Home Pertanian Optimalkan Pemanfaatan Kedelai Lokal dengan Gerakan Tanam Kedelai di Indonesia

Optimalkan Pemanfaatan Kedelai Lokal dengan Gerakan Tanam Kedelai di Indonesia

Agrozine.id – Pemerintah mendorong gerakan tanam kedelai di berbagai wilayah di Indonesia. Wilayah yang sudah melakukan gerakan tanam kedelai diantaranya para petani di Kecamatan Dolo provinsi Sulawesi Tengah, Sulawesi Utara, petani di Bandung dan Bali. Gerakan tanam kedelai ini dimaksudkan untuk menggenjot produksi pangan sehingga nantinya dapat mengurangi ketergantungan impor. Gerakan tanam kedelai di Indonesia sudah dilakukan melalui berbagai teknik penanaman seperti tumpangsari dan monokultur.

“Ratusan ribu hektar tanaman kedelai akan kita coba Bersama pak Gubernur dan para pengusaha untuk mendorong Sulawesi Utara beproduksi lebih banyak lagi. Kita tidak boleh tergantung pada impor tentu saja karena kondisi seperti ini. Dengan segala upaya dalam negeri harus kita lakukan”, ucap Menteri Pertanian saat diwawancarai ketika usai menanam kedelai di desa Tontalete Sulawesi Utara.

Bersamaan dengan itu,Sulawesi Tengah juga sudah menyiapkan lahan seluas 8 ribu hektar untuk pelaksanaan gerakan tanam kedelai ini. Sedangkan para petani di desa Nagrak Bandung juga menyiapkan lahan seluas 40 ribu hektar untuk kegiatan ini. Kabupaten Jembrana yang ditargetkan menjadi sentra penanaman kedelai Bali, telah memiliki 722 hektar lahan pertanian yang digunakan untuk menanam kedelai jenis unggul pada tahun 2019,dan ditargtkan Jembrana akan menjadi lumbung kedelai di Bali jika produksinya semakin meningkat.

Gerakan tanam kedelai Indonesia ini diharapkan dapat meningkatkan penggunaan kedelai lokal sebagai bahan baku pembuatan tempe atau tahu sehingga ketergantungan impor bisa dikurangi.  Namun target penanaman kedelai ini belum tercapai di beberapa daerah. Contohnya Sulawesi Tengah yang belum memenuhi target akibat berbagai factor dimana salah satunya adalah sulitnya menyediakan bibit.

Tri Iriyani Lamakampali selaku Kepala Dinas Tanaman Pangan dan Hortikultura Sulawesi Tengah mengaku ketersediaan benih adalah kendala yang sedang dihadapi pihaknya saat ini. Oleh karena itu ketersediaan benih tidak hanya menjadi tantangan bagi pemerintah daerah tapi juga nasional.

Gerakan tanam kedelai ini didasarkan akibat ketergantungan impor kedelai sebagai bahan baku pembuatan tempe atau tahu. Tapi dengan adanya kendala bibit yang sedang terjadi menjadi masalah serius jika pemerintah memang ingin menggenjot produksi kedelai.

Saatnya menjadikan gerakan tanam kedelai ini menjadi sarana untuk mengoptimalkan penggunaan kedelai lokal. (ira)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here