinda Rana Fauziah: Mengejar Passion di Dunia Satwa

ADINDA mahasiswa berprestasi IPB

Agrozine.id – IPB University selalu memberikan apresiasi kepada mahasiswanya yang memiliki segudang prestasi, baik di kancah nasional maupun internasional. Salah satunya yakni Adinda Rana Fauziah. Perempuan kelahiran Bekasi 22 tahun yang lalu ini merupakan salah satu mahasiswa berprestasi IPB dari Fakultas Kedokteran Hewan.

Tak perlu diragukan lagi prestasi yang ditorehkan Adinda sapaan akrab mahasiswa yang mendapatkan penghargaan sebagai Mahasiswa Berprestasi Terbaik 3 Program Sarjana IPB tahun 2020.

Baca juga: Mengenal Farkhana Laily, Mahasiswa Berprestasi dari Prodi Akuakultur UGM

Di tahun 2019, perempuan kelahiran 5 Maret 1999 ini juga terpilih sebagai Mahasiswa Berprestasi Terbaik 1 Fakultas Kedokteran Hewan IPB.

Tak hanya itu saja, beberapa penghargaan tingkat internasional pun pernah ia dapatkan. Diantaranya yaitu Best Poster Presenter in GKS 2019 di Chungnam National University, Korea. Lalu di tahun 2019 juga ia pernah mempresentasikan hasil penelitiannya terkait populasi, infeksi penyakit dalam seminar maupun simposium internasional, dan masih banyak lagi.

Adinda yang saat ini memasuki semester akhir dan sedang mengerjakan skripsi, juga tengah disibukkan dengan berbagai kegiatan maupun organisasi baik di dalam atau di luar kampus. Adinda pernah menjadi asisten laboratorium anatomi dan virologi FKH.

Kemudian, untuk organisasi internasional, Adinda saat ini juga menjadi sekretaris di IVSA Global atau International Veterinary Student Association. Selain itu, saat ini ia juga bergabung dengan sebuah komunitas sebagai perwakilan mahasiswa kedokteran hewan dari Indonesia untuk Vet Mentor Solutions (VMS) di Chicago, USA.

Meski memiliki banyak kesibukan, Adinda masih tetap bisa membagi waktunya dengan baik antara kewajibannya belajar di kampus dan kegiatan di luar. Ia mengatakan, tipsnya agar tetap berprestasi ditengah banyaknya kegiatan yaitu harus fokus ketika mengerjakan sesuatu dan mempersiapkannya harus jauh-jauh hari.

Dengan perencanaan yang terstruktur, Adinda menjadi tahu apa yang harus diprioritaskan antara kegiatan akademik dan non-akademik.

“Kalau dulu aku suka multitasking, tapi akhir-akhir ini belajar dari pengalaman aku kalau multitasking itu gak baik karena bikin cepet burn out terus jadi gak fokus sama satu hal dan alhasil outpunya jadi gak bagus,” ungkapnya.

“Jadi, jangan sampai bikin diri kita sendiri terlalu over work sampai ujung-ujungnya burn out dan akhirnya malah jadi gak produktif,” tambahnya.

Menjadi dokter hewan memang cita-cita Adinda sejak kecil. Ia bercerita jika sejak di bangku sekolah dasar, ia sudah kerap kali menonton tayangan TV tentang kehidupan satwa. Maka dari itulah tak salah jika passion Adinda tak jauh-jauh dari dunia satwa.

Baca juga: Raka Nuur Alfajri: Terapkan Konsep Scrum dalam Himpunan Organisasi

Adinda mengatakan menjadi mahasiswa berprestasi IPB adalah suatu kebanggaan tersendiri baginya. Meski, tidak terbayangkan sebelumnya, namun ia bersyukur. Semua berkat doa dan dukungan dari keluarga serta kerja kerasnya selama ini. (ran)

 

Tonton video menarik ini:

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here